Connect with us

Doa Jurnalis Aceh untuk Sulawesi Tengah

FOTO: HABIL RAZALI/ACEHKITA.COM

Aceh

Doa Jurnalis Aceh untuk Sulawesi Tengah

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Puluhan jurnalis di Banda Aceh menggelar doa bersama dan pengumpulan donasi untuk korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah, pada Minggu (14/10) malam di Taman Bustanussalatin, Banda Aceh.

Acara yang dimulai setelah salat Isya itu dibuka dengan pemutaran video pendek yang menggambarkan detik-detik gempa dan tsunami melanda Palu, Donggala, dan likuifaksi di Sigi, Sulawesi Tengah. Kemudian tausyiah dan doa bersama yang dipandu oleh Ustaz Masrul Aidi.

Usai berdoa, puluhan jurnalis itu kemudian mendonasikan uang ke dalam kotak untuk disumbangkan ke Sulawesi Tengah. Terakhir, Chaideer Mahyuddin fotografer Agence France-Presse melelang sebuah foto hasil jepretannya ketika meliput Asian  Games 2019 di Jakarta.

FOTO: HABIL RAZALI/ACEHKITA.COM

Foto diambil ketika dua calon presiden dalam Pemilihan Presiden 2019, Joko Widodo dan Prabowo Subianto diajak berpelukan oleh atlet pencak silat Hanifan Yunadi yang meraih emas.

Setelah sempat beberapa kali penawaran, foto dengan harga awal Rp1 juta itu jatuh ke tangan Walikota Banda Aceh Aminullah Usman seharga Rp3 juta. Hasil pelelangan foto turut disumbangkan.

Aminullah dalam sambutannya mengatakan, warga Kota Banda Aceh sudah seharusnya mendoakan dan mengirim bantuan untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Apalagi Aceh pernah dilanda gempa dan tsunami pada tahun 2004 silam dan pemerintahan Aceh saat itu nyaris lumpuh.

“Kita saat itu tidak mungkin apa-apa lagi, sudah pasrah kita. Tapi bagaimana kita melihat penduduk dunia turun dan datang ke Aceh untuk membantu kita. Maka saat ini kita sangat pantas mengirim doa dan bantuan ke Palu. Beginilah bentuk solidaritas kita,” kata Aminullah.

Sementara, Ketua Panitia Misdarul Ihsan mengibaratkan seorang jurnalis harus seperti lampu badai yang tidak pernah padam meski angin kencang. Di tengah kondisi bencana, jurnalis terus mengabarkan kondisi terbaru.

“Lampu badai tetap akan bersinar dan menyala di tengah angin kecang. Inilah yang kami sampaikan pada teman-teman jurnalis yang tetap mengabarkan tentang kondisi di Palu,” tutur Ihsan yang juga Ketua Aliansi Jurnalis Independen Banda Aceh. []

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Aceh

ACEHKITA TV

Trending

Kolom

Kuliner

Facebook

To Top