<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ACEHKITA.COM : Aceh News Agency</title>
	<atom:link href="http://www.acehkita.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.acehkita.com</link>
	<description>acehkita.com : Aceh News Agency</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Sep 2010 21:10:24 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tarawih di Baiturrahman</title>
		<link>http://www.acehkita.com/foto/tarawih-di-baiturrahman/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/foto/tarawih-di-baiturrahman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 21:10:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Top Foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/?p=12617</guid>
		<description><![CDATA[Sejumlah jamaah usai melaksanakan ibadah shalat tarawih memasuki hari ke-22 Ramadhan di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Rabu (1/9). 
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejumlah jamaah usai melaksanakan ibadah shalat tarawih memasuki hari ke-22 Ramadhan di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Rabu (1/9). </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/foto/tarawih-di-baiturrahman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tadarus</title>
		<link>http://www.acehkita.com/foto/tadarus/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/foto/tadarus/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 13:58:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Top Foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/?p=12613</guid>
		<description><![CDATA[Sejumlah pelajar Taman Pendidikan Al-Quran mengikuti tadarus di tempat pengajian Desa Gampong Aree, Kecamatan Delima, Pidie, Senin (30/8). Kegiatan ini untuk mengisi bulan suci Ramadhan dengan hal-hal yang positif.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejumlah pelajar Taman Pendidikan Al-Quran mengikuti tadarus di tempat pengajian Desa Gampong Aree, Kecamatan Delima, Pidie, Senin (30/8). Kegiatan ini untuk mengisi bulan suci Ramadhan dengan hal-hal yang positif.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/foto/tadarus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>LBH Tolak Berdamai dengan Pelaku Penyerangan</title>
		<link>http://www.acehkita.com/berita/lbh-tolak-berdamai-dengan-pelaku-penyerangan/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/berita/lbh-tolak-berdamai-dengan-pelaku-penyerangan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Aug 2010 18:43:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/?p=12610</guid>
		<description><![CDATA[LHOKSEUMAWE &#124; ACEHKITA.COM &#8212; Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) &#8212; yayasan yang menaungi kantor LBH daerah di Indonesia &#8212; menolak berdamai dengan pelaku penyerangan dan penganiayaan dua mahasiswa Universitas Malikussaleh di kantor LBH Banda Aceh Pos Lhokseumawe beberapa waktu lalu. Sebelumnya, polisi menyebutkan bahwa penyerangan dan pemukulan mahasiswa ini terjadi akibat konflik internal di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM &#8212; Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) &#8212; yayasan yang menaungi kantor LBH daerah di Indonesia &#8212; menolak berdamai dengan pelaku penyerangan dan penganiayaan dua mahasiswa Universitas Malikussaleh di kantor LBH Banda Aceh Pos Lhokseumawe beberapa waktu lalu. <span id="more-12610"></span>Sebelumnya, polisi menyebutkan bahwa penyerangan dan pemukulan mahasiswa ini terjadi akibat konflik internal di kampus Unimal dan berpeluang untuk diselesaikan melalui perdamaian. Polisi juga menyebut tak ada sangkut-paut dengan LBH.</p>
<p>&#8220;Sikap ini resmi setelah seluruh LBH di Indonesia berkoordinasi dan berkomunikasi untuk menyikapi masalah ini,&#8221; kata Koordinator LBH Kantor Lhokseumawe Rahmad Hidayat kepada acehkita.com, Ahad.</p>
