<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ACEHKITA.COM : Aceh News Agency</title>
	<atom:link href="http://www.acehkita.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.acehkita.com</link>
	<description>acehkita.com : Aceh News Agency</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Mar 2010 10:33:32 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Warga Bantu Polisi Buru Teroris</title>
		<link>http://www.acehkita.com/berita/warga-bantu-polisi-buru-teroris/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/berita/warga-bantu-polisi-buru-teroris/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 10:22:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/?p=10689</guid>
		<description><![CDATA[LAMKABEU &#124; ACEHKITA.COM – Pengejaran kelompok bersenjata yang diduga teroris di kawasan Lamkabeu, Seulimum, masih berlanjut. Tadi pagi, puluhan warga membantu polisi dari Datasemen Khusus 88 Antiteror Polda Aceh menelusuri jejak kelompok bersenjata tersebut. 
“Kami secara sukarela ikut menulusuri jejak kelompok itu di sekitar desa ini,” kata Bukhari, seorang warga Desa Bayu, Rabu.
Tadi pagi, lima [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>LAMKABEU | ACEHKITA.COM – Pengejaran kelompok bersenjata yang diduga teroris di kawasan Lamkabeu, Seulimum, masih berlanjut. Tadi pagi, puluhan warga membantu polisi dari Datasemen Khusus 88 Antiteror Polda Aceh menelusuri jejak kelompok bersenjata tersebut. <span id="more-10689"></span></p>
<p>“Kami secara sukarela ikut menulusuri jejak kelompok itu di sekitar desa ini,” kata Bukhari, seorang warga Desa Bayu, Rabu.</p>
<p>Tadi pagi, lima Densus dibantu puluhan menyusuri lokasi yang diduga pernah dijadikan tempat persembunyian kelompok bersenjata yang menewaskan tiga polisi pekan lalu. Kawasan yang disisir yaitu Desa Ayon dan Desa Bayu.</p>
<p>Polisi meminta bantuan warga untuk mendeteksi lokasi karena warga di situ lebih paham lokasi. Warga menggunakan tombak, parang, dan anjing untuk mengejar kelompok tersebut. Tak hanya berupaya menyisir kelompok bersenjata, warga juga mengambil kesempatan untuk memburu babi hutan. Tak sia-sia, mereka menemukan seekor babi hutan. []</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/berita/warga-bantu-polisi-buru-teroris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;Teroris Musuh Bersama&#8221;</title>
		<link>http://www.acehkita.com/berita/teroris-musuh-bersama/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/berita/teroris-musuh-bersama/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 10:10:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/berita/teroris-musuh-bersama/</guid>
		<description><![CDATA[LHOKSEUMAWE &#124; ACEHKITA.COM &#8211;Teungku Muslim, pimpinan Dayah Darul Mujahidin Blang Weu Panjoe, Kec. Blang Mangat, Lhokseumawe, mengatakan kelompok bersenjata yang diburu polisi di Aceh Besar merupakan kelompok yang bertujuan untuk merusak damai dan mengganggu pelaksanaan syariat Islam. Kelompok ini ingin membuat image Aceh tercoreng di mata masyarakat internasional dengan isu teroris.
 
”Itu adalah musuh bersama kita,” [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM &#8211;Teungku Muslim, pimpinan Dayah Darul Mujahidin Blang Weu Panjoe, Kec. Blang Mangat, Lhokseumawe, mengatakan kelompok bersenjata yang diburu polisi di Aceh Besar merupakan kelompok yang bertujuan untuk merusak damai dan mengganggu pelaksanaan syariat Islam. Kelompok ini ingin membuat image Aceh tercoreng di mata masyarakat internasional dengan isu teroris.<br />
 <br />
”Itu adalah musuh bersama kita,” ujar Teungku Muslim kepada acehkita.com, Rabu (10/3)</p>
<p>Dayah Darul Mujahidin pernah melatih puluhan relawan jihad untuk dikirim ke Palestina awal 2009 lalu.</p>
<p>Menurut Muslim, isu terorisme mengakibatkan aktivitas orang –orang yang berjuang amar makruf nahi mungkar secara damai dan demokratis menjadi terhambat, karena dikhawatirkan akan terjadi klaim-klaim yang menggiring ke isu teroris.<br />
