Berita
TNI AL Bantah Aniaya Syahruddin
BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Pihak Pangkalan TNI Angkatan Laut Sabang membantah tudingan yang menyebutkan bahwa prajurit TNI AL menganiaya Syahruddin, warga Desa Aneuk Laut, saat eksekusi tanah pertengahan bulan lalu.
Bantahan itu disampaikan komandan Lanal Sabang Kolonel Yanuar Hadwiono mengomentari tudingan sejumlah lembaga pemerhati hak asasi yang mengadvokasi Syahruddin dalam kasus sengketa tanah ini.
“Tidak ada pemukulan terhadap warga. Yang ada hanya diamankan sementara dan kemudian dilepas lagi,” kata Yanuar saat dihubungi melalui sambungan telepon selular, Rabu (23/6).
Pekan lalu, Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan Aceh bersama dengan Lembaga Bantuan Hukum Banda ACeh dan Koalisi NGO HAM mengadvokasi kasus sengketa tanah antara Syahruddin dan TNI Angkatan Laut. Kepada lembaga ini, Syahruddin mengaku dianiaya oleh sejumlah prajurit TNI Angkatan Laut saat membongkar paksa rumahnya di Desa Aneuk Laot, Kecamatan Sukakarya, Sabang, medio bulan ini.
Yanuar menyebutkan, pengamanan terhadap Syahruddin dilakukan karena yang bersangkutan mengambil parang di dapur dan mengancam anggota TNI AL.Sehingga terpaksa dibawa sementara oleh anggota ke markas, untuk memudahkan penertiban, kata Yanuar.
Sebelum penertiban aset TNI AL itu dilakukan, kata Yanuar, pihaknya telah menyurati Syahruddin untuk mengosongkan tanah dan rumah. “Sebetulnya yang kita lakukan hanya penertiban aset milik TNI AL,” ujarnya. []
Sent from
It's time for a better tablet!
Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com
Tweet
















diamankan sementara oleh tni sama aja seperti masuk ke neraka di pukul seh enggak tapi di tendang ma di tampar aja jangan kan manusia kambeeng pun tau gimn tni
Indonesia mana bisa menyelesaikan masalah tanpa kekerasan.Makanya Indonesia tidak pernah maju.Dia berfikir tidak menggunakan otak,tapi menggunakan tangan.
jangan main dengan ABRI semua tanah Aceh milik TNI siapa yang melawan di aninyaya sampai mati dasar penjajah.
komentar komandan Lanal, sangat jauh dari realita. dikepala syahruddin ada bekas tusukan sangkur. Syahruddin tidak mungkin membuat laporan bohong. berbohong sama tentara, mau mati. jujur saja juga dihajar, apalagi bohong. rumah Syahruddin dihancurin dengan ditarik pakai truk reo. ini kebiadaban. ini melanggar hukum. harus diselesai secara hukum. negara ini bukan milik tentara.
yang pasti tni itu kaki tangan londo…..seharusnya aceh tidak boleh berdamai dgn kroni belanda,mereka tak pernah uasai dlm edialisme menjajah