<p>Rahmad meminta kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini, karena LBH menduga penyerangan dan penganiayaan ini dilakukan dengan perencanaan yang matang. &#8220;Kecuali penyerangan dan penganiayaan itu terjadi di pasar atau di kampus Unimal, maka YLBHI tidak akan bersikap,&#8221; kata dia.</p>
<p>Seperti diberitakan sebelumnya, dua mahasiswa Unimal dipukul sekelompok pemuda yang ditaksir berjumlah 15 orang. Pengeroyokan itu diduga didalagi Anis Mauliza, sekretaris jenderal Badan Eksekutif Mahasiswa Unimal. Anis bersama seorang rekannya telah menyerahkan diri kepada pihak kepolisian.</p>
<p>Penyerangan ini dilakukan akibat konflik internal di kampus Unimal antara pihak organisasi intrakampus yang didukung rektorat dengan organisasi ekstrakampus. 12 organisasi ekstrakampus melaporkan BEM dan rektor Unimal ke Komnas HAM karena dinilai telah memberangus iklim demokrasi di kampus tersebut. []</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/berita/lbh-tolak-berdamai-dengan-pelaku-penyerangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelaku Pemukulan Mahasiswa Unimal Menyerahkan Diri</title>
		<link>http://www.acehkita.com/berita/pelaku-pemukulan-mahasiswa-unimal-menyerahkan-diri/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/berita/pelaku-pemukulan-mahasiswa-unimal-menyerahkan-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 18:48:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/?p=12608</guid>
		<description><![CDATA[LHOKSEUMAWE &#124; ACEHKITA.COM &#8212; Setelah dua hari sempat buron, Anis Mauliza, pelaku penyerbuan dan pemukulan dua mahasiswa Universitas Malikussaleh di Kantor Lembaga Bantuan Hukum Pos Lhokseumawe, akhirnya menyerahkan diri kepada aparat Kepolisian Sektor Banda Sakti, Kamis malam. Sekretaris Jenderal Badan Eksekutif Mahasiswa Unimal ini ditetapkan sebagai tersangka.
Anis menyerahkan diri bersama seorang temannya yang ikut memukul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM &#8212; Setelah dua hari sempat buron, Anis Mauliza, pelaku penyerbuan dan pemukulan dua mahasiswa Universitas Malikussaleh di Kantor Lembaga Bantuan Hukum Pos Lhokseumawe, akhirnya menyerahkan diri kepada aparat Kepolisian Sektor Banda Sakti, Kamis malam. Sekretaris Jenderal Badan Eksekutif Mahasiswa Unimal ini ditetapkan sebagai tersangka.<span id="more-12608"></span></p>
<p>Anis menyerahkan diri bersama seorang temannya yang ikut memukul dua mahasiswa Selasa malam lalu. </p>
<p>Kepala Polsek Banda Sakti Ibrahim Prades menyebutkan, tersangka Anis Mauliza telah di-BAP-kan. &#8220;Satu lagi sebagai saksi. Kita mengimbau pelaku lain secepatnya menyerahkan diri,&#8221; kata Ibrahim kepada acehkita.com, Jumat.</p>
<p>Menurut Ibrahim, penyerangan dan pemukulan ini disebabkan persoalan internal di kampus Universitas Malikussaleh. Bisa saja, korban dan pelaku nantinya akan berdamai. Pihak kepolisian juga akan menyerahkan pelaku ke pihak kampus.</p>
<p>&#8220;Ketua BEM sudah datang ke sini. Bila perlu rektor atau dekan juga harus menetralisasi kasus ini. Jadi sama sekali tidak ada kaitan dengan LBH,&#8221; kata Ibrahim. []</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/berita/pelaku-pemukulan-mahasiswa-unimal-menyerahkan-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Duh, Mahasiswa Unimal Tulis Asse Alaikum di Facebook</title>
		<link>http://www.acehkita.com/berita/aduh-mahasiswa-unimal-tulis-asse-alaikum-di-facebook/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/berita/aduh-mahasiswa-unimal-tulis-asse-alaikum-di-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 18:09:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/?p=12604</guid>
		<description><![CDATA[LHOKSEUMAWE &#124; ACEHKITA.COM &#8212; Seorang yang menamakan diri Rimueng Buloh bisa dituding menghina Islam. Dalam akun di laman jejaring pertemanan sosial Facebook, Rimueng Buloh memplesetkan lafal salam umat Islam (assalamu&#8217;alaikum) menjadi &#8220;asse alaikum&#8221;. Plesetan yang bernada menghujat dan menghina ini mendapat kecaman dari sejumlah pengguna Facebook lainnya.
