Besok, MK Gelar Sidang Gugatan TA Khalid

3
774

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia akan menggelar sidang perkara gugatan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah Aceh yang diajukan T.A Khalid dan Fadhlullah, Rabu (26/10). Kedua warga Aceh ini menggugat surat keputusan Komisi Independen Pemilihan Aceh tentang tahapan pemilihan.

Mahkamah Konstitusi pada situsnya menyebutkan, gugatan yang akan disidang besok yaitu perkara No 108/PHPU.D-IX/2011 tentang perselisihan hasil pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah Aceh 2011. T.A Khalid dan Fadhlullah akan didampingi kuasa hukum mereka, Mukhlis dan Safaruddin. Sementara yang digugat adalah KIP Aceh.

Agenda sidang besok yaitu pemeriksaan perkara.

Pekan lalu, T.A Khalid dan Fadhlullah mendaftarkan gugatan penyelenggaraan pilkada ke Mahkamah Konstitusi. Mereka mempersoalkan tahapan pilkada yang dinilai tidak sesuai dengan aturan.

Khalid dan Fadhlullah menuding KIP Aceh tidak berpedoman pada Peraturan KPU No 09/2010. “Seharusnya tahapan itu dilaksanakan 210 hari sebelum hari pemungutan suara. Namun hal ini tidak menjadi pedoman bagi KIP Aceh,” kata Khalid kepada acehkita.com.

Akibat tak terpenuhinya masa tahapan pilkada, Khalid mengaku tidak bisa mendaftarkan diri sebagai bakal calon gubernur Aceh. Untuk itu, Khalid meminta Mahkamah Konstitusi membatalkan tahapan pilkada Aceh. []

3 COMMENTS

  1. […] sebagai “mantan petinggi GAM” oleh wakil ketua umum Gerindra Fadli Zon (2013) –menggugat SK KIP Aceh mengenai tahapan Pilkada Aceh 2012 yang membuat dia tak bisa mendaftar menjadi…; MK memutuskan bahwa KIP harus memperpanjang masa pendaftaran (2011) LHKPN 2006, sebagai Ketua DPRD […]

  2. DPRA sudah hilang marwahnya dimata masyarakat Aceh. Dalam kurun waktu ini, DPRA tidak ada kerjaan yang bermanfaat satupun untuk rakyat hanya mengintiminasi dan kerecokan antar elit goblok . Menhabiskan biaya anggaran APBD Aceh hanya untuk proyek partai aceh prak…. bubarkan PA segera! Pak Irwandi, saya dukung anda agar jangan ikut bagian di kolompok preman di gedung DPRA itu. Rapat itu sudh jelas tidak berguna sama sekali hanya mengjustice anda!

  3. makamah kontitusi harus bertanggung jawab atas situasi yang tejadi di aceh….kami akan menuntut referendum….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.