Berita

Warga Jantang Bela PT LSM

Oleh: Arman Konadi - 22/04/2010 - 02:08 WIB

ACEH BESAR | ACEHKITA.COM — Setelah lebih dari seratus warga Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, berunjukrasa menuntut penutupan perusahaan penambangan biji besi, PT Lhoong Setia Mining, kini suara berbeda disuarakan warga Jantang, juga dari Kecamatan Lhoong. Warga Jantang meminta agar PT LSM tidak ditutup.

Warga Jantang, seperti dikemukakan Kepala Mukim Cot Jeumpa Lhoong Armansyah, siap melakukan upaya apa pun untuk menggagalkan aksi penutupan PT LSM tersebut.

“Jika perusahaan ini telah menyalahi aturan, tidak perlu mereka. Kami yang akan menutup sendiri,” kata Armansyah kepada wartawan, Rabu (21/4).

Saat memberikan keterangan kepada wartawan, Armansyah didampingi oleh tokoh masyarakat dari delapan desa di Kemukiman Cot Jeumpa, yaitu Kepala Desa Paro, warga Desa Birek, Blang Me, dan Desa Baroh Geunteuet.

Menurut Armansyah, kehadiran PT LSM yang mengeksplorasi biji besi membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar. “Banyak kontribusi yang telah diberikan PT LSM sejak beroperasi empat tahun lalu. Jika ini ditutup, siapa yang memberi makan kami,” kata Armansyah, diamini rekannya yang lain. “Jika ada yang berani menjamin, silakan tutup.”

Kepala Desa Paro Mawardi meminta masyarakat Lhoong untuk bermusyawarah untuk mencari jalan keluar terhadap permasalahan ini. “Kalau warga Blang Me tidak sependapat dengan kami, kita bisa duduk bersama. Tapi jika ditutup, akan berdampak luas,” kata Mawardi.

Menurut dia, hampir 70 persen warga di Kemukiman Cot Jeumpa bekerja di PT LSM. Bahkan, 69 di antaranya terpaksa dipekerjakan tanpa memiliki keahlian apa pun. []


Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com


Share on Tumblr

Slashdot! Netscape! Blinklist! Ma.gnolia! Squidoo! SphereIt! SpURL

Ada 5 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

  1. yusriadi - April 22nd, 2010 - 14:16

    buat armansyah mukim cot jumpa: yang memberi makan bukan lah PT.lsm tapi ALLAH SWT. jangn lah mementingkan diri anda denagn menjual nama rakyat, saudara belum tau betul tentang dampak yang akan di rasakan oleh anak cucu kita kedepan disebab kan oleh penambangan yang tanpa amdal yang jelas, permasalah tanah warga yang belum jelas denagn pembayarannya,anda sudah menklaim bahwa sudar terbayr sampai 450 ha fakta dilapangan semua itu adalah bohong hanya akal2an anda saja,,,,kita bisa hidup walau tanpa tambang,anda saja bisa hidup dari baru lahir sampai ssekarang bukan karna tambang.,maka berpikir lah wahai saudara ku,jangan lagi rakyat jelata yang jadi korban,

  2. Fakhrul Akbar - April 22nd, 2010 - 14:59

    lucu…Armansyah disini disebutkan sebagai warga..tapi di media cetak serambi disebutkan sebagai humas pt. lsm. jadi ini suara humas atau warga??

  3. Warna Jantang - April 23rd, 2010 - 15:09

    Armansyah itu kan bburonan polisi gara2 kasus ilegal loging, kenapa tidak di tankap s?

  4. pojant - April 23rd, 2010 - 17:56

    bak teugoh politiek adu domba. meu kap droe keu droe.

  5. yusriadi - May 6th, 2010 - 12:22

    emang yang peu ancoe nanggroe awak droe,,,,alias na PANGLIMA TIBANG

Posting Komentar Anda

Nama
*)
eMail
*)
Website
Komentar


 
Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Kami berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.