Plesetan ucapan salam umat Islam itu ditulis pada status [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM &#8212; Seorang yang menamakan diri Rimueng Buloh bisa dituding menghina Islam. Dalam akun di laman jejaring pertemanan sosial Facebook, Rimueng Buloh memplesetkan lafal salam umat Islam (assalamu&#8217;alaikum) menjadi &#8220;asse alaikum&#8221;. Plesetan yang bernada menghujat dan menghina ini mendapat kecaman dari sejumlah pengguna Facebook lainnya.<span id="more-12604"></span></p>
<p>Plesetan ucapan salam umat Islam itu ditulis pada status Facebook milik Rimeung Buloh. Asse (ase) dalam bahasa Aceh mempunyai arti &#8220;anjing&#8221;. Pada <a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs127.ash2/39696_142334202467358_100000723382975_259725_2058712_n.jpg">statusnya, Rimueng Buloh</a> menulis: &#8220;Asse Alaikum pemberontak kampus&#8230; Lagee ek ea awakkah mandum&#8221;.</p>
<p>Akun Rimueng Buloh diduga milik seorang mahasiswa Universitas Malikussaleh, Anis Maulida.</p>
<p>Kontan saja, status Facebook Rimueng Buloh mengundang kecaman. &#8220;Kurang *** kau, Anis. Kau main-main dengan kata2 salam, mudah2an laknat Allah turun unt kau&#8230;&#8221; tulis pemilik akun Bang Tison Pasai.</p>
<p>Anis Maulida mendadak jadi perbincangan di Lhokseumawe. Selain karena status di akun Facebook-nya, Anis juga disebut-sebut polisi sebagai salah seorang pelaku pemukulan terhadap dua mahasiswa di Kantor LBH Banda Aceh Pos Lhokseumawe, Selasa malam. Pemukulan tersebut diduga terlibat persoalan di kampusnya, Universitas Malikussaleh. []</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/berita/aduh-mahasiswa-unimal-tulis-asse-alaikum-di-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penganiayaan Mahasiswa di Lhokseumawe Dikecam</title>
		<link>http://www.acehkita.com/berita/penganiayaan-mahasiswa-di-lhokseumawe-dikecam/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/berita/penganiayaan-mahasiswa-di-lhokseumawe-dikecam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 17:36:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/?p=12602</guid>
		<description><![CDATA[LHOKSEUMAWE &#124; ACEHKITA.COM &#8212; Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh dan Komite Dewan Kampus Solidaritas Mahasiswa untuk Rakyat (KDK-SMUR)  IAIN Ar-Raniry dan Universitas Serambi Mekkah mengecam tindakan 15 pemuda yang menyantroni kantor LBH Pos Lhokseumawe dan menganiaya dua mahasiswa yang berada di sana.