 <br />
”Kalau memang kelompok yang benar mereka terlebih dahulu mendekati ulama dan meminta petunjuk yang benar, jihad tidak harus dengan kekerasan. Kita tidak mengenal kelompok yang diduga teroris itu,” ujar Muslim.<br />
 <br />
Muslim juga mengajak masyarakat untuk membantu polisi dalam mengungkap jaringan yang bertujuan  mengganggu perdamaian Aceh dan merusak berjalannya Syariah Islam. </p>
<p>”Kita juga berharap polisi jangan tergopoh–gopoh dalam pengungkapan ini, dengan dibantu semua pihak, insya Allah semua akan terungkap,” sebut Muslim. []</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/berita/teroris-musuh-bersama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendekar Jihad Sekitar Exxon</title>
		<link>http://www.acehkita.com/berita/pendekar-jihad-sekitar-exxon-2/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/berita/pendekar-jihad-sekitar-exxon-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 10:08:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/?p=10686</guid>
		<description><![CDATA[PENGANTAR REDAKSI: Tulisan ini pernah dimuat di Majalah ACEHKINI edisi April 2009. [Redaksi]
“Allah Akbar… Allahu Akbar!” pekik sejumlah pria lantang. Berhamburan melompat dari mobil pick up. Wajah mereka ditutup kain, hanya mata yang terlihat, persis gerilyawan Hamas, Palestina. “Kami baru pulang jihad,” ujar seorang di antaranya. Jihad yang dimaksud pria itu tak sungguhan, tapi sekadar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PENGANTAR REDAKSI: Tulisan ini pernah dimuat di Majalah ACEHKINI edisi April 2009. [Redaksi]</p>
<p>“Allah Akbar… Allahu Akbar!” pekik sejumlah pria lantang. Berhamburan melompat dari mobil pick up. Wajah mereka ditutup kain, hanya mata yang terlihat, persis gerilyawan Hamas, Palestina. “Kami baru pulang jihad,” ujar seorang di antaranya. Jihad yang dimaksud pria itu tak sungguhan, tapi sekadar ‘perang-perangan’.<span id="more-10686"></span></p>
<p>Januari lalu, perbukitan Cot Kareung di Desa Blang Weu Panjoe, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, memang berubah seakan medan tempur. Saban waktu, para santri berbagai pesantren dan warga yang ingin berjihad ke Palestina berkumpul. Tidak untuk mempelajari ilmu agama, melainkan belajar karate.</p>
<p>Front Pembela Islam (FPI), di belakang ‘latihan tempur’ para pemuda itu. Sebuah pesantren didirikan untuk menjadi markas, namanya Darul Mujahidin. Pimpinan pesantren bersemboyan “hidup mulia bermatikan syahid” itu, menyatakan telah mencetak puluhan lulusan yang siap membantu pejuang Hamas melawan serdadu Israel.</p>
<p>Pesantren ini hanya memfasilitasi segala kebutuhan santri dari penginapan sampai logistik untuk calon pendekar. Tanah lapang tempat latihan, letaknya berdampingan dengan lintasan pipa milik Exxon Mobil, raksasa minyak asal Amerika Serikat (AS).</p>
<p>Soal guru ilmu perang dan karate, diserahkan ke FPI Pusat di Jakarta. Dua pelatih dikirim untuk mengajarkan teknik dasar bela diri; gerakan kaki dan tangan, serta cara efektif melumpuhkan lawan. Ilmu dasar kemiliteran, diasuh tutor khusus yang juga kiriman Jakarta.</p>
<p>Ketua FPI Aceh, Yusuf Al Qardhawi, mengatakan, selama latihan tempur dan taktik perang gerilya, mereka digembleng oleh Abu Alyas, 38 tahun. Alyas, katanya, adalah seorang mujahidin yang telah berpengalaman di Afghanistan, berperang bersama kelompok Abu Sayyaf di Filipina Selatan dan bergabung dengan pejuang Hamas.</p>
<p>“Kita tidak memandang suku. Hanya memandang agama, untuk menegakkan amar makruf nahi mungkar, biar kuat kita harus berjaringan,” ujar Tengku Muslim At-Thahiri, petinggi FPI Aceh lain, pada ACEHKINI, Januari lalu.</p>
