Connect with us

DMZ Tour, Wisata ke Batas Dua Korea [1]

Foto: Khiththati

Travel

DMZ Tour, Wisata ke Batas Dua Korea [1]

Pagi itu Jimin bersiap lebih awal dari biasanya. Ia menemani saya untuk mengikuti tour ke perbatasan Korea selatan dan Korea Utara yang juga dikenal dengan DMZ Tour.

DMZ atau Demiliterized Zone adalah garis 38 derajat di tengah Semenanjung Korea yang ditetapkan pada tahun1945 atas keputusan sekutu sebagai pemenang pada perang dunia II melalui Deklarasi Postdam. Namun segera setelah pecahnya perang saudara antara korea pada tahun 1950 garis ini dilanggar. Sehingga dibuatnya kesepakatan baru lagi setelah perang saudara selesai yang dibantu oleh China dan Amerika Serikat.

Zona bebas militer ini menjadi tujuan wisata yang menarik sekaligus mendebarkan. Terletak pada bagian tengah semenanjung korea dan memanjang sekitar 155 mil atau 248 kilometer. Membuat garis antara Seoul dan Gaeseong di Korea Utara pada bagian barat dan mulai dari kota Ganseong di Korsel sampai ke Gunung Geumgan di Korut.

Pada umumnya daerah DMA berada di daerang jurang yang curam di tengah pengunungan. Walaupun begitu tetap ada barisan kawat berduri dan rajau yang ditanam sehingga pihak lawan tidak bisa menyerang. Di zona inipun ditempatkan pos penjaga teritorial yang disebut Grand Post, letak terdekatnya adalah dua kilometer antar negara. Selama 24 jam setiap pos di dalam kawasan DMZ tetap membidik sasarannya sehingga kawasan ini bisa berbahaya jika terjadi ketegangan kedua negara.

Pada brosur tentang tour wisatawan diingatkan bahwa wisata bisa dibatalkan tanpa pemberitahuan bila hubungan kedua negara memburuk dan untuk mengikuti tour kita harus mendaftar beberapa hari sebelum perjalanan walaupun jaraknya hanya sejam dari Seoul, Ibu Kota Korea Selatan.

“Kamu tahu, ibu hampir saja melarang untuk ikut, ia masih khawatir,” ungkap Jimin saat kereta bawah tanah bergerak menuju Seoul Station.

“Generasi seperti ibu masih terbayang akan perang dan masih takut walaupun berulang kali sudah diingatkan kalau ini aman” tambahnya lagi sambil tersenyum.

Kami menutuskan mengikuti paket tour DMZ Train yang akan berangkat menuju dari Seoul Station menuju Dorasan Station, pemberhentian terakhir sebelum memasuki perbatasan. Hanya ada satu kereta yang berangkat di pagi harinya karena paket wisata ini akan berlangsung seharian. Kami sudah mendaftar beberapa hari sebelumnya di web yang disediakan.

Tour memakai kereta api listrik ini bisa dibilang lebih murah yaitu kurang dari 40 ribu won, dari pada paket wisata yang ditawarkan oleh penyelenggara tour lainnya, dimana harus merogoh kocek lebih dalam yaitu lebih 50 ribu untuk paket setengah hari dan lebih dari 100 ribu untuk paket seharian.

Paket Tour menggunakan kereta ini dibuka secara resmi pada tanggal 4 Mei 2014. Memang masih baru dibandingkan paket lainnya. Kereta dirancang sangat nyaman untuk kebutuhan wisata dengan berbagai gambar yang berwarna cerah yang meninggalkan kesan ceria. Dioperasikan oleh the Korea Railroad Corporation dan untuk jadwalnya bisa dilihat di web mereka dan jangan lupa membawa hasil prin tiket yang sudah direservasi melalu internet. Tour ada sepanjang tahun kecuali hari Senin dan libur nasional.

Sesaat sebelum berangkat dari station, Kondektur sudah berdiri di dekat pintu masuk dan menyapa semua wisatawan. Ada tiga gerbong pada kereta ini sebuah cafe di dalamnya, kita dapat memilih untuk duduk di mana saja. Masing-masing gerbong mengambarkan tentang perdamaian, kebebasan dan persatuan yang dilukis sangat menarik. Tak menunggu lama keretapun berangkat, namun sebelum sampai tujuan kita bisa berkeliling dan berfoto bahkan dengan menggunakan seragam militer yang disediakan secara gratis atau berfoto dengan kondektur atau masinis kereta dan mendapatkan postcard.

Kereta api listrik wisata dengan tujuan DMZ ini sebenarnya sudah dibuka jauh sebelum tahun 2014, kereta pertama sekali yang menyeberang ke kawasan DMZ dibuka pada tahun 2007 yang mengambil rute menuju gunung Kumgang yang merupakan bagian budaya penting untuk orang Korea, ada sejuta masyarakat yang mengunakan rute ini sebelum akhirnya ditutup karena kasus penembakan seorang turis asal Korea Selatan pada Juli 2008 dan setelah adanya investigasi bersama, jalur ini resmi ditutup oleh Korea Utara.

Nah sebelum kereta melintasi Imjingan Station ada formulir yang harus diisi dan paling penting jangan lupa membawa identitas diri dan paspor. Formulir ini akan dikembalikan kepada petugas didalam kereta api. Sesampainya di Imjingan statiun semua wisatawan diminta turun untuk melakukan pengecekan data diri yang sudah diisi tadinya dan paspor oleh tentara Korea. Membawa paspor menjadi kewajiban saat mengikuti tour ini.

Pos ini dijaga ketat oleh tentara, tapi jangan khawatir kita hanya perlu mengikuti instruksi yang diberikan. Setelah pemeriksaan selesai semua peserta tour kembali ke kereta untuk melanjutkan perjalaanan ke station terakhir yaitu Dorasan. Sepanjang jalan akan terlihat beberapa monumen dan tanda dari perang saudara yang terjadi puluhan tahun silam termasuk sebuah jembatan yang rusak karena bom. [bersambung]

KHITHTHATI

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Travel

Trending

RSS Info Lowongan Kerja

Pilkada

Kuliner

To Top