Connect with us

Fase Perbaikan Rumah Pasca Gempa

Teknologi

Fase Perbaikan Rumah Pasca Gempa

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Gempa Pidie Jaya dan gempa-gempa lain sebelum itu sejatinya menjadi pembelajaran, bahwa kita di Aceh tinggal di atas patahan yang memungkinkan dihentak kapan saja.

Kekuatannya memang bervariasi, ada berskala rendah hingga kuat yang dampaknya bisa sangat destruktif. Tentu tidak ada jaminan bahwa gempa akan slalu berskala kecil.

Kerena itu, rumah serta bangunan yang akan dibangun harusnya sebisa mungkin didesain untuk tahan gempa. Mengingat banyaknya kerusakan bahkan hancur, sehingga menimbulkan banyak kerugian, baik jiwa maupun material.

Sejatinya, nenek moyang telah mewariskan model rumah tahan gempa untuk kita, tapi desain-desain tradisional tersebut berlahan telah ditinggalkan.

Lalu, bagaimana memperbaiki rumah rusak yang dihentak gempa?. Dilansir dari laman resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, fase perbaikan rumah pasca gempa dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yakni; perbaikan arsitektural, restorasi, dan perkuatan.

Perbaikan arsitektural dimaksudkan mengembalikan bentuk arsitektur bangunan agar semua perlengkapan atau peralatan dapat berfungsi kembali. Restorasi maksudnya seluruh aktifitas atau kegiatan untuk memulihkan kembali perilaku komponen atau elemen struktur yang rusak ke kondisi asalnya.

Terakhir, perkuatan merupakan suatu aktifitas kegiatan untuk meningkatkan perilaku komponen atau elemen struktur menjadi lebih kuat dibandingkan perilaku asalnya.

Ketiganya memiliki fokus tindakan yang berbeda. Dan berikut adalah pemaparan fokus tindakan antara perbaikan arsitektural, restorasi, dan perkuatan yang perlu Anda ketahui:

Perbaikan arsitektural

– Menambal retak-retak pada tembok, plesteran, dan lain-lain.

– Memperbaiki pintu-pintu, jendela-jendela, mengganti kaca, dan lain-lain.

– Memperbaiki kabel-kabel listrik

– Memperbaiki pipa-pipa air, pipa gas, saluran pembuangan.

– Membangun kembali dinding-dinding pemisah, cerobong, pagar, dan lain-lain.

– Memplester kembali dinding-dinding

– Mengatur kembali genteng-genteng dan mengecat ulang.

Restorasi

– Menginjeksikan air semen atau bahan-bahan epoxy ke dalam reta-retak kecil yang terjadi pada dinding pemikul beban, balok, maupun kolom.

– Penambahan jaringan tulangan pada dinding pemikul, balok, maupun kolom yang mengalami retak besar kemudian diplester kembali.

– Membongkar bagian-bagian dinding yang terbelah dan menggantikannya dengan dinding baru dengan spesi yang lebih kuat dan dijangkar pada portal.

Perkuatan

– Menambah daya taha terhadap beban lateral dengan jalan menambah dinding, menambahkan kolom.

– Menjadikan bangunan sebagai satu kesatuan dengan jalan mengikat semua unsur penahan beban satu dengan lainnya.

– Menghilangkan sumber-sumber kelemahan atau yang dapat menyebabkan terjadinya konsentrasi tegangan di bagian-bagian tertentu:

  • Penyebaran letak kolom yang tidak simetris.
  • Penyebaran letak dinding yang tidak simetris.
  • Beda kekuatan yang menyolok antara lantai yang satu dengan lainnya.
  • Bukaan-bukaan yang berlebihan.

Menghindarkan terjadinya kehancuran getas dengan cara memasang tulangan sesuai dengan detail-detail untuk mencapai daktilitas yang cukup. []

rumah.com

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Teknologi

To Top