<p>Sistem rekrutmen pendekar tak serupa pesantren lain di Aceh. Serangkaian seleksi harus dilalui, dari tes ilmu agama, ketaatan menjalankan ibadah dan yang terpenting siap mati di Jalur Gaza. Tahap akhir, penentu kelulusan usai latihan fisik.</p>
<p>Peminat jihad di Aceh terbilang ramai. Menurut Muslim, yang mendaftar mencapai 500 santri. Namun tak semuanya lulus seleksi. “100 lewat administrasi, dari latihan gugur lagi, tinggal 80 orang yang siap dikirim ke Palestina,” jelasnya. “Kita hanya menyiapkan dasar saja, kemudian setelah di Palestina akan digembleng kembali.”</p>
<p>Walau mengaku melatih relawan jihad, tapi para santri tidak langsung diterjunkan ke medan perang sesungguhnya. Bahkan bisa jadi, tidak ikut perang sama sekali. “Di Palestina akan ada arahan kembali, mungkin saja dibekali kemampuan yang lain,” jelas Muslim.</p>
<p>***</p>
<p>Akhir Januari, Darul Mujahidin mulai lengang kembali. Namun ‘bau FPI’ masih tersisa di selembar spanduk, dipajang di pagar masuk. Bunyinya, “ulama jahat lebih berbahaya daripada dajjal.” Bekas markas militan ini juga masih menyisakan slogan pembakar semangat, “rumoh ureung meujihad,” jelas tertulis di balai-balai.</p>
<p>Tak hanya itu, anak-anak desa juga telah giat memainkan trik-trik pertempuran. Sebelum mengaji usai Magrib, sempat mereka unjukkan aksi layaknya militan Gaza. “Allahu Akbar….Allahu Akbar!” teriak santri cilik sambil mengacungkan potongan bambu seolah senjata.</p>
<p>Militan jebolan Darul Mujadin sudah dipulangkan ke basisnya, bersiap-siap ke Gaza. Seiring dengan itu, santri lain masih sibuk mengumpulkan dana dari penguna jalan. Menurut Muslim, FPI Pusat yang bertanggungjawab untuk pemberangkatan relawan ke Palestina.</p>
<p>Awal bulan lalu, 15 pendekar lulusan sekitar Exxon telah diberangkatkan ke markas pusat FPI di Jakarta. Sementara sisanya akan dikirim sesuai dengan permintaan FPI Pusat. “Dalam waktu dekat akan diberangkatkan.”</p>
<p>Sebelum diperangkatkan, mereka dipeusijeuk di sebuah pesantren pinggiran Kota Banda Aceh. Menurut Yusuf Al-Qardhawi, mujahid yang telah lulus tes itu tak hanya dikirim ke Palestina, tetapi ke semua negara Islam yang membutuhkan bantuan.</p>
<p>Di antara 15 mujahidin gelombang pertama, katanya, terdapat empat orang yang siap melakukan aksi bom bunuh diri dan dua sniper. “Kami menyebutnya pasukan bom syahid. Bukan pelaku bom bunuh diri karena istilah itu konotasinya negatif yang dilabelkan oleh media asing,” katanya.</p>
<p>Ketika ditanya alasan keempat orang ini siap menjadi pasukan bom syahid, Yusuf mengatakan karena selama latihan, mereka telah teruji dari segi mental dan fisik. “Saat latihan, mualim bilang bahwa keempat orang ini sudah siap dari segi jiwa dan raga untuk menjadi pasukan bom syahid. Mereka mujahidin sejati dan merupakan orang-orang pilihan,” katanya.</p>
<p>“Mereka kami sebut ‘Mujahidin Al Alami’ atau mujahidin internasional yang siap diberangkatkan kemana saja untuk membela umat Islam,” ujarnya. “Mereka sudah menjadi tentara Allah yang telah siap berjuang untuk membela agama Islam.” [a/Pernah Dimuat di Majalah ACEHKINI edisi April 2009]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/berita/pendekar-jihad-sekitar-exxon-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bupati Aceh Selatan Diminta Mundur</title>
		<link>http://www.acehkita.com/berita/bupati-aceh-selatan-diminta-mundur/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/berita/bupati-aceh-selatan-diminta-mundur/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 10:03:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/berita/bupati-aceh-selatan-diminta-mundur/</guid>
		<description><![CDATA[BANDA ACEH &#124; ACEHKITA.COM &#8212; Puluhan massa yang menamakan diri Koalisi Elemen Masyarakat Aceh Selatan (KEMAS), berunjukrasa ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Rabu pagi. Mereka menuntut anggota dewan melakukan fungsinya, mengontrol kebijakan pemerintah Aceh Selatan yang dinilai tidak berpihak kepada kepentingan rakyat.
