Berita

Warga Lhoong Kembali Minta PT. LSM Tutup

Oleh: Salman Mardira - 18/03/2010 - 19:54 WIB

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Ratusan warga Lhoong, Aceh Besar, berunjukrasa di lokasi pertambangan bijih besi PT. Lhoong Setia Mining (LSM) di Desa Jantan, Kecamatan Lhoong, Kamis (18/3) siang. Mereka mendesak perusahaan itu segera menghentikan operasionalnya.

Menurut Muhajir, juru bicara Komite Masyarakat Lhoong (KML), aksi ini dilakukan karena PT. LSM belum menanggapi tuntutan warga dan penambangan bijih besi di sana juga telah merusak lingkungan.

Dia mengatakan, warga sudah beberapa kali berdialog dengan PT. LSM bahkan melibatkan Pemerintah Aceh. Terakhir di ruang Serba Guna DPR Aceh pertengahan Februari lalu.

Waktu itu, Dewan juga meminta PT. LSM menghentikan sementara operasionalnya untuk menyelesaikan semua kewajibannya dengan masyarakat. “Tapi ini tidak pernah dituruti, mereka masih terus beroperasi siang malam,” kata Muhajir kepada acehkita.com.

PT. LSM, kata dia, belum sepenuhnya menyelesaikan ganti rugi lahan yang dijadikan lokasi penambangan, luasnya sekitar puluhan hektar. Lokasi itu terletak di Kemukiman Blang Me, Geunteut, dan Jantang. “Ada sekitar 10 orang yang belum mendapat ganti rugi. Tapi pengeboman sudah dilakukan,” ujar pemuda Lhoong itu.

Pengeboman untuk meraup bijih besi, lanjut Muhajir, juga sangat meresahkan warga. Di Gampong Jantang, sejumlah sumur warga sudah kering akibat efek dari pengeboman. Sedang di Gampong Geunteut, tak jauh dari Jantang, air sumur warga dalam beberapa bulan terakhir sudah keruh, kekuning-kuningan.

Pihaknya memberi limit waktu seminggu terhitung hari ini kepada PT. LSM untuk menghentikan operasionalnya, kemudian menyelesaikan kewajibannya kepada warga.

Mereka juga meminta perusahaan itu untuk membuat perjanjian baru dengan warga, tentang kewajiban yang harus dilunasi untuk kesejahteraan lingkungan warga. “Jika tidak diindahkan, kami masyarakat Lhoong yang akan menutup paksa PT. LSM,” kecam Muhajir.

Aksi dimulai sejak pukul 12.00 hingga pukul 14.30 WIB ini berlangsung damai. Warga hanya berorasi di lokasi penambangan. Direktur PT. LSM Jeri Patras belum menanggapi aksi ini. []

------
Sent from

It's time for a better tablet!

Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com



Slashdot! Netscape! Blinklist! Ma.gnolia! Squidoo! SphereIt! SpURL

Ada 6 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda

  1. adien - March 18th, 2010 - 22:10

    tututup

  2. poleem - March 19th, 2010 - 09:18

    sudah selayaknya,pemerintah harus turun tangan.apapu alasan nya ,jika rakyat mulai ter-usik maka wail rakyat harus mengambil aksi…

  3. adien - March 19th, 2010 - 10:26

    butoi polem.,,.,.,.,.,.,.,.,…..,.

  4. sakri abdurrahman - March 19th, 2010 - 14:40

    hana payah turon tngan pmerintah…
    lam tangkorak hanya korupsi..
    nang gro hana geutuoh ato…
    nanggro geutanyo hana disilin…
    melanggar sumpah…

  5. poleem - March 20th, 2010 - 15:59

    @SAKRI MEUNYEO MEUNAN TUTOO DROW KEUH,KATREUN JARO DAN AKIE KEUH…TUTOO LAGEE NYAN HAAN AKAN PERNAH TANYOW MAJU..MEURUNOW BACHUT CARA MEU KOMUNIKASI…BEEK GARA2 DROW KEUH ACEH DICAP BANGAI…NA MEUPHOOM?

  6. badron - May 21st, 2010 - 09:57

    kon masa lee tanyo tameudawa, tapi masa nyo tanyo tapeugah haba, pakiban cara hasei lam naggro bek di cok le gop tanyo sengsara. menyo hana meuphom tmita ilme menyo kameutume baro taduk tamita cara. modal cuma kompak bek tamedawa.

Posting Komentar Anda

Nama
*)
eMail
*)
Website
Komentar


 
Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Kami berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.