<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ACEHKITA.COM : Aceh News Agency &#187; Lifestyle</title>
	<atom:link href="http://www.acehkita.com/category/lifestyle/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.acehkita.com</link>
	<description>acehkita.com : Aceh News Agency</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Mar 2010 06:24:18 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>101 Personel TNI AU Terjun Payung</title>
		<link>http://www.acehkita.com/berita/101-personel-tni-au-terjun-payung/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/berita/101-personel-tni-au-terjun-payung/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 03:08:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/?p=10257</guid>
		<description><![CDATA[BLANG BINTANG &#124; ACEHKITA.COM &#8212; Sebanyak 101 prajurit Kompi H Paskhas Sultan Iskandar Muda dan Kompi G Paskhas Lhoksumawe, melakukan atraksi terjun payung di Pangkalan TNI Angkatan Udara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, Sabtu (20/2) pagi. 
Menurut Komandan Kompi H Paskhas Lanud SIM Kapten Sus Firdaus, penerjun diterbangkan dengan pesawat Hercules A.1305 yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BLANG BINTANG | ACEHKITA.COM &#8212; Sebanyak 101 prajurit Kompi H Paskhas Sultan Iskandar Muda dan Kompi G Paskhas Lhoksumawe, melakukan atraksi terjun payung di Pangkalan TNI Angkatan Udara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, Sabtu (20/2) pagi. </p>
<p>Menurut Komandan Kompi H Paskhas Lanud SIM Kapten Sus Firdaus, penerjun diterbangkan dengan pesawat Hercules A.1305 yang sehari sebelumnya didatangkan dari Lanud Saleh Malang, Jawa Timur. </p>
<p>Sekitar pukul 8 pagi pesawat langsung menerbangkan para penerjun dengan ketinggian 1.500 kaki (feet). Mereka diterjunkan dengan 2 sortie. Penerjuan diawali oleh Mayor Psk I Putu Pasek, kepala Dinas Operasi Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda, disusul beberapa penerjun lainnya. </p>
<p>Kegiatan yang memacu adrenalin ini memukau penonton yang hadir, ditambah dengan atraksi 5 peterjun payung olah raga (TPO) dari Kompi H Lanud Sultan Iskandar Muda. </p>
<p>Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda Sungkono mengatakan, Kegiatan ini dilaksanakan sebagai ajang promosi potensi dirgantara kepada masyarakat luas dan latihan rutin untuk memebentuk kesiapan prajurit menghadapi kondisi di medan tempur.</p>
<p>”Kegiatan ini sebagai penyegaran dan me-maintenance kulafikasi dari pasukan payung,” kata Sungkono. []</p>
<p><font color=red><i><b>Akses acehkita.com melalui telepon selular Anda. Kujungi http://m.acehkita.com/</i></b></font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/berita/101-personel-tni-au-terjun-payung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gay &amp; Lesbi Minta tak Dikucilkan</title>
		<link>http://www.acehkita.com/berita/gay-lesbi-minta-tak-dikucilkan/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/berita/gay-lesbi-minta-tak-dikucilkan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 18:47:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/?p=9610</guid>
		<description><![CDATA[BANDA ACEH &#124; ACEHKITA.COM &#8212; Sejumlah warga yang tergabung dalam kelompok LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) di Banda Aceh berharap, masyarakat tidak menunjukkan sikap diskriminasi terhadap mereka. Pasalnya, hingga saat ini warga yang tergolong dalam kelompok LGBT merasa kesulitan jika akan beraktivitas.
