Connect with us

Drama Kolosal Malahayati Meriahkan Peringatan Hari Pahlawan

Aceh

Drama Kolosal Malahayati Meriahkan Peringatan Hari Pahlawan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Upacara peringatan hari pahlawan nasional di Banda Aceh dimeriahkan dengan penampilan aksi drama kolosal Laksamana Malahayati di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Jumat, 10 November 2017.

Pantauan acehkita.com, drama itu mengisahkan perjuangan pahlawan nasional asal Aceh tersebut dalam melawan armada laut Belanda dan Portugis di Selat Malaka. Kesatriaan jiwanya bisa disaksikan bagaimana perempuan itu memimpin pasukan perang perempuan Kesultanan Aceh; Inong Balee.

Orang Belanda pertama yang datang ke Aceh, Cornelis de Houtman mencoba menggoyang kekuasaan Aceh pada tahun 1599 M. Ia dikenal berangas. Namun alih-alih bisa menaklukkan Aceh, pasukannya malah porak-poranda diserang pasukan Laksamana Malahayati.

Pasukan perang Belanda banyak ditahan pada saat itu. Cornelis de Houtman mati dibunuh oleh Laksamana Malahayati pada 11 September 1599.

Laksamana Keumalahayati dikenal sebagai laksamana perang perempuan pertama di dunia. Ia mendapat gelar pahlawan nasional pada 6 November 2017 lalu, melalui Keputusan Presiden RI Nomor 115/TK/TAHUN 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

Laksamana Malahayati adalah putri dari Laksamana Mahmud Syah. Kakeknya bernama Laksamana Muhammad Said Syah, putra dari Sultan Salahuddin Syah yang memerintah Kesultanan Aceh Darussalam sekitar tahun 1530-1539 M.

Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayor Jenderal TNI Moch Fachrudin mengatakan penampilam drama kolosal Laksamana Malahayati bertujuan untuk mengingatkan genari muda tentang sejarah pahlawan perempuan asal Aceh.

“Untuk generasi penurus yang mungkin tidak suka membaca, maka kita tampilkan seperti ini agar mereka tau sejarah pahlawannya,” kata Fachruddin kepada wartawan usai upacara.

Menurutnya sosok Laksamana Malahayati merupakan seorang wanita feminim tapi berjiwa kstaria.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Aceh

To Top