Massa yang terdiri atas mahasiswa menilai tingginya angka kemiskinan dan pengangguran di kabupaten [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANDA ACEH | ACEHKITA.COM &#8212; Puluhan massa yang menamakan diri Koalisi Elemen Masyarakat Aceh Selatan (KEMAS), berunjukrasa ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Rabu pagi. Mereka menuntut anggota dewan melakukan fungsinya, mengontrol kebijakan pemerintah Aceh Selatan yang dinilai tidak berpihak kepada kepentingan rakyat.<span id="more-10685"></span></p>
<p>Massa yang terdiri atas mahasiswa menilai tingginya angka kemiskinan dan pengangguran di kabupaten penghasil pala itu, merupakan bukti ketidakberpihakan Bupati Aceh Selatan Husen Yusuf  dan Wakilnya Daska Aziz kepada rakyat.</p>
<p>&#8220;Hari ini, dua tahun sudah kepemimpinan Husen-Daska, tapi sejak 2008 APBK terus turun. Ironisnya anggaran untuk belanja publik hanya 18 persen,&#8221; kata Kodinator Aksi Adi Irwan dalam orasinya.</p>
<p>Selain berorasi masa juga membawa sejumlah spanduk berisi kecaman atas kebijakan bupati yang tidak memiliki kebijakan jelas tentang arah pembangunan. &#8220;Dibanding Kabupaten Abdya yang baru mekar, kita induk (Aceh Selatan-red) jauh tertinggal,&#8221; ujar Adi Irwan.</p>
<p>Sempat terjadi perang mulut antara massa KEMAS dan anggota dewan asal daerah pemilihan 8 Sidiq Fahmi. Namun keributan dapat dihindari setelah petugas kepolisian meminta Sidiq Fahmi meninggalkan massa KEMAS.</p>
<p>Setelah berorasi selama satu jam di halaman kantor DPRA, sekitar 30 massa KEMAS akhirnya diterima di ruang panitia anggaran Gedung DPRA oleh 4 anggota dewan DP 8.</p>
<p>Kepada massa, dewan berjanji menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan massa KEMAS. Puas menyampaikan tuntutannya, massa membubarkan diri setelah membacakan tiga tuntutan diantaranya yakni menuntut bupati Aceh Selatan mundur.</p>
<p>&#8220;Jika dalam 5 bulan kedepan tidak ada perubahan bupati kami minta mundur, karena jika dibiarkan akan berdampak buruk bagi kehidupan rakyat,&#8221; ujar Adi Irwan saat membaca tuntutan KEMAS. Sebelum membubar diri massa juga menyerahkan rapor merah dan pinang muda sebagai simbol lemah kinerja bupati Aceh Selatan. []</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/berita/bupati-aceh-selatan-diminta-mundur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arsenal &amp; Munchen ke Perempatfinal</title>
		<link>http://www.acehkita.com/olahraga/arsenal-munchen-ke-perempatfinal/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/olahraga/arsenal-munchen-ke-perempatfinal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 06:19:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/?p=10682</guid>
		<description><![CDATA[BANDA ACEH &#124; ACEHKITA.COM &#8211; Arsenal dan Bayern Munchen mengambil tiket ke perempatfinal Liga Champions. Arsenal secara meyakinkan menang dengan skor 5-0, dari FC Porto di leg kedua, 16 besar Liga Champions 2009/2010. Sedangkan Munchen menang secara agregat gol.
Sebelumnya Arsenal kalah 2-1 dikandang Porto. Gol-gol The Londoners di Stadion Emirates, Rabu (10/3) dinihari, dicetak Bendtner, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANDA ACEH | ACEHKITA.COM &#8211; Arsenal dan Bayern Munchen mengambil tiket ke perempatfinal Liga Champions. Arsenal secara meyakinkan menang dengan skor 5-0, dari FC Porto di leg kedua, 16 besar Liga Champions 2009/2010. Sedangkan Munchen menang secara agregat gol.<span id="more-10682"></span></p>
<p>Sebelumnya Arsenal kalah 2-1 dikandang Porto. Gol-gol The Londoners di Stadion Emirates, Rabu (10/3) dinihari, dicetak Bendtner, pada menit 10. Keunggulan anak asuh Wenger tak berhenti disitu, di menit 25 Bendtner mencetak gol keduanya. Skor 2-0 pun bertahan hingga turun minum.</p>
<p>Di babak kedua, Arsenal, memperbesar keunggulan melalui jasa Nasri di menit 63. Kemudian, tiga menit berselang Eboue membuat publik Emirates gentar, dengan golnya. Setelah, menerima umpan terobosan dari Arshavin.</p>
<p>Keunggulan 4-0 bagi Arsenal semakin bersemangat untuk melakukan serangan kepertahanan lawan. Di menit akhir pertandingan, Bendtner mengoleksi gol ketiganya, usai tendangan titik putih yang tak bisa diselamatkan Helton. Penalti tersebut terjadi akibat Fucile melanggar Eboue dikotak terlarang. Dan gol tersebut bertahan hingga wasit meniup peluit akhir pertandingan.</p>
<p>Kemenangan Arsenal 5-0 atau agregat gol 6-2, membawa tim asal London ini ke babak delapan besar. </p>
<p>Sementara Bayern Munich memastikan langkah ke babak perempatfinal Liga Champions meski ditekuk 2-3 oleh Fiorentina pada leg kedua di Artemio Franchi. Bayern lolos berkat aturan gol tandang, lewat dua gol dari pemain asal Belanda di kandang Fiorentina.</p>
<p>Dengan hasil di Artemio Franchi, Rabu (10/3/2010) dinihari WIB, agregat di antara kedua tim menjadi 4-4. Namun, Bayern ungul karena berhasi membuat dua gol di kandang Fiorentina.</p>
<p>Untuk Fiorentina, modal satu gol tandang dalam kekalahan 1-2 yang dicatat di markas Bayern pada leg pertama menjadi tidak berarti kendati pada leg kedua ini mereka tampil luar biasa dan berhasil memberikan perlawanan sengit untuk Bayern.</p>
<p>Di leg kedua ini, Juan Vargas bikin Fiorentina unggul lebih dulu pada menit 27. Skor kembali bertambah untuk tuan rumah setelah Stevan Jovetic bikin gol pada menit 54.</p>
<p>Mark Van Bommel membuat Bayern berhasil menipiskan ketinggalan sekaligus membuat asa lolos lahir lagi pada menit 60. Jovetic sempat bikin Fiorentina bersorak lagi pada menit 64 meski Arjen Robben akhirnya memastikan tiket Bayern semenit kemudian. [dbs]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/olahraga/arsenal-munchen-ke-perempatfinal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Isu Teroris, Angkutan Sepi Penumpang</title>
		<link>http://www.acehkita.com/berita/isu-teroris-angkutan-sepi-penumpang/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/berita/isu-teroris-angkutan-sepi-penumpang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 05:26:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/berita/isu-teroris-angkutan-sepi-penumpang/</guid>
		<description><![CDATA[PIDIE JAYA &#124; ACEHKITA.COM &#8211; Panasnya pemberitaan aksi terorisme di Aceh selama ini membuat warga takut melakukan perjalanan di malam hari. Para awak angkutan penumpang mengaku, dalam enam hari terakhir jumlah sewa yang mereka miliki menurun drastis.