Sherly, seorang waria di Banda Aceh, mengaku sering mendapat tindak kekerasan dari kelompok [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANDA ACEH | ACEHKITA.COM &#8212; Sejumlah warga yang tergabung dalam kelompok LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) di Banda Aceh berharap, masyarakat tidak menunjukkan sikap diskriminasi terhadap mereka. Pasalnya, hingga saat ini warga yang tergolong dalam kelompok LGBT merasa kesulitan jika akan beraktivitas.<span id="more-9610"></span></p>
<p>Sherly, seorang waria di Banda Aceh, mengaku sering mendapat tindak kekerasan dari kelompok masyarakat, bahkan termasuk dari aparat keamanan. “Saya pernah dipukul, terus melapor ke polisi tapi tak dipedulikan, padahal mereka penegak hukum. Apakah kami tidak berhak mendapat perlindungan hukum?” tanya Sherly. </p>
<p>Hal ini terungkap dalam sebuah diskusi penegakan hak asasi bagi kelompok LGBT, yang diselenggarakan di sebuah café di Banda Aceh, selasa lalu.</p>
<p>Iriantoni, technical advisor violet grey, suatu lembaga yang menaungi kelompok LGBT, mengatakan, bahwa mau tidak mau masyarakat harus memahami bahwa warga LGBT memang ada dan menjadi bagian dari masyarakat. </p>
<p>“Secara kemanusiaan, kita semua sama, dan memiliki hak yang sama juga. Mungkin memahami ini memang tidak mudah, namun harus dicoba untuk diimplementasikan,” kata Toni.</p>
<p>Menurut Toni, di Indonesia sudah lahir sebuah prinsip yang disebut sebagai prinsip Yogyakarta, dimana di dalam prinsip ini sudah ditegaskan sebuah standar hukum internasional dalam penerapan hak asasi manusia yang terkait dengan orientasi seksual dan identitas gender. </p>
<p>“Prinsip ini ditelurkan di Yogyakarta pada Maret 2007 lalu, dan ditandatangani oleh 29 negara, dan ini sudah mengikat serta harus dipatuhi,” kata Toni.</p>
<p>Senada dengan itu, Azriana Manalu, aktivis Relawan Perempuan untuk Kemanusiaan (RPuK), mengatakan, negara seharusnya mengutuk adanya diskriminasi dan melarang segala bentuk diskriminasi. </p>
<p>“Dalam undang-undang dasar kita disebutkan ada hak berkeluarga, hak atas kepastian hukum dan keadilan serta hak bebas dari ancaman, diskriminasi dan kekerasan, dan tentunya ini berlaku untuk semua warga negara,” tegasnya. </p>
<p>Tapi, tambah Azriana, sangat disayangkan hak-hak asasi ini masih dilanggar di Indonesia, padahal ini adalah jaminan konstitusi. []</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/berita/gay-lesbi-minta-tak-dikucilkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>102</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tidur Bisa Bikin Langsing?</title>
		<link>http://www.acehkita.com/lifestyle/tidur-bisa-bikin-langsing/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/lifestyle/tidur-bisa-bikin-langsing/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 18:47:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/?p=7969</guid>
		<description><![CDATA[ACEHKITA.COM &#8212; Tidur ternyata bukan hanya mengistirahatkan tubuh dan pikiran, tetapi juga ampuh untuk menurunkan berat badan. Karena itu, kalau ingin menurunkan berat badan, sebaiknya Anda mengurangi waktu begadang. Itulah hasil penelitian dari para ilmuwan di America’s Sleep Disorder Center, University Emory.
Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa binatang dan manusia yang mengalami pengurangan jam tidur akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ACEHKITA.COM &#8212; Tidur ternyata bukan hanya mengistirahatkan tubuh dan pikiran, tetapi juga ampuh untuk menurunkan berat badan. Karena itu, kalau ingin menurunkan berat badan, sebaiknya Anda mengurangi waktu begadang. Itulah hasil penelitian dari para ilmuwan di America’s Sleep Disorder Center, University Emory.<span id="more-7969"></span></p>
<p>Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa binatang dan manusia yang mengalami pengurangan jam tidur akan memiliki nafsu makan yang meningkat. Akibatnya mereka akan makan lebih banyak. Akhirnya, berat badan pun melambung. Memang saat terjaga mereka menggunakan sejumlah kalori. Namun, kurang tidur membuat mereka makan lebih banyak, sehingga kalori yang masuk lebih besar daripada yang dibutuhkan tubuh. []</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/lifestyle/tidur-bisa-bikin-langsing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Biografi Mustafa Abubakar Diluncurkan</title>
		<link>http://www.acehkita.com/berita/biografi-mustafa-abubakar-diluncurkan/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/berita/biografi-mustafa-abubakar-diluncurkan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 19:01:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/?p=7552</guid>
		<description><![CDATA[BANDA ACEH &#124; ACEHKITA.COM &#8212; Buku &#8216;Berani tidak Populer&#8217; diluncurkan di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Jumat (13/11) malam. Buku ini menceritakan biografi Menteri Negara BUMN, Mustafa Abubakar, dan kisahnya dalam menjalankan tugasnya selama menjadi penjabat Gubernur Aceh, 2005-2006.
