Google+

Berita

Razia Syariat Diwarnai Pelecehan dan Pemukulan

Oleh: Tim ACEHKITA.COM - 20/07/2012 - 12:24 WIB

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Razia gabungan yang dilakukan petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Aceh pada Jumat (20/7) dinihari sempat diwarnai aksi pemukulan dan pelecehan. Insiden itu terjadi saat petugas menggerebek sebuah rumah sewaan di kawasan Seutui, Banda Aceh.

Korban pemukulan saat razia syariat Islam. | FOTO: Fayadh/ACEHKITA.COM

Pantauan acehkita.com, razia yang dilakukan petugas Satpol PP dan Polisi Syariat dibantu aparat kepolisian, TNI, dan Satgas Partai Aceh itu dimulai sekitar pukul 00.00 WIB. Saat merazia di kawasan Peunayong, petugas menangkap dua orang remaja yang diduga sedang menghisap lem cap kambing.

Setelah di Peunayong, petugas melanjutkan razia ke Taman Sari dan depan Terminal Keudah. Namun petugas tidak menemukan “target”. Razia yang dilakukan tengah malam tersebut dilanjutkan ke kawasan Seutui.

Setiba di Seutui, petugas langsung menggerebek sebuah rumah sewaan (wisma). Polisi syariat mensinyalir wisma ini sering disewa oleh pasangan non-muhrim. Saat digerebek, petugas menangkap seorang wanita dari dalam rumah tersebut. Ketika diboyong ke truk satpol PP, wanita itu mengalami pelecehan seksual yang dilakukan sejumlah perazia syariat. Ada yang memaksa ia mengaku sebagai pekerja seks komersial. Bahkan, ada yang menepuk –maaf– pantat perempuan tersebut.

Tak hanya menangkap seorang wanita, petugas kemudian menginterogasi pemilik rumah. Reporter acehkita.com yang ikut rombongan melihat pemukulan dilakukan sejumlah orang akibat tidak puas dengan jawaban si pemilik rumah. Pasangan suami istri pemilik rumah tersebut dipukul dan ditendang.

“Kenapa kalian mukul perempuan. Kalau ada masalah ditanya dulu, jangan ditendang. Saya ini perempuan kenapa ditendang,” teriak istri pemilik rumah sambil menangis ketika suaminya digelandang ke truk.

Petugas razia membantah ikut memukul. Mereka malah menyalahkan warga atas tindakan main hakim sendiri itu. Kepala Seksi Penegakan Pelanggaran Satpol PP/WH Aceh Samsuddin mengatakan pemukulan tersebut dilakukan oleh warga yang geram dengan ulah pemilik rumah tersebut. Padahal, lanjutnya, ia sudah mengingatkan anggota agar tidak melakukan pemukulan maupun aksi kekerasan lainnya.

“Yang memukul warga bukan dari petugas yang melakukan razia,” kata Samsuddin saat ditemui usai razia.

Selain mengamankan empat orang yang diklaim melanggar syariat, petugas juga mengamankan tiga unit handphone dan satu jam tangan sebagai barang bukti yang ditemukan di wisma tersebut. Namun, saat petugas datang, wanita yang ditangkap itu berpakaian lengkap.

“Kami menangkap perempuan itu karena dibantalnya ada tetesan mani (sperma). Bantal itu sudah kami amankan,” ungkapnya.

Razia tadi malam merupakan razia gabungan yang di lakukan Satpol PP-WH untuk membersihkan maksiat di Banda Aceh menjelang bulan suci Ramadan. Razia berakhir sekitar pukul 02.30 WIB. []

-----

Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com


Share on Tumblr

Slashdot! Netscape! Blinklist! Ma.gnolia! Squidoo! SphereIt! SpURL
  • Cinta Islam

    maling teriak maling

  • Cinta Islam

    Jangan terlalu arogansi …. jangan mentang mentang yg pegan tampuk pimpinan dari PA. lantas semena-mena dalam bertindak

  • Torino Nasroto

    Hancur Mak inang…..!!! Mantan Orang gunung sudah berkuasa skr yaaa….!! Aceh, oh aceh….!!

  • Ahmat Rangkuti

    Beginilah jadinya jika melibatkan orang-orang yang tidak seharusnya terlibat. Apa kepentingan satgas Partai Aceh dalam razia WH dan Satpol PP? Ini tanda-tanda kepala dinas di Aceh bakal menjadi “KACUNG” Partai Aceh. Jauhkan urusan pemerintah dari campurtangan Satgas Partai Aceh, keterlibatan mereka hanya akan menambah masalah yang tidak semestinya terjadi. Melibatkan Polisi dan TNI lebih dari cukup, tidak perlu menambah keterlibatan “PREMAN PA” kecuali pemerintah sekarang sedang menyemai benih konflik di tengah masyarakat. Aceh masih bagian negara RI, jauhkan tindakan Premanisme di Aceh karena Aceh bukan hanya GAM dengan Partai Acehnya. Aceh terdiri dari berbagai suku, bahasa, adat dan wilayah yang sangat luas.

  • http://HasanKaram.com Malek Marmud

    Satgas PA ngapain ikut2an,beresain dulu orang PA/KPA yg suka main lonte medan dan selingkuh baru kalian beresin orang.dasar yahudi tak berpendidikan.

  • arin

    ia betul tu kata Habiby inseun sekali kali grebek hotel berbintang ,,,,
    pasti nggak berani .,

  • agam atjeh

    tanda2 dime jak peudong hukom rimba di aceh,awak satgas PA neutulong teugah awak kelompok droneuh nyang peubut maksiet,bek neujak peutimang hukom syariat, peu pasai satgas PA jak ikoet grebek ngon awak WH,galak that jak mita muka bak buet gop,WH kajeut keu ajang meupolitik awak satgas P

  • Habiby inseun

    Petugas wH agar melakukan juga pemeriksaan ke hotel berbintang di banda aceh dan dalam melakukan razia jangan melakukan kekerasan ataupun pelecehan karena petugas bukan PREMAN

  • Diandra

    Apa ini benar adanya?

    Setiba di Kantor Satpol PP dan WH, perempuan tadi diinterogasi. Lazimnya setiap pelaku pelanggaran syariat Islam diinterogasi penyidik WH, namun kali ini pelaku justru diperiksa Satgas Partai Aceh. Sementara WH, Satpol PP dan POM hanya menonton saja.

    “Ini nggak usah ditulis ya,” kata Kasi Penegakan Syariat Islam Satpol PP dan WH Aceh, Syamsuddin saat ditanya wartawan tentang kewenangan Satgas parpol mengintrogasi pelaku pelanggaran syariat islam.

    Syamsuddin mengakui baru kali ini Satgas Partai Aceh dilibatkan dalam razia, alasannya karena mereka yang merupakan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) punya komitmen menegakkan syariat Islam di Aceh. “Mereka para mantan pejuang-pejuang yang ingin menegakkan syariat Islam,” ujarnya.

    Dia membantah aksi arogan dalam razia tersebut dilakukan petugas. Menurutnya itu dilakukan oleh warga sipil yang menyusup dalam razia. “Banyak sekali tadi masyarakat,” sebut Syamsuddin memberi alasan.

    Razia ini, kata dia, untuk meminimalisasi pelanggaran syariat Islam. Pelaku yang ditangkap akan diperiksa jika ditemukan pelanggaran sesuai qanun Syariat Islam akan diproses hingga Mahkamah Syariah, namun jika tidak akan dikembalikan ke orangtuanya.