Kepala Divisi Sipil dan Politik LBH Banda Aceh Zulfikar mengatakan, tindakan penyerangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM &#8212; Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh dan Komite Dewan Kampus Solidaritas Mahasiswa untuk Rakyat (KDK-SMUR)  IAIN Ar-Raniry dan Universitas Serambi Mekkah mengecam tindakan 15 pemuda yang menyantroni kantor LBH Pos Lhokseumawe dan menganiaya dua mahasiswa yang berada di sana.<span id="more-12602"></span></p>
<p>Kepala Divisi Sipil dan Politik LBH Banda Aceh Zulfikar mengatakan, tindakan penyerangan dan penganiayaan tersebut dilakukan secara terencana. Hal tersebut dibuktikan dengan pola penyerangan dan penganiayaan dengan melibatkan banyak orang sebagai pelakunya. Perilaku premanisme tersebut tidak bisa ditolerir.</p>
<p>&#8220;Kita mendukung pihak kepolisian untuk memproses kasus tersebut secara hukum,&#8221; kata Zulfikar, Rabu.</p>
<p>Sementara Bustami dari KDK-SMUR IAIN Ar-Raniry menuntut agar polisi mengusut tuntas kasus pemukulan yang diduga melibatkan seorang pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Malikussaleh.</p>
<p>“Kami meminta aparat penegak hukum atau pihak kepolisisan untuk bertindak dan mencari tahu motif di balik penyerangan tersebut. Mudah-mudahan hal seperti tidak terulang lagi, dan kami juga meminta agar kader SMUR di Lhokseumawe untuk bersabar dan jangan melakukan aksi balas dendam,” harap Bustami. []</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/berita/penganiayaan-mahasiswa-di-lhokseumawe-dikecam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jurnalis Aceh Doakan Kontri Sun TV yang Tewas</title>
		<link>http://www.acehkita.com/berita/jurnalis-aceh-doakan-kontri-sun-tv-yang-tewas/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/berita/jurnalis-aceh-doakan-kontri-sun-tv-yang-tewas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 12:59:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/?p=12600</guid>
		<description><![CDATA[BANDA ACEH &#124; ACEHKITA.COM &#8211;  Puluhan wartawan di Aceh berdoa bersama untuk almarhum Ridwan Salamun, Kontributor SUN TV di Muharram Journalism College (MJC), Beurawe, Banda Aceh, Rabu (25/8) siang.
Misdarul  Ihsan, Kordinator acara menyebutkan, aksi digelar sebagai belasungkawa sekaligus keprihatinan atas  tewasnya Ridwan usai dikeroyok warga saat meliput tawuran antar kampung di Tual, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANDA ACEH | ACEHKITA.COM &#8211;  Puluhan wartawan di Aceh berdoa bersama untuk almarhum Ridwan Salamun, Kontributor SUN TV di Muharram Journalism College (MJC), Beurawe, Banda Aceh, Rabu (25/8) siang.<span id="more-12600"></span></p>
<p>Misdarul  Ihsan, Kordinator acara menyebutkan, aksi digelar sebagai belasungkawa sekaligus keprihatinan atas  tewasnya Ridwan usai dikeroyok warga saat meliput tawuran antar kampung di Tual, Maluku utara berlangsung Sabtu akhir pekan lalu.</p>
<p>“Ini murni bentuk belasungkawa wartawan di Aceh atas apa yang menimpa saudara Ridwan Salamun,” ujar dia.</p>
<p>Dipimpin Teungku Nasruddin, doa bersama berlangsung khidmat. Wartawan ikut mengenakan pita hitam dalam aksinya, untuk menunjukkan sikap dukanya. Aksi juga dilakukan dengan mengumpul kartu pers dari media masing-masing, sebagai simbul protes belum adanya kebebasan bagi pers di Indonesia selama ini.</p>
<p>Menurut Ihsan, banyak aksi kekerasan terhadap wartawan terjadi dalam setahun terakhir, namun belum satupun yang diselesaikan sampai ke Pengadilan.</p>
<p>Mereka minta Polisi menuntaskan kasus kekerasan terhadap wartawan, termasuk kasus pembunuhan Ardiansyah Matrais, wartawan MaraukeTV Papua, Juli 2010.</p>
<p>Jurnalis dari berbagai media baik local, nasional dan international bertugas di Aceh itu juga mendesak Kodam Iskandar Muda Aceh menuntaskan kasus penganiayaan wartawan Harian Aceh di Simeulu, Ahmadi yang dianiaya oleh Pasi Intel Kodim Simeulu, Lettu Faisal Amin, Mai 2010.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/berita/jurnalis-aceh-doakan-kontri-sun-tv-yang-tewas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Preman Santroni Kantor LBH Lhokseumawe</title>
		<link>http://www.acehkita.com/berita/preman-santroni-kantor-lbh-lhokseumawe/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/berita/preman-santroni-kantor-lbh-lhokseumawe/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 12:54:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/?p=12598</guid>
		<description><![CDATA[LHOKSEUMAWE &#124; ACEHKITA.COM &#8212; Belasan pemuda menyerbu kantor Lembaga Bantuan Hukum Banda Aceh Pos Lhokseumawe sekira pukul 23.00 WIB, Selasa (24/8). Akibat penyerbuan kantor yang berada di Jalan Keuchik Daud Keude Aceh, dua mahasiswa yang sedang berada di sana dipukul hingga babak belur.