Menurut Adi, seorang supir minibus L300, pascaditembaknya Abdullah, seorang penumpang bus di Padang Tiji, Pidie, dan gencarnya razia dilakukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PIDIE JAYA | ACEHKITA.COM &#8211; Panasnya pemberitaan aksi terorisme di Aceh selama ini membuat warga takut melakukan perjalanan di malam hari. Para awak angkutan penumpang mengaku, dalam enam hari terakhir jumlah sewa yang mereka miliki menurun drastis.<br />
<span id="more-10681"></span><br />
Menurut Adi, seorang supir minibus L300, pascaditembaknya Abdullah, seorang penumpang bus di Padang Tiji, Pidie, dan gencarnya razia dilakukan polisi untuk memburu teroris, khusunya di malam hari membuat warga was was bepergian di malam hari, terutama dari Banda Aceh menuju Medan. </p>
<p>&#8220;Kalau tidak ada yang mendesak sekarang orang lebih suka pergi siang hari,&#8221; katanya dalam perbincangan dengan acehkita.com, Rabu (10/3) dinihari.</p>
<p>Adi mengatakan tak hanya L300 yang mengalaminya. Awak bus antarprovinsi di Aceh juga mengalami hal serupa.</p>
<p>Kondisi seperti itu ikut menurunkan pendapatan mereka di malam hari. Padahal setelah gendang damai ditabuh 2005 lalu, mereka begitu mudah meraup penumpang di malam hari karena warga sangat berani bepergian di malam hari. </p>
<p>&#8220;Dalam beberapa hari ini kalau malam tidak rezeki kita,&#8221; kata dia.<br />
&#8220;Misalnya dari Banda Aceh ke Lhokseumawe, kita hanya dapat empat sewa. Itu cuma cukup untuk isi minyak (BBM) sedangkan untuk kita sudah begadang malam hari ngak ada.&#8221;</p>
<p>Pantauan acehkita.com Rabu dinihari tadi, di terminal Sigli, Beureunuen, Pidie, dan Saree, Aceh Besar yang biasanya begitu ramai dengan penumpang angkutan kini mulai sepi. &#8220;Iya dalam beberapa hari ini memang sangat sepi,&#8221; kata seorang penjual kripik di Saree. &#8220;Kalau dulu (sebelum isu teroris) sekali turun (penumpang) ramai.&#8221;</p>
<p>Di terminal Beuruenuen juga serupa. &#8220;Mungkin orang sudah malas pergi malam, takut kenapa-kenapa nanti waktu dirazia. Waktu masa konflik dulu aparat suka cari-cari kesalahan warga saat merazia, sekarang itu yang ditakutkan. Kan razia orang itu juga (aparat),&#8221; kata seorang harlan</p>
<p>Di sana, pun demikian, aktivitas warga di malam hari tetap berjalan seperti biasa. Pantauan situs ini di sepanjang jalan Banda Aceh-Medan di kawasan Aceh Besar, Pidie dan Pidie Jaya Rabu dinihari, kondisi keamanan di sana kondusif. Di sepanjang jalan terlihat lalu lalang warga tiada henti, baik dengan sepeda motor atau berjalan kaki. Di sejumlah tempat nongkrong seperti warung kopi juga penuh di malam hari.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/berita/isu-teroris-angkutan-sepi-penumpang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kelompok Jalin Ada di Aceh Sejak 2005: Al Chaidar</title>
		<link>http://www.acehkita.com/berita/kelompok-jalin-ada-di-aceh-sejak-2005-al-chaidar/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/berita/kelompok-jalin-ada-di-aceh-sejak-2005-al-chaidar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 02:53:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/?p=10674</guid>
		<description><![CDATA[LEMBAH SEULAWAH &#124; ACEHKITA.COM &#8212; Kelompok garis keras yang diduga mengadakan latihan militer di pegunungan Jalin, Aceh Besar, diperkirakan telah berada di Aceh sejak 2005, usai tsunami menghumbalang Aceh. Kelompok ini melirik Aceh karena daerah ujung barat Indonesia ini memberlakukan syariat Islam.
