Connect with us

Cegah Penyelundupan Gula, Kapolres Sabang Menyamar

Aceh

Cegah Penyelundupan Gula, Kapolres Sabang Menyamar

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Pelbagai cara dilakukan polisi untuk mencegah maraknya aksi penyelundupan gula ilegal dari Pelabuhan Sabang ke Aceh daratan. Malah, Kepala Kepolisian Resort Sabang AKBP Nurmeiningsih sampai menyamar.

Gula impor asal Thailand bebas masuk melalui Pelabuhan Bebas Sabang. Hanya saja, peredarannya terbatas di Kepulauan Weh itu. Pemerintah tidak mengizinkan gula impor itu masuk ke Aceh daratan. Karenanya, banyak kalangan berupaya memasukkan gula Thailand dari Sabang ke Banda Aceh. Biasanya, aksi “penyelundupan” ini dilakukan oleh ibu-ibu dengan membawa satu atau dua sak gula.

Tak ayal, di dalam kapal atau di mulut pelabuhan (baik Balohan Sabang dan Ulee Lheue Banda Aceh), aksi ibu-ibu ini sering dihadang petugas Bea Cukai dan Polisi.

Penyelundupan juga dilakukan dalam partai besar oleh para pengusaha. Tak jarang aksi ini juga diketahui oleh petugas, sehingga gula sering disita.

Nah, Kapolres Sabang AKBP Nurmeiningsih terus putar otak agar aksi ilegal itu tak lagi dilakukan kaum perempuan Aceh. Makanya, ia menyamar menjadi seorang perempuan miskin.

Aksi ini didokumentasikan dalam video berdurasi 3 menit 51 detik yang kemudian diunggah ke laman Youtube. Kapolres berdandan bak perempuan tua renta. Mengenakan jilbab hijau dan daster merah jambu, ia membawa sebuah karung.

Di dalam karung itu bukan berisi gula Thailand, tapi kertas, kardus, koran bekas, dan beberapa benda lainnya.

Sembari membawa karung gula itu, Nurmaeningsih menuju Pelabuhan Balohan. Sebelum memasuki kapal penyeberangan, ia menyantap nasi bungkus dengan lauk seadanya –sembari duduk di dekat tong sampah pelabuhan.

Usai makan, ia memasuki kapal dan menaruh barang bawaannya di antara gula yang hendak dibawa ke Banda Aceh.

Tidak ada yang mengenali perempuan ini. Ia bercakap-cakap dengan sejumlah perempuan pembawa gula selundupan. Belakangan, ia menasehati para pembawa gula itu untuk tidak melanjutkan aksinya karena melanggar aturan.

“Ini sosialisasi dan langkah preventif yang kita lakukan,” ujar AKBP Nurmeiningsih saat dimintai tanggapannya terkait penyamaran ini, Rabu (13/1/2016).

Penyamaran ini juga dilakukan untuk mengetahui kondisi pahit masyarakat miskin Sabang yang kemudian terpaksa menjadi kurir gula secara ilegal ke Banda Aceh. “Ini saya lepas semua jabatan dan pangkat saya untuk menjadi rakyat miskin. Ternyata tidak ada yang bisa disombongkan,” ujarnya.

Ia meminta agar polisi tidak sombong dalam menindak para pelanggar. “Polisi jangan sombong dan jangan jadi pembohong,” lanjut Nurmaeningsih.

Mau lihat aksi penyamaran AKBP Nurmeiningsih? Simak video di bawah ini:

[]

GHAISAN

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Aceh

Advertisement

ACEHKITA TV

Trending

Kolom

cermin

Kolom

Cermin

By Nov 22, 2017

Kuliner

Facebook

To Top