Sosiolog Aceh, Humam Hamid, mengatakan, Mustafa berhasil mengolah biografinya dari kecil hingga menjadi seorang pemimpin yang bijak, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANDA ACEH | ACEHKITA.COM &#8212; Buku &#8216;Berani tidak Populer&#8217; diluncurkan di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Jumat (13/11) malam. Buku ini menceritakan biografi Menteri Negara BUMN, Mustafa Abubakar, dan kisahnya dalam menjalankan tugasnya selama menjadi penjabat Gubernur Aceh, 2005-2006.<span id="more-7552"></span></p>
<p>Sosiolog Aceh, Humam Hamid, mengatakan, Mustafa berhasil mengolah biografinya dari kecil hingga menjadi seorang pemimpin yang bijak, dengan sangat lugas.</p>
<p>Mustafa, kata dia, telah membuktikan kepemimpinannya dalam masa transisi Aceh dan penuh gejolak, karena saat itu, bencana baru saja menimpa provinsi ini.</p>
<p>&#8220;Membaca buku ini kita seperti tenggelam ke suatu masa sulit, di mana Pak Mustafa sebagai pemain,&#8221; kata Humam, mengulas isi buku.</p>
<p>Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf bependapat, buku &#8216;Berani tidak Populer&#8217; menjadi pemicu semangat bagi pembacanya. &#8220;Buku ini bisa jadi pemicu semangat bagi pembaca, bagaimana memimpin,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Buku setebal 625 halaman ini ditulis dua jurnalis di Jakarta, Rusdiono Mukri dan Mujianto, serta diedit oleh Fachry Ali.</p>
<p>Selain menyajikan cerita, buku ini juga diwarnai dengan gambar-gambar aktifitas Mustafa selama memimpin Aceh.</p>
<p>Dalam buku, Mustafa juga mengungkap fakta unik, yang ia sebut sebagai misteri angka 1.</p>
<p>Menurutnya, angka 1 adalah sifat Allah, yaitu Esa. &#8220;Dalam menjalan amanah saya selalu meminta petunjuk dari Allah,&#8221; kata dia.</p>
<p>Sebelum peluncuran buku, lelaki asal Meureudu, Pidie Jaya, ini dipeusijuek bersama istrinya oleh pemuka adat di Aceh, sekaligus mengucapkan selamat atas terpilihnya sebagai satu-satunya putra Aceh di kabinet SBY-Boediono. Ini kepulangan pertamanya usai ditunjuk sebagai menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid II. []</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/berita/biografi-mustafa-abubakar-diluncurkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aceh Rebut Runner-Up 2 Putri Pariwisata</title>
		<link>http://www.acehkita.com/berita/aceh-rebut-runner-up-2-putri-pariwisata/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/berita/aceh-rebut-runner-up-2-putri-pariwisata/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 05:29:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/berita/aceh-rebut-runner-up-2-putri-pariwisata/</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA &#124; ACEHKITA.COM &#8211; Malam final pemilihan Putri Pariwisata Indonesia 2009 yang berlangsung di Jakarta International Exhibition Center (Jitec) Mangga Dua, Jakarta Pusat, Sabtu (7/11), menobatkan Erika Adam sebagai runner-up dua Puteri Pariwisata. Andara Rainy (DKI Jakarta 5) terpilih sebagai Puteri Pariwisata 2009.