(Mereka) agak kecewa karena syariat Islam yang diterapkan di sini itu agak artifisial,&#8221; kata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>LEMBAH SEULAWAH | ACEHKITA.COM &#8212; Kelompok garis keras yang diduga mengadakan latihan militer di pegunungan Jalin, Aceh Besar, diperkirakan telah berada di Aceh sejak 2005, usai tsunami menghumbalang Aceh. Kelompok ini melirik Aceh karena daerah ujung barat Indonesia ini memberlakukan syariat Islam.<span id="more-10674"></span></p>
<div id="attachment_10679" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.acehkita.com/wp-content/uploads/2010/03/Al-Qaidar-3.jpg"><img src="http://www.acehkita.com/wp-content/uploads/2010/03/Al-Qaidar-3-300x200.jpg" alt="Chaideer Mahyuddin/ACEHKITA.COM" title="Al Qaidar-3" width="300" height="200" class="size-medium wp-image-10679" /></a><p class="wp-caption-text">Chaideer Mahyuddin/ACEHKITA.COM</p></div>&#8220;(Mereka) agak kecewa karena syariat Islam yang diterapkan di sini itu agak artifisial,&#8221; kata pengamat terorisme Al Chaidar kepada wartawan di lokasi perburuan kelompok garis keras di Desa Teuladan, Kecamatan Lembah Seulawah, Selasa (9/3).</p>
<p>Al Chaidar yang dosen Universitas Malikussaleh itu berbicara panjang lebar soal kelompok garis keras yang sejak akhir Februari lalu menyedot perhatian publik di Aceh. Berikut petikan wawancara Al Chaidar dengan wartawan di Desa Teuladan.</em></p>
<p><strong>Siapa yang meninggal di Pamulang. Benarkah Dulmatin?</strong><br />
Yang di Pamulang kita sudah verifikasi bahwa itu bukan Dulmatin melainkan, Umar Patek.</p>
<p><strong>Kenapa Anda yakin bukan Dulmatin?</strong><br />
Kita coba hubungi beberapa teman lama di Jamaah Islamiyah maupun Islam dan mereka menyatakan negatif, bahwa itu bukanlah Dulmatin. Lain halnya nanti versi kepolisian ya.. Setahu mereka (Dulmatin) masih ada Filipina.</p>
<p><b>Kelompok ini jaringan mana?</b><br />
Saya juga <i>gak</i> tahu habis, tapi memang kelompok-kelompok yang yang masih ada itu adalah Pandegelang, Cilacap, dan termasuk Labuan.</p>
<p><b>Bagaimana dengan kelompok di Aceh?</b><br />
Dengan kelompok di Aceh mereka berhubungan yakni yang memasok senjata. Mereka juga yang pertama kali mengirimkan beberapa orang dari Aceh untuk berlatih di Mindanou (Thailand Selatan). Ini warga Aceh, jumlahnya 18 orang.</p>
<p><strong>Bagaimana keterlibatan GAM?</strong><br />
Tidak adanya hubungannya dengan GAM. Karena banyak di antara mereka yang menjadi, apa namanya, (setelah) bertemu di Lembaga Pemasyarakatan. Tidak ada dari mereka yang berada di dayah-dayah dan pesantren.</p>
<p><strong>Siapa yang mereka targetkan?</strong><br />
Target kelompok ini menjadikan Aceh sebagai tempat latihan, dan menjadikan beberapa target di Selat Malaka. Berdasarkan pembicaraan sekitar tahun 2006-2007 ya, itu mereka akan menyerang beberapa tempat orang asing. Tapi sekarang orang-orang asing kan sudah tidak ada di Aceh. Setahu saya mereka tidak ada (keterkaitan) dengan kedatangan (Barrack) Obama, karena mereka juga tidak terlalu update terhadap kedatangan itu.</p>
<p><strong>Lalu apa sasarannya?</strong><br />
Masih rencana-rencana lama. Mereka menganggap Aceh sebagai wilayah paling barat dan menilai sangat strategis dan lebih mudah lari ke Malaysia dan Thailand selatan terutama. Karena ada jarigan-jaringan juga kan di sana.</p>
<p><strong>Mereka datang ke Aceh, apa karena daerah ini memberlakukan syariat Islam?</strong><br />
