Berita
Teroris di Aceh Kelompok Jakarta
BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Teka-teki tentang kelompok yang kini melakukan latihan militer di Aceh dan sedang diburu Polisi terungkap.
Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) mengungkapkan mereka adalah kelompok Jakarta yang anggotanya kini sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) polisi, karena terlibat serangkaian aksi pengeboman di Indonesia.
“Akhirnya diketahui bahwa kelompok ini adalah kelompok dari Jakarta, yang memang termasuk DPO-DPO dalam kasus Bom JW Mariot, Keduataan Australia, dan BEJ (Bursa Efek jakarta). Termasuk DPO-DPO pada bom Bali yang lalu,” kata BHD di Mapolsek Leupueng, Aceh Besar, Selasa (16/3).
Kepolri kembali menegaskan bahwa kelompok itu sama sekali tak ada kaitannya dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Tapi, mereka berasal dari keluarga Jamaah Islamiyah (JI).
“Tidak ada kaitannya kegiatan mereka itu diback up, dibantu oleh teman-teman kita yang dulu aktif di dalam GAM. Sama sekali tidak. Ini murni dari keluarga mereka, dari JI yang memang sedang mempersiapkan sesuatu yang linknya dengan wilayah lain,” katanya saat dicegat wartawan.
Itu diketahui dari pengembangan atas tertangkap sejumlah pelaku selama ini. Hingga kini, polisi mengaku sudah menangkap 31 pelaku di Aceh dan Pulau Jawa. 7 lainnya tewas. Sejumlah pelaku lain kini sudah masuk DPO dan sedang diburu.
BHD mengatakan, pihaknya sudah mengetahui peta kekuatan mereka, namun ia menolak untuk mengungkapkannya ke publik. “Kita sudah tahu peta dan sudah tahu jaringannya.”
Pihaknya masih menyelidiki adanya kaitan kelompok ini dengan kelompok lainnya, termasuk jaringan internasional.
Kelompok teroris di Aceh, menurut Kapolri, dipimpin oleh Enceng Kurniawan dan Jaja. Keduanya sudah tewas ditembak Jumat lalu dan kini sudah dipulangkan ke kampung asalnya di Jawa Barat.
Adanya latihan teroris di Aceh, kata BHD, diketahui dari informasi masyarakat 17 Februari lalu. Warga melihat adanya gerombolan mencurigakan di pegunungan Aceh Besar, kemudian melapornya ke polisi.
Ia meminta keterlibatan sejumlah pihak untuk memberantas teroris di Aceh. Masyarakat diminta segera melaporkan ke pihak berwajib jika ada orang-orang yang mencurigakan di lingkungannya atau mencoba mempengaruhi dengan paham-paham radikal.
Kapolri belum bisa memberi kepastian sampai kapan operasi pemburuan teroris termasuk mempertahankan Densus 88 antiteror berlangsung di Aceh. “Nanti kita evaluasi,” katanya.
Pihaknya, kata dia, masih terus melakukan upaya pencegahan dan perburuan terhadap kelompok ini.
Dalam kesempatan itu, Kapolri juga mengucapkan dukacitanya kepada tiga polisi yang tewas dalam operasi teroris di Aceh, yakni Bripda Darmansyah, Bripda Srihandri Kusumo, dan Briptu Boas Woysiri.[]
Sent from
It's time for a better tablet!
Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com
Tweet
















memang ga’ jauh panggang dari api, yg buat kacau itu datangnya dari ttga sebelah contoh dari jawa memang sejak tahun pimpinan sukarno mereka dah mulai rayu2 aceh ntuk membantu indon sampe pimpinan suharto rakyat Aceh banyak yg mati dibantai dan umumnya pejuang2 Aceh saya tak mungkin sebutkan satu persatu disurat ini. sejarah dah terungkap dari dulu.. hanya saja kita kurang menyadarinya. sampai saat ini nyatanya lihat saja, pengacau itu berasal dari tanah jawa tetangga sebelah.terima kasih acehkta dah mengupload.
cape dehhhhhhh
Memang dari tetangga sono, dari keluarga mas mas yang slu buat kacau di aceh, merekalah yang menjadi serdadu upahan belanda untuk memerangi kerajaan aceh.