Erika Adam masuk final bersama sembilan peserta lain, yaitu Maya Ayu Permata Sari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA | ACEHKITA.COM &#8211; Malam final pemilihan Putri Pariwisata Indonesia 2009 yang berlangsung di Jakarta International Exhibition Center (Jitec) Mangga Dua, Jakarta Pusat, Sabtu (7/11), menobatkan Erika Adam sebagai runner-up dua Puteri Pariwisata. Andara Rainy (DKI Jakarta 5) terpilih sebagai Puteri Pariwisata 2009.<span id="more-7363"></span></p>
<p>Erika Adam masuk final bersama sembilan peserta lain, yaitu Maya Ayu Permata Sari (Sumatra Barat), Trie Wiyanti Andiini (Sumatra Selatan), Sherly Astura (Bangka Belitung). Finalis lainnya yang masuk 10 besar adalah Rike Caroline (DKI Jakarta 1), Jessica Aurelia (DKI Jakarta 2), Andara Rainy (DKI Jakarta 5), Nindy Yunizar (Jawa Barat), Chyntia Dewi Gaina (Nusa Tenggara Timur) dan Jamila Catheleya dari Gorontalo.  </p>
<p>Erika&#8211;begitu panggilan akrabnya&#8211;yang berprofesi sebagai dokter muda saat ini, akhirnya menyabet posisi runner-up dua dalam pemilihan Putri Pariwisata Indonesia 2009 (Miss Tourism Indonesian 2009). Penobatan ini diumumkan langsung oleh para dewan juri yang terdiri atas Sapta Nirwandar (Direktorat Jenderal Pemasaran, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI), Tien Santoso (ahli tata rias dan busana tradisional yang juga Dosen Universitas Nasional Jakarta), Jimmy Gani (Direktur PT Sarinah), Marga Alam (Fashion Desainer), Winny Erwindia (Direktur Utama Bank DKI), Pritta kemal Gani (Direktur &#038; Founder LSPR) dan Mark l. Chambers (Vice President Product Marketing PT Telkomsel). </p>
<p>Sedangkan, pemenang Putri Pariwisata Indonesia 2009 yang jatuh pada Andara Rainy (DKI Jakarta 5) akan menjadi wakil resmi Indonesia dalam ajang Miss Tourism International 2009 nantinya. []</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/berita/aceh-rebut-runner-up-2-putri-pariwisata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Stok Obat HIV/AIDS di RSUZA Menipis</title>
		<link>http://www.acehkita.com/berita/stok-obat-hivaids-di-rsuza-menipis/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/berita/stok-obat-hivaids-di-rsuza-menipis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 09:30:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/?p=7113</guid>
		<description><![CDATA[BANDA ACEH &#124; ACEHKITA.COM &#8212; Pasien terinfeksi virus HIV/AIDS di Aceh, terancam tidak dapat mengonsumsi obat Anti Retro Viral (ARV) karena persediaannya di Rumah Sakit Zainal Abidin Banda Aceh, menipis. Hingga akhir Oktober, jumlah obat yang berkhasiat memperkuat daya tahan tubuh bagi penderita HIV/AIDS itu, persediannya terbatas.
&#8220;Stok masih ada namun untuk Oktober jumlahnya tidak mencukupi,” [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANDA ACEH | ACEHKITA.COM &#8212; Pasien terinfeksi virus HIV/AIDS di Aceh, terancam tidak dapat mengonsumsi obat Anti Retro Viral (ARV) karena persediaannya di Rumah Sakit Zainal Abidin Banda Aceh, menipis. Hingga akhir Oktober, jumlah obat yang berkhasiat memperkuat daya tahan tubuh bagi penderita HIV/AIDS itu, persediannya terbatas.<span id="more-7113"></span></p>
<p>&#8220;Stok masih ada namun untuk Oktober jumlahnya tidak mencukupi,” kata petugas gudang farmasi RSUZA yang enggan menyebutkan namanya, Kamis (29/10).</p>
<p>Menurutnya, hingga kini 17 pasien positif terinfeksi virus HIV/AIDS secara rutin memeriksakan diri ke Rumah Sakit Zainal Abidin. Setiap bulannya jumlah obat Anti Retro Viral (ARV) bagi 17 pasien itu, menghabiskan Duviral 790 butir tablet, Neviral 545 butir, Hiviral 16 butir, Efavirenz 187 butir, Reviral 90 butir dan Coviro 120 butir tablet.</p>
<p>“Tablet yang banyak digunakan jenis Duviral dan stok tersedia hanya 676 butir tablet. Bulan September jumlah yang habis terpakai mencapai 790 tablet,” paparnya.</p>
<p>Menurut dia, sisa ARV yang tersedia saat ini merupakan stok yang dikirim pada pada September lalu. &#8220;Kami selalu mengkonfirmasi Departemen Kesehatan untuk segera mengirim ARV karena sangat dibutuhkan penderita,” sebutnya. []</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/berita/stok-obat-hivaids-di-rsuza-menipis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Galang Bantuan Gempa, Biker Konvoi</title>
		<link>http://www.acehkita.com/berita/galang-bantuan-gempa-biker-konvoi/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/berita/galang-bantuan-gempa-biker-konvoi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 13:15:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/?p=6859</guid>
		<description><![CDATA[BANDA ACEH &#124; ACEHKITA.COM &#8212; Bikers Aceh yang tergabung dalam beberapa club sepeda motor di Banda Aceh akan melakukan konvoi kemanusiaan untuk menggalang dana untuk Sumatera Barat, Ahad (18/10). Konvoi akan mengambil start di depan Masjid Raya Baiturrahman pada pukul 15.00 WIB dan mengelilingi Kota Banda Aceh.
