Berita

“Tak Ada Pengguntingan Celana Panjang”

Oleh: Ucok Parta - 03/12/2009 - 16:18 WIB

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Bupati Aceh Barat Ramli Mansyur membantah mengeluarkan kebijakan pengguntingan celana panjang dan jeans ketat yang dikenakan kaum perempuan di kabupatennya per Januari 2010. Ia bilang, wartawan salah kutip omongannya.

“Saya sudah konfirmasi ke wartawan itu,” kata Ramli saat ditemui di sela-sela diskusi dengan Majelis Permusyawaratan Ulama se-Aceh di Banda Aceh, Kamis (3/12).

Bulan lalu, Ramli mengeluarkan keputusan kontroversial. Ia melarang perempuan di wilayahnya mengenakan celana panjang dan pakaian ketat. Jika kedapatan, aparaturnya akan menggunting celana dan menggantikannya dengan tok. Tak tanggung-tanggung, ia mengaku tidak akan menggunakan dana APBK untuk membeli 7.000 rok pengganti celana yang digunting tersebut.

“(Rok) itu gratis,” kata Ramli.

Ramli tak gentar dengan kecaman yang datang dari aktivis sipil. Ramli yang pentolan Gerakan Aceh Merdeka itu mengatakan, aturan yang dikeluarkannya tak melanggar hak asasi manusia.

“Aturan itu hanya bagi muslim dan sesuai aturan Allah. Orang di Aceh Barat saja menerima, kok di luar ribut-ribut,” kata dia. “70 persen masyarakat di sana tahu ada kebijakan itu.” []


Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com


Share on Tumblr

Slashdot! Netscape! Blinklist! Ma.gnolia! Squidoo! SphereIt! SpURL

Ada 8 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

  1. alfi - December 3rd, 2009 - 22:29

    mantapp..lnjutkan, tapi pak ngomong2 bpk ada korupsi uang rakyat ngak pak??trs aparatur bpk ada korupsi ngak pak???

  2. dewi - December 4th, 2009 - 01:08

    gimana aceh bisa merdeka klo pandangan salah satu pemimpinnya secetek itu, belajar dulu ilmu agama yg tinggi, bek beut bak lapek kitab jak peudong hukom, islam memang melarang wanita berpakain seperti laki2 begitu juga sebaliknya, tapi dlm islam tidak disuruh seseorang itu menggunting pakaian orang lain di badan nya,,,

  3. dewi - December 4th, 2009 - 01:11

    ratah sedikit ya,,,maksud saya, islam tidak <<menyuruh<< seseorang itu menggunting pakaian orang lain di badannya

  4. langkubee - December 4th, 2009 - 08:21

    apakah dalam islam itu perempuan harus ditindas selalu, di koran masaalahnya perempuan terus target yang selalu disalahkan.

  5. Tgk Raja - December 4th, 2009 - 08:45

    Jinoe soe peugah gunting celana? mksudnya apabila kena razia celananya ditukar dulu sama rok yg telah disediakan petugas. Geytu lhoo.. hati2 skrg ada yg mendiskreditkan syariat

  6. manyak - December 4th, 2009 - 17:13

    lanjutkan, perjuangan mu wahai bupati,perlahan engkau akan melihat perubahan, ttp engkau pertahankan sebuah ide yang cemerlang jagn terkontaminasi dengan ideologi2 leberalisme,

  7. Raju - December 4th, 2009 - 17:43

    Tgk raja..@..Ka betoe nyan…

    Dewi…@…Hati2 nak ngomongnya…Nejak beut be malem beh…Bek meka neprak beh..

    Pak Ramli…Teruskan perjuangan anda…Anda adalah pilar penegakan syariat islam kaffah..

  8. bukom - December 5th, 2009 - 01:07

    peulomsi ramli nyan, uroe nyan jiepeugah guntimjinoe ka hana.bekmitapopularitas bak agama lah..
    teumapat hukum jieh yang peugahkoeh celana,nyanawak jak beut baca kitab majalah sabili..

Posting Komentar Anda

Nama
*)
eMail
*)
Website
Komentar


 
Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Kami berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.