Connect with us

CITIZEN | Kuah Beulangong Aceh Rayeuk dan Maulid di Jogja

Berita

CITIZEN | Kuah Beulangong Aceh Rayeuk dan Maulid di Jogja

YOGYAKARTA — Aroma kuah beulangong khas Aceh Besar sudah meruap dari dapur, pertanda hidangan akan segera matang dan siap disantap. Satu ekor kambing dari hasil sumbangan bersama warga Aceh Besar yang menempuh pendidikan di Kota Pelajar, Yogyakarta telah disembelih dan dimasak.

Foto: Rizki Alfi Syahril

Minggu (25/3), Keluarga Aceh Besar Yogyakarta (KABY) melaksanakan perhelatan Maulid Nabi Muhammad saw yang dilaksanakan di Asrama KABY. Semua warga Aceh Besar dan perwakilan dari asrama-asrama mahasiswa Aceh serta organisasi mahasiswa Aceh yang ada di Jogja turut hadir dalam acara ini.

Zulfan Reza, Ketua KABY, mengatakan bahwa acara ini bertujuan untuk memperingati Hari Kelahiran Nabi Muhammad saw; membina silaturahmi dan menjalin keakraban antarwarga Aceh Besar dan Aceh umumnya yang ada di Jogja; dan sekaligus menjadi syukuran atas keberhasilan beberapa anggota KABY yang telah menyelesaikan pendidikannya dari beberapa universitas ternama yang ada di Jogja, yaitu drh. Rika Yulisma, M. Sc.; Munzir, S. Pd., M. Psi.; Nelly Ulfianti, S. K. M., M. P. H.; Buni Amin, M. Pd. I.; drh. Herialfian, M. Sc.; drh. Cut Gina, M. Sc.; dan Dr. Nirzalin Armia, M. Si. KABY juga ikut melaksanakan kenduri anak yatim-piatu dengan berbagi makanan ke sebuah panti asuhan.

Acara juga diisi dengan dikee molod yang dibawakan oleh FANS (Forum Aneuk Nanggroe STTA) dan ceramah maulid yang disampaikan oleh pembina KABY yang juga sedang menempuh studi doktoral di UGM: Faisal, S. Ag., S. H., M. Hum. Dalam amanatnya, dia menyampaikan tentang sejarah singkat mengapa perayaan maulid itu ada, Islam sebagai pandangan hidup (way of life), dan hikmah yang terkandung di surat Almukminun ayat 1-11 yang menerangkan kriteria orang-orang mukmin yang beruntung.

Setelah ceramah selesai, dilanjutkan dengan doa dan menyantap nasi serta kuah beulangong. Walau jauh dari tempat asalnya, mahasiswa Aceh ini masih dapat menikmati masakan khas daerah dan tetap melaksanakan ritual budaya dan agama yang sering dilaksanakan di Aceh. [citizen]

Rizki Alfi Syahril, Mahasiswa Pascasarjana UGM

Continue Reading
Baca juga...
1 Comment

1 Comment

  1. tulo

    Mar 26, 2012 at 12:43 am

    jangankan di Jogya, kami di Africa dan TimTeng masih tetap memasak kuah sie kameng ala Aceh Rayeuk…. Mantap…. salam ACEH RAYEUK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Berita

To Top