Konvoi sepeda motor ini merupakan rangkaian kegiatan Gelar Amal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANDA ACEH | ACEHKITA.COM &#8212; Bikers Aceh yang tergabung dalam beberapa club sepeda motor di Banda Aceh akan melakukan konvoi kemanusiaan untuk menggalang dana untuk Sumatera Barat, Ahad (18/10). Konvoi akan mengambil start di depan Masjid Raya Baiturrahman pada pukul 15.00 WIB dan mengelilingi Kota Banda Aceh.<span id="more-6859"></span></p>
<p>Konvoi sepeda motor ini merupakan rangkaian kegiatan Gelar Amal Aceh untuk Sumatera Barat yang digagas Poros kemanusiaan Aceh. Kegiatan ini diharapkan mampu menggugah masyarakat Banda Aceh dan Aceh Besar untuk bersama-sama menyumbang kepada korban Gempa di Sumatera Barat dan sekitarnya. </p>
<p>“Konvoi ini sebagai solidaritas dari pengguna motor yang tergabung dalam klub masing-masing, dan selain konvoi para bikers juga akan melakukan atraksi menrik dengan sepeda motor,” kata Taufik dari Jupiter Series Club. </p>
<p>Kata Taufik, para bikers yang nanti ikut konvoi berasal dari berbagai klub motor yang ada di Banda Aceh seperti Clup Honda, Yamaha, Suzuki Shogun, Club Motor Ceper. Diperkirakan 200 bikers akan ikut. </p>
<p>Rute bermula dari halaman Mesjid Raya Baiturahman, pasar Aceh, Pante Pirak, Simpang Lima, T Nyak Arief, Simpang Mesra, Jambo Tape, T Chik Ditiro, dan berakhir di Jalan Muhammad Jam dan ditutup dengan atraksi sepeda motor sekitar 30 menit. </p>
<p>“Atraksi ini bukan ugal-ugalan, tapi memang keterampilan. Dan yang melakukan atraksi  memang sudah terlatih dengan baik, dan mudah-mudahan akan menjadi suguhan menarik bagi masyarakat,” kata Taufik. [ril]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/berita/galang-bantuan-gempa-biker-konvoi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aceh Rentan Polio dan Campak</title>
		<link>http://www.acehkita.com/berita/aceh-rentan-polio-dan-campak/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/berita/aceh-rentan-polio-dan-campak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 14:18:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/?p=6609</guid>
		<description><![CDATA[BANDA ACEH &#124; ACEHKITA.COM &#8212; Warga Aceh harus benar-benar waspada dengan campak dan polio. Penyakit yang mengancam kehidupan anak-anak, ternyata sangat berpeluang terjangkit di provinsi ini.  Penyebabnya, masih banyak balita di Tanah Rencong belum tersentuh imunisasi.
