Connect with us

Chai, Gaya Hidup Orang India

Kuliner

Chai, Gaya Hidup Orang India

“Tuk-tuk-tuk” bunyi lesung di dapur Bharat. Pria 26 tahun itu sedang mempersiapkan chai, teh khas India untuk tamunya. Suara itu cukup keras dan bisa menggangu para tetangga lain di rumah susun yang ia tinggali. “Jangan khawatir, semuanya maklum bahwa kita sedang membuat teh,” ujar Bharat. “Kalian ingin lebih terasa rempahnya atau lebih banyak susu?” tanyanya.

Chai memang tidak bisa dipisahkan dari keseharian masyarakat Hindustan, India. Chai merupakan minuman teh yang menemani mereka saat panasnya siang di Chenai hingga dinginnya malam di kaki penggunungan Desa Sonmarg, Kashmir. Bahkan, chai menjadi jamuan para penumpang di lorong-lorong kereta api antar kota hingga ke gang-gang sempit pasar-pasar tradisional.

Bertambah populernya chai, membuat minuman ini hadir lebih moderen hingga ke warung kopi dan cafe di bawah beragam jenis minuman teh lainnya pada daftar menu. Namun tidak begitu di India, karena chai artinya adalah teh bukan bagian dari pilihan rasa teh. Kata chai atau cha dalam banyak bahasa Eurasian berarti teh. Kata ini diambil dari bahasa Persia yaitu chay dan merunut pada kata Chinese kuno.

Walaupun tradisi minum teh di India tercatat sudah dilakukan cukup lama, namun Inggrislah yang menyebar kebiasaan ini. Pemerintah kolonial itu kemudian melakukan penamaan puluhan ribu hektar teh untuk menyaingi bisnis teh yang didominasi oleh negeri tirai bambu. Hasil produksinya sendiri hanya sedikit di bawah negara Tiongkok. Walaupun banyak jenisnya, namun daun yang dihasilkan dari Assam dan Darjeeling paling termashur. Bahkan keluarga Kerajaan Inggris hanya meminum jenis teh ini. Kalau pemerintah kolonial hanya meminum teh hitam lain halnya dengan penduduk India, mereka mencampurnya dengan berbagai rempah sehingga menghasilkan cita rasa tersendiri.


India tidak hanya salah satu produsen teh terbesar di dunia. Namun, mereka juga mempunyai konsumen yang banyak. Walaupun kebanyakan chai merupakan campuran teh hitam namun di Kashmir terkadang mereka menggunakan teh hijau dan mencampur sedikit almond atau bahkan beberapa bagian daerah lain terkadang menghidangkan chai yang asin. Para pelancong ke negara anak benua ini dapat menikmatinya di banyak tempat termasuk undangan ke rumah untuk minum teh sambil berbicang.
“Karena ini waktunya minum teh, bagaimana kalau kalian merasakan teh yang asin? kalau yang manis pasti sudah bisa,” kata Samira sambil berlalu ke dapur. Tak lama kemudian anak sulung dari tiga bersaudara itu menghidangkan dua cangkir teh. “Cepat minum sebelum dingin.”

Menurut Samira, memang tidak semua rumah menyediakan teh asin. Namun, ada beberapa waktu tertentu saat mereka ingin meminumnya. Jadi bahan teh asin selalu ada. Teh yang dihidangkan sore itu, merupakan campuran teh hijau, susu dan ghee. Biasanya keluarga Samira menikmatinya dengan roti dan dal. Teh asin ini juga berkhasiat untuk meredakan sakit kepala, memperbaiki mood, dan pegal-pegal.

Lalu apa saja campuran untuk chai khas India yang terkenal itu?
Teh, kebanyakan yang digunakan adalah teh hitam.Namun, di India mereka menggunakan teh yang berasal dari Assam karena memiliki tektur yang padat, aroma yang khas dan rasa yang kuat. Sehingga tetap mendominasi, walaupun dicampur dengan rempah nantinya.

Rempah, takaran dalam rempah ini juga berbeda-beda yang disebut karha. Pada setiap campuran selalu ada jahe, kapulaga, kayu manis, adas, biji adas, lada hitam, pala dan cengkeh. Namun rasa jahe dan kapulaga hijau lebih terasa dari pada yang lainnya. Penggunaan rempah ini biasanya sangat ditentukan oleh iklim. Beberapa tempat di India bagian barat seperti Kashmir misalnya, penggunaan lada dan cengkeh sangat dihindari namun mereka menambahkan almond dan terkadang sedikit kunyit. Beberapa daerah yang lain terkadang juga menggunakan kelopak mawar yang telah dikeringkan dan jintan.

Susu, yang digunakan biasanya susu murni, baik dari susu kerbau maupun sapi yang dicampur dengan air dengan takaran 1 susu banding 3 air kemudian direbus. Pemanis yang bisa digunakan adalah gula tebu, gula palem, madu atau beberapa daerah tidak menggunakan pemanis sama sekali. Pemanis sebagai pelengkap juga dipakai sesuai selera.


Ada beberapa cara untuk membuat teh ini, beberapa di antaranya dengan mencampur semua bahan dan merebusnya sampai mendidih atau yang lainnya dengan mencampurkan semua bahan dengan air mendidih. Semua bahan ditumbuk hingga halus sebelum dicampurkan penambahan pemanis dilakukan paling terakhir.

Penikmat chai ini tidak hanya hanyut dalam cita rasa, namun kini beberapa penelitian dilakukan untuk melihat apa saja manfaat meminum teh ini secara rutin. Beberapa di antaranya adalah sebagai anti inflamasi untuk mengurangi nyeri terkait dengan masalah arthritis, mencegah perasaan mual, mengandung antioksidan tinggi, membantu pencernaan, membantu mengurangi penyakit jantung dan lainnya. Teh yang kaya rempah ini juga diyakini memiliki manfaat lainnya.

“Ini waktunya minum teh, apakah kalian juga mau meluangkan waktu,” tanya penjual kain di pasar tradisional Udaipur. Saat ditanya apakah ini gratis? ia menjawabnya dengan tersenyum. “Kalian adalah tamu kami mari silahkan duduk,” tambahnya lagi. Percakapan sore itu di luar komplek Udaipur City Palace berlangsung hangat.[]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Kuliner

Trending

Pilkada

Kuliner

To Top