Berita
Seratusan Guru Honorer Demo di DPRA
BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Seratusan guru honorer melakukan unjuk rasa ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Senin (19/12). Mereka menolak penempatan 255 guru kontrak luar Aceh di Aceh Besar, Aceh Barat, dan Simeulue sejak 12 Desember 2011. Penempatan itu diprotes karena tanpa mengikutsertakan guru honorer lokal yang telah mengabdi bertahun-tahun.
Koordinator Aksi Sayuthi Aulia menjelaskan, sejak 12 Desember 2011 109 orang guru kontrak pusat yang direkrut Universitas Semarang, 100 orang asal Sumatra Utara yang direkrut Universitas Negeri Medan yang ditempatkan di Aceh Barat, serta 246 orang ditempatkan di Simeulue. Mereka digaji Rp2,9 juta perbulannya.
“Kita meminta Pemerintah Aceh, Pemkab Aceh Besar, dan Pemkab Simeulue segera memulangkan mereka ke daerah asalnya,” kata Sayuti.
Menurut dia, penempatan guru luar di Aceh merupakan tindakan semena-mena dan diskriminatif karena telah merampas kesempatan kerja para guru honorer Aceh. Padahal sampai saat ini ribuan sarjana keguruan yang tidak memperoleh kesempatan kerja walau sekadar mengabdi.
“Kita kawatir kebijakan penempatan guru-guru dari luar yang berbeda budaya dan agama untuk mengajar di sekolah-sekolah terpencil sangat mungkin terjadinya pendangkalan akidah,” kata dia.
Dia juga mempertanyakan otoritas penunjukan Universitas Negeri Semarang dan Universitas Negeri Medan oleh Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) untuk merekrut guru-guru kontrak yang di tempatkan di Aceh, padahal di Aceh ada Universitas Syiah Kuala yang standarnya sama dengan kedua universitas tersebut. []
Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com
Tweet
















Pemda Aceh dan DPRA harus segera bertindak terhadap diskriminasi ini, seharusnya Pempus jakarta (Dikti) harus berkoordinasi dulu dengan Pemda Aceh. Ini nampaknya ada udang dibalik batu, masak putra daerah Aceh sendiri yang sekian lama menganggur atau honorer tidak masuk dalam tenaga guru kontrak tersebut, begitu juga perekrutan dan testingnya bukan diadakan di Aceh, ini ada sesuatu yang mencurigakan, dan sudah seharusnya masyarakat setempat dan PGRI Aceh harus menolak kebijakan ini.
di pulo aceh, ada penempatan warga aceh untuk mengabdi. sayangnya, putra putri aceh sedikitpun tidak bertanggungjawab.
kalau orang lain mau, tolong janagan dihalangi. karena itu semua demi kemajuan pendidikan aceh.
coba bacahttp://www.acehkita.com/berita/kisah-suram-pendidikan-di-meulingge/
apa guru kita sanggup mengabdi? buktinya demikian.yang kasihan anak-anak.
Penguasa Aceh tunjukan kepudulian anda terhadap masyarakat dengan mempekerjakan mereka yg pribumi. .
jgn mempersempit lowongan untuk mreka,,wlaupun anda tdak mampu menciptakan lapangan kerja baru tuk mereka,, tp jgn mnyusah kan mreka lagi..
sebaiknya kita harus mencermati dulu bagaimana latar belakang dan dasar hukumnya pelaksanaan pengiriman guru luar untuk aceh, beksampe buya krung teudong-dong buya tamong meuraseuki.sangat tidak mungkin pendidikan yang islami ditegakkan oleh orang yang kurang memahami nilai-nilai islam. saya sangat ragu dengan program ini ada apa sebenarnya ????????.
maaf bapk, ibu, dan saudara2 semua.
kedatangan guru dari luar Aceh tiada maksud apa-apa kecuali ikut bersama-sama memajukan dan mencerdaskan anak bamgsa.
begitu juga bagi guru2 di Aceh bisa saling untuk bertukar pengalaman dan pengetahuan dalam hal pembelajaran. sehingga setelah 1 tahun bersama bisa cukup bagi guru2 di Aceh untuk memajukan daerahnya masing-masing.