epertemen Kesehatan RI menyebutkan, soal polio dan campak, Aceh senasib dengan Provinsi Sumatera Utara dan Maluku Utara; masuk katagori [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANDA ACEH | ACEHKITA.COM &#8212; Warga Aceh harus benar-benar waspada dengan campak dan polio. Penyakit yang mengancam kehidupan anak-anak, ternyata sangat berpeluang terjangkit di provinsi ini.  Penyebabnya, masih banyak balita di Tanah Rencong belum tersentuh imunisasi.<span id="more-6609"></span></p>
<div id="attachment_6529" class="wp-caption alignleft" style="width: 153px"><a href="http://www.acehkita.com/wp-content/uploads/2009/10/indonesiaforsale1.jpg"><img src="http://www.acehkita.com/wp-content/uploads/2009/10/indonesiaforsale1.jpg" alt="IKLAN" title="indonesiaforsale1" width="143" height="200" class="size-full wp-image-6529" /></a><p class="wp-caption-text">IKLAN</p></div>Depertemen Kesehatan RI menyebutkan, soal polio dan campak, Aceh senasib dengan Provinsi Sumatera Utara dan Maluku Utara; masuk katagori wilayah dengan cakupan imunisasi sangat minim.</p>
<p>Di Aceh, dari sekitar 500 ribu balita yang ada, hanya 50 sampai 60 persen saja yang tersentuh imunisasi.</p>
<p>Menurut Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depertemen Kesehatan Tjandra Yoga Aditama, ada dua penyebabnya, yaitu masih minimnya pemahaman sebagian masyarakat, khususnya ibu-ibu; dan banyaknya daerah terpencil yang tak tersentuh akses petugas kesehatan.</p>
<p>“Tidak sedikit masyarakat yang menolak imunisasi karena takut akan berakibat negatif bagi anak mereka,” ujar Tjandra saat mengampanyekan pentingnya imunisasi campak dan polio di Banda Aceh, Kamis (8/10).</p>
<p>Balita di provinsi ini masih belum aman dari serangan campak dan polio yang kini menjadi ancaman kecacatan dan mematikan.</p>
<p>Serupa demam berdarah, jangkitan campak dan polio juga bisa menjadi kejadian luar biasa (KLB) dengan angka kematian yang tinggi, jika tak dicegah secara dini.</p>
<p>Bagaimana pencegahannya? “Penyakit campak ini bisa dicegah bila seseorang (balita) mendapatkan imunisasi,” kata Tjandra.</p>
<p>Imunisasi minimal harus diberikan dua kali, yaitu saat bayi berusia sembilan bulan dan kala beranjak lima tahun. Imunisasi campak diberikan dengan cara disuntik, sedangkan vaksin polio ditetes ke mulut.</p>
<p>Dalam pekan ini, warga di Aceh bisa mengimunisasi anaknya di Puskesmas, Posyandu, masjid dan <i>meunasah-meunasah</i> di tempat tinggalnya secara cuma-cuma. Nah, jika ingin balita tumbuh dengan fisik normal, jangan ketinggalan.[]
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/berita/aceh-rentan-polio-dan-campak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayo, Olah Jerami jadi Pupuk Kompos</title>
		<link>http://www.acehkita.com/berita/ayo-olah-jerami-jadi-pupuk-kompos/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/berita/ayo-olah-jerami-jadi-pupuk-kompos/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 16:40:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/?p=6405</guid>
		<description><![CDATA[JANTHO &#124; ACEHKITA.COM &#8212; Petani diminta untuk tidak membakar jerami usai musim tanam, karena menimbulkan asap dan polusi udara. Padahal, jerami ini bisa diolah menjadi pupuk kompos. Sayang, masih sedikit petani yang tertarik mengolah jerami.
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar lagi giat-giatnya mensosialisasikan pengolahan jerami menjadi pupuk kompos. Pasalnya, kompos berbahan jerami merupakan pupuk yang sangat aman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JANTHO | ACEHKITA.COM &#8212; Petani diminta untuk tidak membakar jerami usai musim tanam, karena menimbulkan asap dan polusi udara. Padahal, jerami ini bisa diolah menjadi pupuk kompos. Sayang, masih sedikit petani yang tertarik mengolah jerami.<span id="more-6405"></span></p>
<p>Pemerintah Kabupaten Aceh Besar lagi giat-giatnya mensosialisasikan pengolahan jerami menjadi pupuk kompos. Pasalnya, kompos berbahan jerami merupakan pupuk yang sangat aman bagi tanah karena tidak menggunana unsur kimia. </p>
<p>Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar Salikin mengatakan, pupuk kompos berbahan jerami ini mengandung 0,0 persen unsur hara yang sangat baik dan menjaga struktur tanah hingga waktu yang lama.</p>
<p>“Banyak manfaat yang dapat diambil dari jerami jika diolah dengan baik seperti untuk pembuatan jamur merang, pupuk kompos, dan pakan ternak,” kata Salikin kepada acehkita.com di Jantho, Jumat.</p>
<p>Sayang, kata Salikin, petani di Aceh Besar kurang tertarik untuk mengolah jerami. Mereka malah memilih membakar, yang kemudian menimbulkan asap dalam skala besar (saat dibakar bersamaan &#8211;red.). </p>
<p>“Saya kira tinggal kemauan petani saja karena itu yang tidak ada sekarang. Hanya beberapa petani yang baru memamfaatkan jerami untuk pembuatan kompos dan jumlahnya sangat sedikit. Padahal kita telah mensosialisasikan pembuatan kompos,” katanya. []</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/berita/ayo-olah-jerami-jadi-pupuk-kompos/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Joki Cilik Ikut Pacuan Kuda Gayo</title>
		<link>http://www.acehkita.com/berita/joki-cilik-ikut-pacuan-kuda-gayo/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/berita/joki-cilik-ikut-pacuan-kuda-gayo/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 05:44:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/?p=6271</guid>
		<description><![CDATA[BELANG BEBANGKA &#124; ACEHKITA.COM &#8212; Dua ratus ekor kuda ikut memeriahkan lomba pacuan kuda tradisional di arena pacuan kuda Mohd. Hasan Gayo di Desa Belang Bebangka, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah. Kuda yang dikendalikan joki cilik ini berlangsung secara tradisional, tidak memakai pelana. Joki umumnya berusia belasan tahun.