Begitu mereka datang dari Banten dan Cilacap dan menganggap ini (syariat Islam) penting. Mereka menganggap ini penting dan melihat Aceh sebagai syariat Islam. Setelah menetap ternyata agak kecewa karena syariat Islam yang diterapkan di sini itu agak artifisial.</p>
<p><strong>Kapan pertama sekali masuk ke Aceh?</strong><br />
Pertama masuk 2005. Saya bertemunya pertengahan (2005) di Aceh Besar. Banyak di antara mereka, setahu saya, lewat laut.</p>
<p><strong>Setelah penyergapan, bagaimana persediaan logistik mereka?</strong><br />
Setahu saya logistik mereka sangat sedikit dan biasanya acara latihan. Kode (untuk latihan) itu Dauroh, itu paling lama hanya satu minggu. Jadi mereka itu datang berlatih di tempat yang jauh dari permukiman dan pulang setelah itu. Biasanya itu berkumpul semua sel-sel dan setelah itu mereka bubar.</p>
<p><strong>Yang di Jalin?</strong><br />
Seperti kemarin itu Dauroh, cukup ramai juga seperti dari Aceh Tamiang, Aceh Utara, Sigli, Pidie dan juga dari Aceh Besar sendiri. Dauroh itu semacam pertemuan atau <i>millitary gathering</i>. Ada pertemuan, maka bergabunglah dan baru megadakan latian bersama dari berbagai lapisan.</p>
<p>Kalau latihan satu-satu kelompok firkah atau satu sel itu biasanya istilahnya adalah Usroh. Itu satu-satu kelompok kecil. Biasanya mengadakan latihan paling banyak 10 orang. Tapi kalau melibihi 60 orang bahkan ratusan orang itu, sudah dauroh. </p>
<p>Rekrutmen mereka bersifat kekeluargaan, dan yang boleh masuk itu dilihat yang mempunyai hubungan kekeluargaan, contohnya seperti keponakan.</p>
<p>Baru setelah ini mereka menjadikan polisi sebagai musuh, target. Sebelumnya itu mereka masih berpikiran musuh mereka adalah tentara. Sementara saat ini sudah menjadikan polisi sebagai target.</p>
<p><strong>Apakah mereka terkait dengan Al Qaida?</strong><br />
Dengan Al Qaida mereka juga terkait. Karena sebagian besar dana dan pelatihan di Mindanau itu didukung Al Qaida. Kemungkina juga beberapa orang di antara mereka yang ikut dalam pelatihan itu ada beberapa wakil dari Al Qaida untuk melihat latihan langsung. Biasanya latihan itu adalah proposal awal untuk memperoleh dana.</p>
<p><strong>Bagaimana penguasaan medan kelompok ini?</strong><br />
Sejak masuk 2005, kalau menguasai medan, belum. Baru sedikit dari mereka yang berasal dari Aceh. Pimpinan mereka yaitu Said Al Achehi, saya menduganya adalah Abu Saifuddin dan bukan orang Aceh dan belum bisa bahasa Aceh. Mereka belum kenal lapangan, baik secara geografis maupun budaya. []
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/berita/kelompok-jalin-ada-di-aceh-sejak-2005-al-chaidar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Al Chaidar: Korban Pamulang Umar Patek</title>
		<link>http://www.acehkita.com/berita/al-chaidar-korban-pamulang-umar-patek/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/berita/al-chaidar-korban-pamulang-umar-patek/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 14:52:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/?p=10669</guid>
		<description><![CDATA[ACEH BESAR &#124; ACEHKITA.COM &#8212; Pengamat terorisme Al Chaidar menyebutkan bahwa korban meninggal dalam penggerebekan oleh Datasemen 88 Antiteror di Pamulang, Tangerang, bukan Dulmatin. Lalu, siapa korban yang oleh polisi disebut sebagai Dulmatin?
Menurut Al Chaidar, korban yang ditembak di sebuah toko di kawasan Pamulang merupakan Umar Patek, sejawat Dulmatin dan juga buronan polisi.