Para penyerang berjumlah 15 orang mengendarai sepeda motor. Ketika menyantroni kantor LBH itu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM &#8212; Belasan pemuda menyerbu kantor Lembaga Bantuan Hukum Banda Aceh Pos Lhokseumawe sekira pukul 23.00 WIB, Selasa (24/8). Akibat penyerbuan kantor yang berada di Jalan Keuchik Daud Keude Aceh, dua mahasiswa yang sedang berada di sana dipukul hingga babak belur.<span id="more-12598"></span></p>
<p>Para penyerang berjumlah 15 orang mengendarai sepeda motor. Ketika menyantroni kantor LBH itu, para preman ini menanyakan mahasiswa Universitas Malikussaleh yang bernama Herlin, Isbahannur, dan Mirza (dosen Unimal). &#8220;Mereka sering ngumpul di sini, tapi saat itu tak ada,&#8221; kata Saiful, staf LBH, kepada acehkita.com, Rabu (25/8).</p>
<p>Tak menemukan yang dicari, preman tadi menanyakan siapa saja yang ada di kantor LBH. Saiful memanggil Safri, mahasiswa Unimal yang tengah mengetik bahan skripsi di sana. Tak banyak tanya, gerombolan preman ini langsung memukuli Safri.</p>
<p>Tak hanya memukuli Safri, pemuda itu juga memukuli Herman, yang keluar melihat suara gaduh di halaman kantor LBH. </p>
<p>Safri dan Herman mengaku tak tahu menahu alasan dia dipukul pemuda yang menyantroni LBH. </p>
<p>Pihak LBH Pos Lhokseumawe melaporkan kasus pemukulan ini kepada pihak aparat Kepolisian Sektor Banda Sakti. &#8220;Kita akan memberi advokasi,&#8221; kata Kepala Kantor LBH Pos Lhokseumawe Rahmad Hidayat.</p>
<p>Pemukulan ini diduga dilakukan terkait adanya laporan terjadinya diskriminasi dan pembungkaman di kampus Universitas Malikussaleh oleh 12 organisasi mahasiswa ekstra kampus ke Komnas HAM Aceh beberapa waktu lalu. Laporan ini membuat mahasiswa yang berkoalisi dengan rektorat Unimal kebakaran jenggot.</p>
<p>Informasi lain menyebutkan, penyerangan ini diduga imbas dari tindakan Anis Maulida, Sekretaris Jenderal Badan Eksekutif Mahasiswa Unimal, yang menulis status di akun Facebook-nya dengan bahasa yang menyerempet isu agama. Dalam akunnya, Anis yang punya akun Rimeung Buloh menulis &#8220;Asse Alaikum pemberontak kampus&#8230; Lagee ek ea awakkah mandum&#8221;. Anis menuding mahasiswa dari 12 organisasi ekstra kampus yang melapor tindakan kampus ke Komnas HAM.</p>
<p>Kapolsek Banda Sakti Ibrahim Prades mengaku sudah mengerahkan personel untuk memburu pelaku. &#8220;Kita sudah mengantongi satu nama pelaku pemukulan yaitu Anis Maulida. Siapa pun yang melanggar hukum akan kita tindak,&#8221; kata Ibrahim. []</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/berita/preman-santroni-kantor-lbh-lhokseumawe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berbagi Kurma di Masjid Nabi [1]</title>
		<link>http://www.acehkita.com/berita/berbagi-kurma-di-masjid-nabi-1/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/berita/berbagi-kurma-di-masjid-nabi-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Aug 2010 09:37:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/?p=12593</guid>
