Berita
WH Razia Busana Ketat di Meulaboh
MEULABOH | ACEHKITA.COM — Wilayatul Hisbah (WH) atau Polisi Syariat Aceh Barat melakukan razia terhadap perempuan berbusana ketat di Jalan Gajah Mada, Meulaboh, Kamis (29/10). Razia ini dilakukan menyusul kebijakan Bupati Aceh Barat Ramli Mansur yang melarang perempuan mengenakan celana panjang jeans ketat.
Kusmanyadi, seorang anggota WH mengatakan, razia ini hanya untuk pembinaan. “Yang melanggar tidak kita tahan, cuma kita beri arahan saja” katanya.
Razia ini sekaligus menyosialisasi kebijakan Bupati setempat tentang larangan memakai celana dan baju ketat bagi perempuan yang akan berlaku mulai tahun depan.
Beberapa perempuan di kota Meulaboh menilai, razia itu hanya mendiskriminasi kaum hawa. Karena yang terkena hanya perempuan. “Sedangkan laki-laki banyak yang tidak shalat Jumat tidak dirazia” kata Nusi (24), seorang ibu rumah tangga di Meulaboh.
Kusmandi mengatakan, pihaknya siap dicemooh warga dalam menegakkan aturan syariat. “Yang baik memang tak selalu diterima,” tukasnya. []
Akses ACEHKITA.COM versi mobile melalui telepon selular, iPhone, BlackBerry, Android, dan tablet Anda di alamat: m.acehkita.com
Tweet
















hi tgk berapa hari enak makan
nyan pak bupati be continue beugh… bek sampoe watee mangat angen menteng…
sebaiknya yg diberi sanksi bkn si wanitanya saja, tp jg orang tuanya, atau suaminya bagi yg udah kawin. krn mereka jg salah telah membiarkan perempuannya mengobral aurat didepan umum. saya dukung bupati dan WH A.Barat 1000%. harusnya daerah lain mencontohnya
Lucu juga ya…kalau gitu macam kata ibu NUSI..hehehe orang laki-laki yang enggak sholat jum’at itu peting sekali…Faisal sokong kata dia sebab slalu berpihat perempuan…laki-laki pun di terapkan itu saja jadi adil aturanya yakan..??
kenapa hrus perempuan yg dipojokkan, pdahal laki2 sngat membutuhkan perempuan. jgn munafik, jgn jdikan perempuan sbagai pelampiasan kesalahan. Kenpa celana pnjang hrus dijadikan permasalahan, pdhal celana pnjang sudah menutup aurat, jamaah haji perempuan aja memakai celana panjang, tlg ditelaah lebih jauh pak BUPATI A.Barat…!!
kebijakan bupati terlalu berat, urusan pakaian itukan urusan pribadi, sebagai seorang bupati tak perlu memberi kebijakan paksa seperti itu, seluruh aceh cuma aceh barat yg seperti itu, itu artinnya kebijakannya tidak mendapat dukungan dari daerah lain, lagian syariat islam bukan dipakaian tapi diakhklak dan budi pekerti yang islami, yang kaffah, jangan pahami islam secara teks, islam agama yg universal pak….. rahmatan lil’alamin
RAMLI MEMANG IDIOT !!! JANGAN KAU URUS PAKAIAN ORANG !!! URUS ITU KORUPTOR-KORUPTOR DI KIRI DAN KANAN MU !!!