@SEJARAH MEMBUKTIAKN JIKA RAKYAT ACEH SUDAH MEMBANTU INDONESIA SECARA MAK SIMAL,ERA SOEKARNO,PEMBELIAN PESAWAT DUA PESAWAT TERBANG”DAKOTA” DGN NAMA SEULAWAH AGAM 1 DAN 2 JUGA IKUT MENYUMBANG TUGU MONAS,TER AKHIR ERA’”SOEHARTO”BERHUBUNG”MONETER CRISIS”PASCA TSUNAMI BANYAK DANA YANG DI DONASI OLEH MASYARAKAT DUNIA MELALUI PEMERINTAH JAKARTA,BUKAN TIDAK MUNGKIN JIKA PUSAT IKUT JUGA MENIKMATI HAK YANG HAKIKAT NYA UNTUK ACEH,@DEWI CAPEEK ITU ADALAH BAGIAN DARI HIDUP SEMUA ORANG JUGA CAPEEK,TIDAK USAH KAMU CARI PERHATIAN DI KOLOM INI..PULANG SANA LAPOR KE IBUMU ATAU PAPAMU..SAYA YAKIN MEREKA AKAN MEMPERHATI KANMU…JIKA TIDAK? SEGERA HUBUNGU “PHSYCOLOG “
yang pah jino laju taleet mndum jawa nyan…hanjuet tacok kubijih…….
Poooeeellleemmmm sabar bosss….darah tinggian tarus….jak kupie dulu kita….rokok samsu,ada bola harin ini bg polem….semangat kaleelah…..
pukima
astaghfirullah….
@CHANDRA UMUR SAYA BARU 26..JGN KHAWATIR TTG KESEHATAN SAYA..SAYA PENGUSAHA YANG DIBILANG CUKUP UNTUK MEMPERTANGGUNG JAWAB KAN KEWAJIBAN SAYA..DAN SAYA KIRA ANDA TIDAK LAH SOPAN DGN SUGGEST SAYA UNTUK..SABAR SEBAB SETIAP TULISAN YANG AKAN SAYA TULIS SUDAH SE-IJIN DARI HATI DAN KEPALA”COMMON SENSE”YANG TIDAK AKAN MEMBUAT SAYA MENYESAL..SEBALIK NYA ANDA COBA RALAT KEMBALI TULISAN ANDA..COBA ANALISA KATA DEMI KATA..TARIK KESIMPULANNYA..ITS ALL ABOUT SPORTIF TO BE MANKIND..
jangan khuatir apa saja yn mereka ingin lakukan sudah tidak berhasil,sebab perjuangan gerakan aceh merdehka sudah di akui oleh dunia internasional,jadi apapun rencana reka yasa mereka sudah tak bertepi,dan lagipula pemimpin negara saja sudah mengakui yang membuat kacau saat ini datangnya dari jakarta.
Tahniah dan terimakasih buat polri atas kejayaannya menumpaskan jahanam(teroris),jangan biarkan mereka merusakkan suasana aman damai negara kita tercinta,negara tidak akan maju kalau jahanam(teroris) di biarkan hidup,hapuskan jahanam(teroris) dari bumi indonesia,sekali lagi tahniah dan terimakasih buat polri khasnya polisi sektor leupueng atas kejayaan menangkap dan menghapuskan jahanam(teroris).
kalo anda tanyakan pada rakyat Aceh, apakah mereka cinta dengan tanah airnya, mayoritas mereka tak ragu nutk mngucapkan, I LOVE ACEH ..
Tapi,
coba sebaliknya tanyakan mereka cintakah mereka dengan indonesia??! saya ndri engak yakin ada 20% yg bisa menjawabnya kalo mereka cinta indonesia ..
TAHNIAH KEU UREUNG ACEH
awasi terus media yg santer memberitakan teroris di aceh…jgn sampai mereka menggunakan terminologi “teroris Aceh”,beberapa media nasional berusaha menghubungkan teroris dgn gerakan2 nasinalisme dan identitas KEACEHAN….nyoe kamoe “islam ureng aceh” ken “islam ureng jawa” dan ken “islam ureng Arab”
I LOVE ACEH..INDONESIA GO TO HELL WITH YOURS CORRUPT GOVERNMENT