&#8220;Kita sudah verifikasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ACEH BESAR | ACEHKITA.COM &#8212; Pengamat terorisme Al Chaidar menyebutkan bahwa korban meninggal dalam penggerebekan oleh Datasemen 88 Antiteror di Pamulang, Tangerang, bukan Dulmatin. Lalu, siapa korban yang oleh polisi disebut sebagai Dulmatin?<span id="more-10669"></span></p>
<p>Menurut Al Chaidar, korban yang ditembak di sebuah toko di kawasan Pamulang merupakan Umar Patek, sejawat Dulmatin dan juga buronan polisi.</p>
<p>&#8220;Kita sudah verifikasi bahwa itu bukan Dulmatin, melainkan Umar Patek,&#8221; kata Al Chaidar kepada wartawan di Desa Teuladang, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar, Selasa (9/3).</p>
<p>Informasi yang diperoleh Al Chaidar dari jaringan Jemaah Islamiyah, Dulmatin masih berada di Filipina.</p>
<p>Dalam penggerebakan pagi tadi di Pamulang, polisi mengklaim menewaskan Dulmatin alias YI yang selama ini dicari-cari pemerintah. Dulmatin yang bernama asli Joko Pitono, berasal dari Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah. </p>
<p>Bersama Umar Patek, Dulmatin merangkai bom bali pada 202 yang menewaskan 202 orang. Mereka berdua menjadi orang yang paling dicari pemerintah Amerika. Kepala Patek dihargai US$ 1 juta dan Dulmatin dihargai US$ 10 juta oleh pemerintah Abang Sam. []</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/berita/al-chaidar-korban-pamulang-umar-patek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Persih Tahan Imbang Pesiraja</title>
		<link>http://www.acehkita.com/berita/persih-tahan-imbang-pesiraja/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/berita/persih-tahan-imbang-pesiraja/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 14:32:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/?p=10667</guid>
		<description><![CDATA[BANDA ACEH &#124; ACEHKITA.COM – Persiraja tak mampu menoreh poin penuh, setelah ditahan imbang 1-1 tim tamu Persih Tembilahan Riau, pada laga lanjutan Divisi Utama Liga Joss Indonesia 2009/2010. Persiraja tak bisa menutup hasil buruk saat dikalahkan tuan rumah Persita Tanggerang 5-0 pekan lalu.
Bermain di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Selasa (9/3) sore, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Persiraja tak mampu menoreh poin penuh, setelah ditahan imbang 1-1 tim tamu Persih Tembilahan Riau, pada laga lanjutan Divisi Utama Liga Joss Indonesia 2009/2010. Persiraja tak bisa menutup hasil buruk saat dikalahkan tuan rumah Persita Tanggerang 5-0 pekan lalu.<span id="more-10667"></span></p>
<p>Bermain di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, Selasa (9/3) sore, di menit pertama berjalannya pertandingan, Amos Marah Kilmet sudah mampu membobol gawang Persih yang dikawal Agus Salim.</p>
<p>Gol tersebut membuat semangat Tarmzi Cs membangkitkan serangan ke pertahanan ‘Harimau Rawa’. Di menit 21, Suryadi Karimuddin hampir saja memperbesar keunggulan bagi timnya, setelah tendangan kerasnya ke atas mistar gawang Agus Salim. Dan skor 1-0 bertahan hingga turun minum.</p>
<p>Di babak kedua, anak-anak Tembilahan membuat serangan ke kubu Persiraja. Di menit 49, sundulan Leonardo Veron hampir menyamakan kedudukan. Namun, masih mampu diselamatkan kiper tuan rumah, Sukirmanto.</p>
<p>Semangat Persih untuk mengejar ketertinggalan tak putus begitu saja. Dengan strategi menyerang yang diterapkan arsitek Mundari Karya, di menit 77 gol balasan pun tercipta lewat crossing Leonardo veron yang tak mampu diselamatkan Sukirmanto. Skor pun menjadi 1-1. Gol ciptaan Veron bertahan hingga wasit meniup peluit akhir pertandingan.</p>
<p>Hasil imbang yang diperoleh Persiraja, membuat sang arsitek, Anwar, kecewa. “Padahal anak-anak sudah main maksimal dengan banyaknya peluang yang diperoleh, tapi tak ada penyelesaian akhir,” ungkapnya.</p>
<p>Dengan hasil ini, Persiraja hanya mengumpulkan 20 poin, 16 kali bermain. Sedangkan  Persih sudah 21 poin yang dikumpulkan 15 kali bermain. Pertandingan selanjutnya, tuan rumah  Persiraja akan ditantang tim sedaerah dengan Persih yaitu Persires Rengat, Sabtu (13/3) nanti. []</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/berita/persih-tahan-imbang-pesiraja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dugaan JI Aceh</title>
		<link>http://www.acehkita.com/foto/dugaan-ji-aceh/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/foto/dugaan-ji-aceh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 13:52:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Top Foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/?p=10664</guid>
		<description><![CDATA[Pengamat teroris, Al Chaidar memberi keterangan tentang keberadaan kelompok bersenjata di Aceh, Selasa (9/3). Menurut dia, kelompok Aceh sudah menyusun rencana strategis menyerang aset asing dan mereka, terkait dengan Jemaah Islamiah dan jaringan Al-Qaida.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengamat teroris, Al Chaidar memberi keterangan tentang keberadaan kelompok bersenjata di Aceh, Selasa (9/3). Menurut dia, kelompok Aceh sudah menyusun rencana strategis menyerang aset asing dan mereka, terkait dengan Jemaah Islamiah dan jaringan Al-Qaida.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/foto/dugaan-ji-aceh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
