Feature
Para Penjaga Ulu Masen
Oleh: M. Hamzah Hasballah - 14/12/2011 - 08:47 WIB
Setelah lama menguras hutan, eks pasukan dan para pembalak itu, kini beralih kerja menjadi penjaga Ulu Masen. Harapan keselamatan gunung di bagian utara Aceh itu kini sebagaian berpangku di pundak mereka. Bisnis Ilegal Satwa Liar di Iskandar Muda [2]
Oleh: Muhammad Hamzah Hasballah - 16/11/2011 - 17:44 WIB
Bisnis Ilegal Satwa Liar di Iskandar Muda [1] LEBIH lanjut, Ali menjelaskan, BKSDA Bandara SIM kesannya seperti tidak mempunyai tempat penangkaran burung, sehingga banyak burung yang mati. “Saya dengar dari Nabil, sebagian burung mati, kemudian ada yang dibagi-bagikan ke kawan, dan ada yang dijual ke toko Ahmad Jaya, Bisnis Ilegal Satwa Liar di Iskandar Muda [1]
Oleh: Muhammad Hamzah Hasballah - 16/11/2011 - 14:34 WIB
PAGI yang hening mendadak riuh pada Rabu, 26 Juni lalu. Tiga box plastik berisi 40 pipa paralon tertinggal di kargo Lion Air. “Isinya burung Kacer,” kata Nabil, pengirim barang, kepada petugas security Bandara Sultan Iskandar Muda sambil ia memperlihatkan seekor Kacer. Kisah Suram Pendidikan di Meulingge
Oleh: M. Hamzah Hasballah - 03/11/2011 - 11:21 WIB
JAUH-JAUH HARI, Siti Zulaikha telah berencana berkunjung ke Meulingge, desa terluar bagian barat Indonesia, di ujung kepulauan Pulo Aceh, Aceh Besar. Tapi, situasi cuaca yang tak menentu membuat ia mengurungkan niatnya. Kamis (20/10) lalu, akhirnya cita-citanya tercapai. Dengan menumpang boat nelayan, perempuan 20 tahun ini akhirnya berangkat ke Meulingge, melalui Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lampulo, [...] “Perang Nessen” di Bukit Mas
Oleh: M. Hamzah Hasballah - 01/10/2011 - 11:51 WIB
PERANG tengah membuncah. Salak senapan silih berganti dari dua arah. “Itu Indonesia,” salah satu tentara ‘tanpa seragam’ berujar. Suaranya berburu dengan letusan senjata. “Bek beudoeh, bek beudoeh (jangan bangun, jangan bangun),” dia memberi perintah sambil merangsek terus maju. Sekolah Alam untuk Anak Pemulung [1]
Oleh: Husnul Khatimah Adnan - 18/09/2011 - 07:53 WIB
BOCAH perempuan itu berhenti sejenak, berpikir apa yang harus dilafalkannya. Sesekali ia memandang ke langit. Sementara jarinya tetap setia di atas lembaran kitab suci itu. Perang Rakyat di Malam Lebaran
Oleh: Muhammad Hamzah Hasballah - Pidie - 02/09/2011 - 15:03 WIB
KEHENINGAN pecah ketika perang itu terjadi. Di bantaran sungai yang tenang, kedua kubu saling menyerang, melepaskan tembakan. Suara ledakan menggema. Sayang, tak ada yang mengenai sasaran. Hanya suara teriakan, tepuk tangan, dan riuh yang terdengar. Saat Ikhlas Tak Lagi Tertawa
Oleh: Husnul Khatimah - 21/08/2011 - 14:21 WIB
“KAK IMAH, Ikhlas pukul aku terus dari tadi,” sambil berusaha berhindar, Alex memikik tertahan. Ia berlari ke arah saya. Sesaat, Alex terus mengeluh, suaranya mulai meninggi. Dentuman pukulan botol air mineral kosong yang menyentuh tangan dan kaki Alex,terdengar keras. Sarah, Si Pembawa Baki Merah Putih
Oleh: Husaini - 19/08/2011 - 16:16 WIB
“INI KESEMPATAN bagi saya berhadapan langsung dengan orang nomor satu di Aceh,” sebut Sarah. Ya. Perempuan bernama lengkap Sarah Nabila Yasmin termasuk beruntung. Dia dipercayakan sebagai pembawa baki bendera duplikat merah putih pada upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-66, Rabu, 17 Agustus 2011, di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh. Ibarat Orang Pacaran
Oleh: Fakhrurradzie Gade - 15/08/2011 - 17:35 WIB
“FARID,” kata Perdana Menteri Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Malik Mahmud, “saya percaya kamu. Tapi saya belum percaya Jakarta.” Farid tersentak. Belum lagi negosiator mewakili Indonesia itu memberi jawab, Malik berujar, “Saya belum percaya sama orang yang berbaju hijau.”