guru2 dari luar Aceh bukan bermaksud mempersempit lapangan kerja bagi guru2 di Aceh. karena setelah program itu selesai pun guru-guru dr luar aceh tersebut akan ditarik lagi ke daerah asal dan mengikuti kuliah PPG di kampus asal. dan tidak diangkat menjadi PNS dan sesikitpum tidak ada jaminan untuk bisa jadi PNS.
sadarlah wahai para guru2.. tugas kita adalah mengabdi untuk anak cucu kita agar cerdas dan maju. bukan untuk saling mempermasalahkan imbalan yang didapat.
mari maju bersama mencerdaskan Indonesia.
maaf sebelumnya,kita ingat visi misi guru itu ap?
itu yg perlu kita ingat
MOHON MEDIA JIKA MENCARI INFORMASI YANG BAIK, BENAR DAN TEPAT.
JANGAN SAMPAI SALAH BERBAHAYA.
MISAL DISEBUTKAN UNIVERSITAS SEMARANG (USM) PADAHAL BUKAN, YANG BENAR UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES).
PERLU DIKETAHUI DI SEMARANG ADA UNIVERSITAS SEMARANG DAN ADA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.
TERIMAKASIH
Haduh,, haduh,, tidak menyangka jika progam yang bertujuan mencerdaskan bangsa justru berbuah kericuhan. Hati2, hal ini bisa memecah belah persatuan.
Sebagai Informasi tlg buka
http://ksg.dikti.go.id/majubersama/pendaftaran/persyaratan-peserta-dan-prosedur-seleksi.html/
seleksi ini bersifat terbuka, andai saja guru2 pribumi mau aktif mencari informasi.
haduuuuuuuuhhhh,
sedihnya nasib bangsa kita
ada guru honor udah hampir 10 tahun honor tp blm juga PNS
apa tdk bs dilihat oleh pemerintah, dalam perjuangan guru2 kita
Misi SM-3T adalah misi pendidikan, bukan misi agama. Hampir semua peserta sm-3t dari Unnes merupakan muslim. Unsyiah bukan LPTK jadi tidak dapat melakukan rekrutmen sm-3t. Sama seperti UB, UI, ITB, Unpad dsb yg standarnya bagus tapi tidak dapat emlakukan rekrutmen sm-3t.
Maju bersama Mencerdaskan Indonesia merupakan tanggung jawab semua pihak, orang tua, pemerintah, PT, pengusaha, LSM, Media, dll
“MEDIA”
TOLONG KALAU MEMBUAT BERITA JANGAN MENGA ADA ADA/YANG TIDAK ADA DI ADA-ADAKAN. MENCARI INFORMASI YANG AKURAT DAN DI PASTIKAN KEBENARANYA. JANGAN ASAL-ASALAN. BERITA YANG SALAH EFEKNYA LAURBIASA BERBAHAYA.
MARI BERSAMA
BUKA MATA HATI DAN PIKIRAN
:
maaf bapk, ibu, dan saudara2 semua.
kedatangan guru dari luar NTT tiada maksud apa-apa kecuali ikut bersama-sama memajukan dan mencerdaskan anak bangsa.
… begitu juga bagi guru2, orang tua dan masyarakat pada umumnya, Mahasiswa, para Pejabat di NTT untuk bisa saling bertukar pengalaman dan pengetahuan dalam hal pembelajaran dan lain-lain. sehingga setelah 1 tahun bersama bisa cukup membantu bagi guru2 khususnya dan seluruh elemen pada umumnya di NTT untuk memajukan daerahnya masing-masing.
guru2 dari luar NTT bukan bermaksud mempersempit lapangan kerja bagi guru2 di NTT. karena setelah program itu selesai pun guru-guru dr luar NTT tersebut akan ditarik lagi ke daerah asal dan mengikuti kuliah PPG di kampus asal.
mari bersama buka mata hati kita, tugas kita adalah mengabdi untuk anak cucu kita agar cerdas dan maju. bukan untuk saling mempermasalahkan imbalan yang didapat.
mari maju bersama mencerdaskan Indonesia.
progam yang bertujuan mencerdaskan bangsa jangan sampai justru berbuah kericuhan. Hati2, hal ini bisa memecah belah persatuan.
Sebagai Informasi tlg buka
http://ksg.dikti.go.id/majubersama/pendaftaran/persyaratan-peserta-dan-prosedur-seleksi.html/
seleksi ini bersifat terbuka, andai saja guru2 pribumi mau aktif mencari informasi.