acuan kuda dengan joki cilik sudah menjadi tradisi masyarakat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BELANG BEBANGKA | ACEHKITA.COM &#8212; Dua ratus ekor kuda ikut memeriahkan lomba pacuan kuda tradisional di arena pacuan kuda Mohd. Hasan Gayo di Desa Belang Bebangka, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah. Kuda yang dikendalikan joki cilik ini berlangsung secara tradisional, tidak memakai pelana. Joki umumnya berusia belasan tahun.<span id="more-6271"></span></p>
<div id="attachment_6276" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.acehkita.com/wp-content/uploads/2009/09/_mg_7181_ak.jpg"><img src="http://www.acehkita.com/wp-content/uploads/2009/09/_mg_7181_ak-300x210.jpg" alt="Juanda Muid/ACEHKITA.COM" title="_mg_7181_ak" width="300" height="210" class="size-medium wp-image-6276" /></a><p class="wp-caption-text">Juanda Muid/ACEHKITA.COM</p></div>Pacuan kuda dengan joki cilik sudah menjadi tradisi masyarakat dataran tinggi Gayo. Saban tahun, biasanya saat perayaan hari kemerdekaan Indonesia, masyarakat Gayo menggelar pacuan kuda, yang diikuti oleh joki dari Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues.</p>
<p>Para penonton pun biasanya menjubeli arena pacuan untuk melihat secara dekat laga kuda secara tradisional itu. Tak hanya dari Gayo, penonton juga berdatangan dari Bireuen, Aceh Barat, dan Banda Aceh.</p>
<p>Rika mengaku sengaja datang ke Aceh Tengah untuk menyaksikan perhelatan pacuan kuda ini. &#8220;Apalagi di daerah saya, Meulaboh, tidak ada kuda. Saya belum pernah menonton pacuan kuda seperti ini,&#8221; kata Rika kepada acehkita.com, Selasa (29/9).</p>
<p>Bagi masyarakat Gayo, pacuan kuda ini sudah menjadi tradisi yang dilestarikan. &#8220;Selain untuk menonton kuda, kami juga sekalian bisa untuk belanja-belanja di sini,&#8221; kata Aman Rifa, warga Aceh Tengah, di sela-sela menonton pacuan kuda.</p>
<p>Lomba pacuan kuda berlangsung sejak dua hari lalu dan akan berakhir pada 4 Oktober nanti. Laga kuda joki cilik ini digelar untuk menarik kunjungan wisata ke dataran tinggi Gayo.</p>
<p>Bupati Aceh Tengah Nasaruddin mengatakan, even pacuan kuda ini merupakan bagian dari budaya masyarakat Gayo yang diwariskan secara turun temurun. Pacuan ini pada awalnya digelar pada 1938 oleh para pemilik sawah usai panen padi yang bermukim di sepanjang pinggiran Danau Laut Tawar di Kecamatan Bintang.</p>
<p>Sementara itu Sekretaris Panitia Pacuan Kuda 2009, Rayendra mengatakan pacuan kuda tradisional itu melibatkan kuda lokal dataran tinggi Gayo dan kuda Astaga &#8211;yang merupakan hasil perkawinan silang antara kuda Australia dengan Gayo. </p>
<p>Rayendra menyebutkan, dari 199 ekor kuda yang mengikuti even budaya ini, 61  ekor kuda berasal dari Kabupaten Gayo Lues, 40 ekor dari Bener Meriah. Sementara tuan rumah Aceh Tengah mengikutkan  98 ekor kuda. []
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/berita/joki-cilik-ikut-pacuan-kuda-gayo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
