Connect with us

China Blokir YouTube

Berita

China Blokir YouTube

Video itu memperlihatkan petugas kepolisian China bertindak brutal terhadap pendukung Tibet dalam kerusuhan di Lhasa.

CALIFORNIA – Masyarakat China tidak bisa menikmati layanan Youtube, situs berbagi video, karena pemerintah telah memblokir situs yang dimiliki raksasa Google. Pemblokiran situs Youtube itu disinyalir karena adanya video yang diunggah pendukung Dalai Lama, tokoh kemerdekaan Tibet.

Kantor Berita China Xinhua melaporkan, pendukung Dalai Lama mengunggah video yang menampilkan aksi brutal polisi China terhadap warga Tibet setelah terjadinya keributan di Lhasa, ibukota Tibet, tahun lalu. Sayangnya, kantor berita pemerintah itu tak menyebutkan video apa yang membuat pemerintah China kebakaran jenggot sehingga mengeluarkan kebijakan pemblokiran Youtube.

Di Youtube memang ditemukan sejumlah video yang diunggah oleh pemerintah Tibet di pengasingan. Video itu memperlihatkan petugas kepolisian China bertindak brutal, menendang dan memukul para pendukung Tibet dalam kerusuhan di Lhasa, Maret tahun lalu.

“Kami tidak mengetahui alasan pemblokiran,” ujar Juru Bicara Google Scott Rubin seperti dilansir The New York Time, kemarin. “Divisi hubungan pemerintah kami sedang mencoba menyelesaikan masalah ini.”

Youtube menghadapi persaingan keras dari situs berbagi video lokal di China yaitu Tudou.com, yang kurang diminati karena mereka membatasi materi politik dan ras yang bisa membuat pemerintah murka.

Pemerintah China mengaku tidak secara khusus memblokir Youtube. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China menyebutkan, “Merujuk pada perundang-undangan, pemerintah China sedang mengatur manajemen tentang jaringan (internet),” lapor Wall Street Journal.

Juru Bicara Google Rubin menyebutkan, pada Senin lalu trafik pengakses Youtube di negeri Tirai Bambu itu menurun drastis. Namun pada Selasa pagi, Youtube sama sekali tidak bisa diakses.

“Spekulasi tercepat soal alasan pemblokiran Youtube karena pemerintah Tibet di pengasingan merilis video,” kata Xiao Qiang, redaktur China Digital Times, situs berita tentang sejarah perubahan politik dan ekonomi di China. [nytimes/wsj/xinhua]

Continue Reading
Baca juga...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Berita

To Top