Connect with us

CITIZEN | Besarnya Peluang Berdakwah di Taiwan

Berita

CITIZEN | Besarnya Peluang Berdakwah di Taiwan

ALHAMDULILLAH, tiga bulan sudah saya berada di Taiwan untuk melanjutkan studi S3 di jurusan Institute of International Management di National Cheng Kung University (NCKU) di Kota Tainan, Taiwan bagian Selatan. Banyak hal yang menarik perhatian saya selama berada di negara yang memperingati hari kemerdekaannya pada 10 Oktober.

Hal pertama adalah Taiwan merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk beragama Islam yang sedikit. Data 2007, pemeluk Islam di Taiwan hanya 0,3 persen atau sekitar 45.000 orang. Angka ini menjadikan mereka sebagai minoritas di sini. Hal ini juga dapat terlihat dari minimnya jumlah masjid di Taiwan yang hanya berjumlah 6 masjid yang tersebar di ujung utara hingga ujung selatan negeri ini.
Dikarenakan jumlah muslim yang sedikit, maka mendapatkan makanan yang halal menjadi tantangan tersendiri bagi muslim di sini, khususnya bagi mereka yang sedang merantau baik yang sedang melanjutkan kuliah maupun yang mencari nafkah. Cara yang paling aman adalah memasak sendiri dari pada membeli di warung makan karena hampir di seluruh warung makan di sini menyediakan menu daging babi. Makanya penting bagi seseorang yang beniat menetap di Taiwan ataupun di negara minoritas muslim lainnya untuk membekali diri dengan kemampuan memasak walaupun dengan menu yang sangat sederhana.

Karena muslimnya sedikit, maka nilai kekompakan antarsesama umat Islam sangat tinggi. Sekedar informasi, para mahasiswa muslim Indonesia di Taiwan, tergabung dalam sebuah wadah organisasi bernama Formmit (Forum Mahasiswa Muslim Indonesia di Taiwan).

Kekompakan mahasiswa yang tergabung dalam Formmit bisa dilihat tatkala para mahasiswa muslim yang kuliah di NCKU berhasil melobi pihak asrama untuk menyediakan tempat salat bagi mahasiswa muslim. Akhirnya pihak dormitory mengizinkan sebuah ruang terbuka di lantai tiga asrama untuk dijadikan sebagai masjid yang cukup mengakomodir sekitar 60 orang jemaah.

Setelah itu, para mahasiswa muslim di sini pun bergotong royong menjadikan masjid tersebut nyaman bagi siapapun untuk beribadah seperti bekerja sama membersihkan dan merapikan masjid, menyediakan kelengkapan salat seperti tikar, sajadah dan mukena, mengumpulkan dana swadaya mahasiswa untuk merenovasi atap masjid, dan lainnya.

Alhamdulillah masjid yang terletak di ShengLi 6 asrama mahasiswa NCKU pun kini ramai dikunjungi mahasiswa muslim yang tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga dari negara-negara lainnya seperti Bangladesh, Iran, Mesir, Gambia dan India.
Untuk informasi saja, pada Hari Raya Idul Adha yang lalu, di masjid ini juga didakan salat id yang dihadiri sekitar 40 orang jemaah. Menurut beberapa mahasiswa yang sudah lama menetap di sini, hal ini merupakan catatan sejarah tersendiri bagi kehidupan para mahasiswa muslim, karena itu merupakan pertama kali salat hari raya diadakan di asrama mahasiswa NCKU.

Hal menarik berikutnya adalah ternyata banyak orang di Taiwan yang belum mengenal Islam. Kalaupun pernah mendengar Islam, itu dari sumber yang keliru yang tidak menggambarkan Islam sebagaimana mestinya. Dalam beberapa kesempatan, saya pernah berdiskusi tentang Islam dengan beberapa mahasiswa non-muslim dan terlihat jelas keawaman mereka tentang agama ini.

Hal-hal mendasar yang sering mereka tanyakan seperti masalah salat, jilbab, dan makanan halal menunjukkan bahwa mereka memang benar-benar awam, polos dan tidak tahu akan hal tersebut. Persoalan yang diajukan pun jauh dari kesan ngetes atau debat kusir yang tak ada ujung pangkalnya, sebagaimana sering ditemukan bila berdiskusi dengan orang-orang non-muslim yang sudah mengenal Islam.

Di sinilah peran seorang mahasiswa muslim dituntut untuk mendakwahkan atau menyampaikan Islam yang sebenarnya. Sebagaimana pesan Rasulullaah S.a.w kepada umatnya untuk menyampaikan ajaran Islam walau satu ayat. Dengan kata lain, mendakwahkan Islam menjadi tanggung jawab setiap muslim walaupun dengan kapasitas ilmu yang masih terbatas. Asalkan, apa yang disampaikan itu memiliki dasar rujukan yang jelas dari sumber-sumber yang bisa dipertanggungjawabkan sambil terus membekali diri dengan ilmu keislaman yang cukup memadai.

Saya sangat menganjurkan bagi setiap mahasiswa Aceh yang ingin atau sedang kuliah di luar negeri khususnya di negara yang minoritas muslim untuk membekali diri dengan kemampuan menjadi imam, khatib dan mengaji, ditambah lagi dengan kemampuan berkomunikasi dengan bahasa setempat. Insya Allah semua kemampuan tersebut akan termanfaatkan. Trust me, it works!

Ada sebuah kisah menarik yang memiriskan hati yang saya temukan selama berada di Taiwan. Beberapa waktu yang lalu, saya berkenalan dengan seorang mahasiswa NCKU yang berasal dari Eropa timur.

Bahagia rasanya ketika mengetahui bahwa dia adalah seorang muslim, karena dia keturunan Bosnia. Tapi rasa bahagia itu berubah seketika dalam sekejap mata tatkala dia mengatakan tidak bisa salat dan membaca Al-Quran padahal umurnya sudah menginjak 26 tahun. Menurut pengakuannya hal ini disebabkan karena faktor lingkungannya yang tidak mendukung ia untuk mendalami Islam secara benar.
Syukurnya ia adalah pribadi yang selama ini mencari-cari seseorang yang bisa mengajarinya hal-hal mendasar dalam Islam seperti salat dan mengaji. Maka berangkat dari pesan Rasulullah di tiga hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Ahmad tentang permasalahan umat, saya menawarkan diri untuk mengajarkannya sebatas ilmu yang saya miliki.

Alhamdulillaah, berbekal sebuah kitab Iqra kiriman dari salah seorang teman di kampus lain, sekarang kami memiliki jadwal rutin tiga kali seminggu untuk belajar salat, mengaji, dan mempelajari ilmu-ilmu dasar keislaman lainnya. Demikianlah indahnya berdakwah di rantau. Semoga ini bisa menjadi pelecut semangat bagi setiap mahasiswa muslim dimanapun berada untuk turut serta mengharumkan nama Islam di bumi Allah. [c]

TAUFIK MAULANA, Penerima beasiswa Pemerintah Aceh 2012. Mahasiswa National Cheng Kung University, Taiwan

Continue Reading
Baca juga...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Berita

To Top