Berita

Teroris di Aceh Jaringan Jemaah Islamiyah

Oleh: Radzie - 16/03/2010 - 15:04 WIB

LEUPUNG | ACEHKITA.COM — Kepala Kepolisian Indonesia Jenderal Bambang Hendarso Danuri menegaskan bahwa kelompok yang mengadakan latihan militer di pegunungan Jalin, Aceh Besar, merupakan bagian dari jaringan kelompok Jemaah Islamiyah. Polisi juga tengah mengincar 14 buronan kelas kakap yang terlibat serangkaian pengeboman di Indonesia.

“Mereka ini memang berat dan merupakan kelompok jaringan Jamaah Islamiyah,” kata Bambang Hendarso Danuri di Markas Kepolisian Sektor Leupung Aceh Besar, Selasa (16/3).

Jumat pekan lalu, Polsek Leupung menangkap 10 anggota kelompok ini, dua di antaranya tewas, dalam sebuah razia di depan markas polisi.

Kapolri menyebutkan, hingga kini polisi telah menangkap dan menewaskan 38 anggota kelompok ini di Aceh dan Pulau Jawa. Pun begitu, Kapolri mengatakan, polisi masih memburu 14 buronan kelas kakap lain yang terlibat aksi pengeboman di Indonesia, di antaranya bom Hotel JW Marriot, Kedutaan Besar Austalia, dan bom Bali.

“Mereka yang tersisa termasuk DPO yang cuup berbahaya dan punya keahlian sehingga targetnya harus dapat kita tangkap,” kata Danuri.

Di antara buronan kakap tersebut yaitu Tono, adik Pura Sudarma alias Jaja yang tewas di Leupung Jumat pekan lalu. Polisi mengendus Tono sedang berada di Aceh dan memegang senjata AK-47.

“Tono juga berbahaya karena terlibat bom Jati Asih, Bekasi, yang menjadikan target Bapak Presiden SBY waktu itu,” lanjut Danuri. []

------
Sent from

It's time for a better tablet!

Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com



Slashdot! Netscape! Blinklist! Ma.gnolia! Squidoo! SphereIt! SpURL

Ada 12 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

  1. Chandra_MH - March 16th, 2010 - 23:34

    tambah terus pasukan pak POLISI & pak TNI basmi teroris….dulu GAM sekarang Troris…

  2. asoe nanggroe - March 17th, 2010 - 08:42

    ingat asal jgn kena tembak sipil aceh,,kalian polisi dan tni,, itu, aja aku ingat,,dan klo menyusahkan org kampung akibat operasi kalian ,,,,bagus tak perlu buat operasi,,,,,

  3. poleem - March 17th, 2010 - 10:00

    @HAHAH CHANDRA,KAMU SEMAKIN BERNAFSU INGIN MENEBAR-KAN NAFSU IBLIS MU MELALUI MEDIA INI,BERTOBAT LAH,SEBAB KAMU TIDAK AKAN PERNAH TAHU KAPAN AJAL MENJEMPUT..JANGAN SAMPAI DI DUNIA SENGSARA..DI AKHIRAT CELAKA AYO CHANDRA KAMU PASTI TYPE MANUSIA BAIK SAYA PERCAYA ITU…YES YOU CAN.

  4. Puang - March 17th, 2010 - 10:27

    yang teroris adalah tni/polri, merekalah yg selama ni menebarkan rasa takut dan kebiadaban terhadap Kaum Muslimin baik yg di Aceh khususnya, maupun di tempat tempat lainnya. seperti ambon, poso, dll. mereka Thaghut RI merasa takut kali dengan penerapan hukum Syari`ah di NAD, mereka musuh2 Islam terus memerangi umatnya, cemana umat Islam mu tinggal diamlah.. perlawanan akan terus terjadi.

  5. raja rimba - March 17th, 2010 - 14:02

    chandra nampak nya dulu kmu punyai nenek mati dlam prang dng gam…trima sja kenyataan nya klau kmu slah seorng yg klah dng gam…..

  6. ayawa koeh taku ureueng - March 18th, 2010 - 22:08

    Ha…ha…ha…hantam laju, sang chandra ka dipakat muprang loem.

  7. pencinta damai - March 18th, 2010 - 23:45

    ingat tgk..yang sudah meninggal itu, mungkin amalan dia lebih bgus dari kita2 ini. Ingat mereka adalah muslim taat, mngkin cara definisi jihad aja yang beda dgn kita…jagan sorak sorai karena mereka berhasil ditembak polisi, pak polisi, pak tni mngkin kita di depan Allah lebih hina dari mereka yang sdh meninggal itu, semoga Allah kasih tempat yg layat disisi Nya amin

  8. pencinta damai - March 18th, 2010 - 23:52

    kita mungkin harus banyak bercermin, kenapa negara kita jd sprti ini, mngkin kita terlalu zalim, gemar maksiat, katanya kita islam terbesar di dunia, tapi ternyata di jawa sana kita punya tempat prostitusi terbesar di asia,tempat melonte paleng top, penbat kita gemar maksiat, discotiq, makan riba, korup dll, kita lebih agungkan negara pembenci islam , ketimbang rakyat kita, kita zalim bos..disini di dunia boleh lah kita merasa benar, polisi merasa hebat mampu membunuh orang, tapi ingat akhirat nanti..mana amalan kita? Jagan merasa hebat dgn membunuh, ingat bos, hdp sebentar…di kubur siksa pedih jendral.

  9. pencinta damai - March 19th, 2010 - 00:02

    aku yakin hampir semua penjabat di indonesia tukang zina, ..dari awal smp, smu atau saat kuliah pasti suka zina, kalau ada yang berani mengtakan tidak, coba suruh bersumpah didepan Al quran,jadi pantas negara kita di sibuki selalu dengan masalah…karena penjabat tukang zina..dari awal presiden kita bung karno ..zina sudah jadi hoby sama dia…selanjutnya..macam macam lah…gemar dengan wanita . Nyi roro kidul, tuyul, dukun2 ..dll…! Jayalah zina di negara ini…,,ada yang berani tumpas pak presiden, pak kapolri, pak kapolada, pak poltabes..atau pak polsek….ayo mana nyalimu…tulisan ini buat pak pak yang di jawa sana..trims

  10. Chandra_MH - March 19th, 2010 - 01:12

    takada perang2 kita damai2 saja yah…Indonesia merdeka…Aceh adalah bagian integritas dari NKRI..oke…

  11. poleem - March 19th, 2010 - 07:12

    @CHANDRA.. JIKA TYPE NANUSIA2 SEPERTI KAMU DI BUMI INI LEBIH BAIK TAK USAH DAMAI..SEBAB MENTAL MU SANGAT MENG ADU DOMBA..DAN ITU SANGAT BERBAHAYA UNTUK KEDAMAIAN..

  12. poleem - March 19th, 2010 - 07:41

    KEU RAKAN2 MANDUM YANG MULIA..JAKTA PIOOH PIEP RUKOK SABAB NYAN PEU ABEEH PEENG TANYOW MANTEONG BAK TANYOW HANA PBREEK RUKOK JADI PENG AWAK TANYOW ABEEH DI COK LEE AWAK LAEEN..LOON HANA PIEP RUKOK..BAK LOON PQEY2 CUKOOP JAI ABEEH PEENG UREUENG TANYOW HANYA UNTUK PIEP RUKOK..ACEH FREE CIGARETTES..YES WE CAN

Posting Komentar Anda

Nama
*)
eMail
*)
Website
Komentar


 
Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Kami berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.