Berita

Situs Sejarah Kerajaan Daya Terancam Punah

Oleh: Chaideer Mahyuddin - 31/12/2009 - 16:53 WIB

LAMNO | ACEHKITA.COM — Sejumlah situs sejarah Kerajaan Daya di Lamno, Aceh Jaya, terancam punah. Pemerintah dan masyarakat tidak proaktif menjaga kelestarian situs sejarah tersebut.

Chaideer Mahyuddin/ACEHKITA.COM

Chaideer Mahyuddin/ACEHKITA.COM

Menurut Safrizal Tsabit, pemerhati budaya dan sejarah di Lamno, barang antik peninggalan Kerajaan Daya yang ditemukan masyarakat, dijual begitu saja ke para pencari barang antik. Bencana tsunami lima tahun silam, kata dia, juga ikut memperparah kerusakan situs sejarah dan budaya peninggalan Kerajaan Daya di Lamno.

Safrizal mencontohkan tidak adanya upaya pelestarian nisan peninggalan masa kerajaan dulu. Saat tsunami menghantam pesisir Aceh, sejumlah kuburan pada masa kerajaan ikut hancur. Bahkan batu nisannya teronggok di pasir pantai.

“Mirisnya, warga tidak mengambilnya dan dibiarkan tergeletak saja,” kata Safrizal kepada acehkita.com, Rabu.

Sejak pekan lalu, dua nisan ditemukan kembali di Kuala Daya. Salah satu kondisinya sudah rusak. Kaligrafi di lakap batu tersebut tidak terbaca lagi.

“Kami berharap, bila warga menemukan benda kuno di kawasan Lamno dan sepanjang pantai Kuala Unga, harap menghubungi kami”, pinta Safrizal, yang juga koordinator Tim Kajian Sejarah Kerajaan Daya.

Rencananya, bersama tim kajiannya, Safrizal akan melakukan survei ulang titik bekas Kerajaan Daya. “Ini untuk melengkapi bahan-bahan yang telah kami dapatkan dari berbagai sumber,” jelasnya.

Bupati Aceh Jaya Azhar Abdurrahman meminta tim mendata ulang situs sejarah dan budaya Kerajaan Daya yang nyaris punah ini. Setelah itu, tim menulisnya agar masyarakat tahu tentang sejarah Meureuhom Daya ini.

“Ditakutkan, bila pemuka adat yang tahu sejarah ini meninggal, maka hilanglah sejarah tersebut,” kata dia. []


Slashdot! Netscape! Blinklist! Ma.gnolia! Squidoo! SphereIt! SpURL

Ada 6 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

  1. Abu Attaya - December 31st, 2009 - 18:25

    Semoga pihak2 terkait tidak lupa akan sejarah.

  2. Yusdi Yacob - January 1st, 2010 - 16:12

    lanjutkan semoga sejarah bisa kita jaga semampu mungkin

  3. serrra - January 1st, 2010 - 22:22

    keun pihak terkait.. tapi tanyoe mandum.. para penerus kerajaan aceh masa silam… hoe ka aneuk muda.. bek gadoh meucewwek

  4. abu yusra - January 3rd, 2010 - 12:42

    bangsa yang besar adalah selalu ingat, menghargai dan melestarikan sejarah budayanya

  5. aditia - January 18th, 2010 - 19:05

    harus nya ganbar nya lebih banyak di sediakan karna sebagian pengunjung mengingin kan gambar yang lebih memuas kan dan masih alami

  6. INGAT SEJARAH ATJEH - February 4th, 2010 - 21:18

    Mohon perkenalkan nama Tim Kajian dan anggotanya agar lebih lancar dalam memberikan info
    Thank’

Posting Komentar Anda

Nama
*)
eMail
*)
Website
Komentar

 
Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Kami berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.