Di Balik Penemuan 46 Kantong Mayat Korban Tsunami Aceh

0
2668
Mayat korban tsunami Aceh yang ditemukan di Kajhu, Aceh Besar. FOTO: Khiththati/acehkitacom

KAJHU | ACEHKITA.COM – Penemuan 46 kantong mayat korban tsunami tahun 2004 lalu di Desa Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, menghebohkan warga setempat.

Pada mulanya, penemuan kantong mayat itu secara tak sengaja diketahui oleh pekerja bangunan yang tengah menggali septic tank (sumur pembuangan), Selasa (19/12) sore kemarin.

Dari penggalian dengan kedalaman sekitar satu meter lebih, mereka menemukan kantong jenazah. Penemuan itupun dilaporkan kepada M. Yahya (73) tokoh warga desa setempat.

“Saya duduk di meunasah sekitar pukul lima sore, menunggu azan magrib, lalu ada pekerja bangunan yang datang meminta saya melihat temuan mereka,” kata Yahya di lokasi, Rabu (19/12).

Setiba di lokasi, Yahya sontak kaget. “Ini kantong mayat,” ujarnya.

Kabar penemuan ini baru diketahui secara luas pada Rabu (19/12) pagi, ketika warga setempat secara bersama-sama menggali areal tanah di sana dengan harapan ada kantong mayat lain.

Nyatanya memang betul, sekitar pukul 15.45 WIB, warga yang terus menggali dengan kedalaman semeter mengumpulkan 40 kantong jenazah. Jumlah itu bertambah menjadi 46 pada pukul 17.30 WIB.

Lokasi penemuan kantong mayat itu diakui oleh warga setempat merupakan lahan kosong sebelum dibangun perumahan.

“Tanah itu sebelum tsunami merupakan tanah kosong. Tidak ada yang pernah tahu ada kuburan di situ,” kata Yahya.

Setelah tsunami dan sebelum dibuat perumahan, tanah tersebut sudah pernah digarap sebagai kebun, seperti tebu dan kacang.

“Kalau kami tau ada kuburan di situ tentu tidak akan bangun perumahan di situ,” kata Samuel (37) ketua pemuda Desa Kajhu.

FOTO: Khiththati/acehkitacom

Berbeda dengan warga setempat, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Teuku Ahmad Dadek menyebut lahan itu memang sebuah kuburan massal korban tsunami 2004 yang dibuat oleh relawan pada masa darurat pasca-tsunami.

“Warga di sana memang tidak mengetahui kuburan itu, karena setelah tsunami hanya 15 persen penduduk di sana yang selamat dan mereka mengungsi,” kata Dadek kepada wartawan, Rabu (19/12).

Kantong mayat yang ditemukan dibuka oleh warga untuk mengetahui indentitasnya. Setelah itu dikafankan kembali.

Dari 46 kantong jenazah, empat korban diketahui identitasnya, yaitu Mariam Husin, warga Ule Jurong Baroh, Simpang Tiga, Pidie; Sri Yunida SH, warga Sei Karang; Faizal Reza warga Idi, Aceh Timur; dan Burhanuddin warga Lambada Lhok, Baitussalam.

Setelah dikafankan, mayat itu disalatkan dan akan dikebumikan kembali di tempat pemakaman umum tak jauh dari sana. Hanya Sri Yunida yang akan diambil oleh keluarganya yang telah tiba di lokasi.

Gempa berkekuatan 9,2 Magnitudo mengguncang di zona subduksi arah barat daya Banda Aceh, pada 26 Desember 2004. Gempa ini disusul tsunami yang menewaskan sekitar 230 ribu jiwa. []

RALAT: Kesalahan penulisan narasumber yang pertama sekali mendapat laporan penemuan mayat. Sebelumnya tertulis Samuel, seharusnya M. Yahya. Dengan demikian kesalahan telah kami perbaiki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.