Berita

by -
0 14
BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Mahmudsyah alias Ayah Mud, panglima muda Komite Peralihan Aceh dan kader Partai Aceh, dikabarkan berhasil kabur dari sekapan kelompok bersenjata Din Minimi, Jumat (27/3/2015).

Informasi yang diperoleh acehkita.com dari sumber aparat keamanan menyebutkan, Ayah Mud berhasil melarikan diri setelah kelompok Din Minimi terdesak akibat operasi yang dilancarkan TNI dan Polri hampir sepekan ini di Aceh Utara. Operasi tersebut bertujuan untuk mencari penculik dan penembak dua intel Kodim Aceh Utara di Kecamatan Nisam Antara.

by -
0 197
Radzie/ACEHKITA.COM
JAKARTA — Kasus penculikan yang berujung pada pembunuhan dua intel Kodim Aceh Utara menyedot perhatian publik. Belum diketahui pasti motif penembakan dua intel tersebut. Namun, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebutkan, kasus tersebut dilatari faktor narkoba.

Wapres Jusuf Kalla meminta penjelasan Kepolisian Republik Indonesia terkait penembakan dua intel Kodim tersebut. Apalagi, ada pihak yang menghubungkan pelakunya dengan teroris.

by -
0 229
Batu Bacan Si Mata Biru Geureutee, Lamno, Aceh Jaya. | FOTO: Radzie/ACEHKITA.COM
BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Pamor batu alam tengah naik daun di Aceh. Di sejumlah kabupaten, banyak warga beralih profesi menjadi pencari batu alam yang menjadi sumber ekonomi baru. Meski begitu, eksploitasi batu alam dinilai tidak berpotensi merusak hutan dan lingkungan.

Hal itu mencuat dalam seminar bertajuk Eksploitasi Batu Alam terhadap Kelestarian Hutan dan Lingkungan yang digelar Komunitas Pemuda Peduli Aceh Sejahtera di Banda Aceh, Jumat (27/3/2015). Seminar itu menghadirkan Ketua Gabungan Pecinta Batu Alam Aceh Nasrul Sufi, Kepala Dinas Kehutanan Aceh Husaini Syamaud, Kepala Seksi Pembinaan dan Pengawasan Dinas Pertambangan dan Energi Sugeng Jarot, dan Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Muhammad Nur.

by -
0 400
Dok. Pribadi
BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Senator Aceh, Fachrul Razi, mengecam pernyataan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu yang menyebutkan bahwa daerah operasi militer bisa saja diberlakukan lagi bila terus terjadi kekerasan terhadap TNI di Aceh.

Penyataan Menhan, sebut Fachrul Razi, justru akan memperkeruh suasana dan kembali membuka luka lama rakyat Aceh. Pernyataan Menhan di media dinilai masih menerapkan pendekatan militeristik.

by -
0 137
BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Sedikitnya 400-an warga perkampungan di sekitar PT Pupuk Iskandar Muda mengalami keracunan gas amoniak milik perusahaan tersebut.

Gas amoniak itu diduga berasal dari kebocoran pipa buangan di Desa Tambon Baroh dan Tambon Tunong, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Jumat (27/3/2015) siang.

by -
0 280

JAKARTA — Presenter Olga Syahputra meninggal pada usia 32 tahun di sebuah rumah sakit di Singapura, Jumat (27/3/2015) sore.

Kabar duka ini disampaikan oleh manajer Olga, Mak Vera, melalui wawancara via telepon dengan Net TV dalam siaran langsung Breaking News. 

by -
0 349

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Seorang putra Singkil Utara, Sadri Ondang Jaya, menulis buku untuk generasi muda yang berjudul “Singkil dalam Konstelasi Sejarah Aceh”. Buku itu diterbitkan FAM Publishing, Divisi Penerbitan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia.

Sadri yang pernah menjadi Kabag Humas, Protokoler, dan Infokom di Sekdakab Aceh Singkil, menyebutkan bahwa buku yang ditulisnya mengisahkan tentang kehebatan dan kejayaan Singkil di masa lalu dan hubungannya dengan kejayaan Kerajaan Islam Aceh Darussalam.

“Buku ini memaparkan dengan jernih kronika dan heroik perang antara pasukan Belanda dan rakyat Singkil. Sehingga memunculkan pahlawan-pahlawan kesuma bangsa termasuk sosok pahlawan wanita, Siti Ambia,” kata Sadri dalam siaran pers yang diterima acehkita.com, Jumat (27/3/2015).

Buku setebal 304 halaman ini juga mengisahkan pernak-pernik dan dinamika, falsafah hidup orang Singkil dan sejarah Kerajaan Singkil.  Selain itu, buku tersebut mengungkap kisah dua ulama ternama yaitu Syekh Hamzah Fansuri dan Syekh Abdurrauf. Keduanya adalah putra Singkil.

“Kedua ulama ini sangat berpengaruh di Kerajaan Islam Aceh Darussalam. Merekalah yang menata peradaban dan kehidupan sosial kemasyarakatan plus budaya di kerajaan yang pernah dipimpin Sultan Iskandar Muda, sehingga kerajaan itu, menjadi kerajaan Islam terbesar di dunia,” jelas Sadri.

Sadri lahir di Gosong Telaga Selatan, Singkil Utara, Aceh Singkil pada 12 Agustus 1969. Pekerjaannya adalah guru. Karena kurang “serasi” menjadi birokrat, apalagi tidak sesuai dengan latar belakang ilmunya, dia memilih kembali menjadi pelayan guru dan murid di kelas dan di luar kelas.

“Sepertinya melayani murid lebih enjoy dan menyenangkan,” ujarnya.

Laki-laki yang selalu berpenampilan sederhana ini tidak pernah diam. Ia tergolong aktif dan kreatif. Hobinya selain membaca juga menulis. Karena hobi itulah, acapkali tulisannya dimuat di berbagai media. Tulisannya mulai dari ada cerpen, opini hingga essay. []

RILIS

by -
0 248
BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Senjata milik Brigadir Dua Said M. Riza dirampas bandar narkoba di Desa Beungga, Kecamatan Tangse, Pidie, Rabu (25/3/2015). Senjata itu diduga masih berada di tangan bandar narkoba.

Kepala Kepolisian Resort Pidie AKBP Muhajir menyebutkan, senjata jenis revolver dirampas saat Bripda Said M. Riza menyamar menjadi pembeli ganja pada AJ dan NS, dua bandar narkoba di Tangse.

by -
0 422
BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Kepolisian Resort Pidie telah mengidentifikasi dua bandar narkoba yang merampas senjata dan menembak anggota kepolisian di Kecamatan Tangse. Hingga kini, polisi masih memburu kedua pelaku.

Kepala Kepolisian Resort Pidie AKBP Muhajir menyebutkan, kedua bandar narkoba tersebut berinisial AJ dan NS. “Mereka penduduk Tangse,” ujar Kapolres kepada acehkita.com, Jumat (27/3/2015).

by -
0 495
Zul/ACEHKITA.COM
BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Kepolisian Aceh belum mampu mengungkap dan menangkap pelaku penculikan dan penembakan dua anggota intelijen Kodim 0103 Aceh Utara beberapa waktu lalu. Polisi berharap warga membantu memberikan informasi jika mengetahui keberadaan kelompok bersenjata tersebut.

“Yang mengetahui keberadaan kelompok bersenjata, sekecil apa pun, tolong informasikan ke kami,” kata Kepala bidang Humas Polda Aceh AKBP Saladin di Banda Aceh, Kamis (26/3/2015).