Connect with us

Buka Festik 2017, Wagub Ajak Relawan TIK Bantu Program Pemerintah Aceh

Aceh

Buka Festik 2017, Wagub Ajak Relawan TIK Bantu Program Pemerintah Aceh

ACEHKITA.COM | BANDA ACEH – Festival TIK 2017 dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah di Gedung AAC Dayan Dawood Unsyiah, Selasa 19 September 2017. Kegiatan tahunan itu diikuti oleh ratusan relawan TIK dari 34 provinsi di Indonesia.

Pembukaan dilakukan dengan cara penabuhan rapai secara serentak oleh Wakil Gubernur, Perwakilan Kementerian Komunikasi dan Informasi, Rektor Unsyiah dan sejumlah praktisi IT lainnya.

Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan relawan TIK sangat bermanfaat untuk mengurangi konten-konten negatif di internet.

Selain itu, Pemerintah Aceh berencana akan mengikut sertakan relawan TIK Aceh untuk mendukung dan menjalankan program Sistem Informasi Aceh Terpadu (SIAT).

“Kita belum punya format dan belum kebayang SIAT itu seperti apa, makanya nanti kami akan minta advokasi teknologi dari relawan,” kata Nova kepada wartawan.

Sehingga, lanjut Nova, format dan sistem yang akan digunakan benar-benar aktif untuk menunjang semua gerak pemerintahan Aceh.

Sementara, Ketua Umum Relawan TIK Indonesia, Fajar Eri Dianto mengungkapkan alasan kenapa Aceh dipilih sebagai tuan rumah festival tahunan ke-7 itu.

“Karena Aceh berani, saat pemerintah mencanangkan desa.id untuk website desa, tapi teman-teman relawan TIK Aceh tetap menggunakan gampong.id,” ujarnya kepada acehkita.com.

Fajar menambahkan bahwa tindakan pihak relawan TIK Aceh memang mengubah aturan di kementerian. Namun pihaknya akan segera mengusulkan terkait hal itu.

“Pemerintah daerah mendukung, juga memayungi gampong.id tetap jalan. Ini merupakan sebuah inovasi yang dilakukan oleh relawan TIK Aceh,” kata Fajar. Aceh saat ini telah berhasil mewebsitekan sebanyak 65% website desa.

Relawan TIK, kata Fajar, hanya relawan yang independen untuk mendampingi masyarakat dalam penggunaan teknologi.

“Perbedaan kami dengan komunitas lain adalah kami jadi punya kewajiban melakukan sesuatu tindakan pendampingan tanpa harus membuat komitmen dengan pemerintah.” kata Fajar. []

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Aceh

To Top