		<description><![CDATA[SAYA sedang berjalan di dalam Masjid Nabawi ketika tiba-tiba ditarik oleh dua pria jangkung dengan wajah bertabur berewok. Yang satu menarik ke kiri, satu lagi mengajak ke kanan. Ya, saya diperebutkan dua pria Arab. Untung saja, bahu saya tak lepas. Eits, jangan salah sangka. Mereka bukan penyuka sesama jenis, bukan pula perampok padang pasir yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SAYA sedang berjalan di dalam Masjid Nabawi ketika tiba-tiba ditarik oleh dua pria jangkung dengan wajah bertabur berewok. Yang satu menarik ke kiri, satu lagi mengajak ke kanan. Ya, saya diperebutkan dua pria Arab. Untung saja, bahu saya tak lepas. Eits, jangan salah sangka. Mereka bukan penyuka sesama jenis, bukan pula perampok padang pasir yang sedang berebut mangsa. <span id="more-12593"></span></p>
<p>Sore itu, pada pertengahan Agustus yang kerontang, mereka berebut menawarkan saya berbuka puasa di tempatnya. Karena setengah memaksa, saya memutuskan menolak tawaran keduanya dan memilih berjalan agak ke depan.  </p>
<p><div id="attachment_12589" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.acehkita.com/wp-content/uploads/2010/08/photo2.JPG"><img src="http://www.acehkita.com/wp-content/uploads/2010/08/photo2-300x225.jpg" alt="Yuswardi A. Suud/ACEHKITA.COM" title="photo(2)" width="300" height="225" class="size-medium wp-image-12589" /></a><p class="wp-caption-text">Yuswardi A. Suud/ACEHKITA.COM</p></div>Baru beberapa langkah, seorang anak muda berkerudung merah garis-garis langsung menggamit lengan saya, lalu dibawa ke tempat makanan telah disiapkan. Kali ini saya manut saja.  </p>
<p>Begitulah. Setiap waktu berbuka puasa tiba, keluarga Arab yang menyumbangkan panganan berbuka di masjid, berlomba-lomba menawarkan makanannya. Mereka masih memegang teguh ajaran: jika  memberi makan orang berpuasa akan diganjar pahala berlipat. Itu sebabnya, setiap sore orang-orang berbondong-bondong membawa makanan ke masjid terbesar kedua dunia itu.  </p>
<p>Makanan yang disajikan hampir seragam: semangkuk yogurt, kurma, roti dan air zamzam yang disediakan pengurus masjid. Yogurt adalah susu hasil fermentasi yang bagus untuk pencernaan. Tak ada kopi atau air tebu, apalagi nasi  kulah seperti menu berbuka di masjid-masjid Aceh.  </p>
<p>Menariknya, makanan-makanan itu ditaruh di atas plastik panjang bening serupa tikar yang dihamparkan baris demi baris. Plastik-plastik itu mulai digelar sejak selesai salat Ashar. Petugas masjid bahu membahu dengan keluarga penyumbang makanan mempersiapkan tempat berbuka.  </p>
<p>Saya duduk bersila berhadapan dengan seorang pria kulit hitam. Sambil menunggu waktu berbuka, saya mencoba membuka percakapan. &#8220;Where do you from?&#8221; Dia hanya geleng kepala sembari mengangkat bahu sebagai isyarat tak paham. Untunglah di tas kecil yang disandang di bahunya saya tahu lelaki itu datang dari benua Afrika: Tunisia. Rupanya, bahasa Inggris tak banyak gunanya di kota Rasul.    </p>
<p>Selain dari negara-negara Timur Tengah seperti Iran, Iraq, Kuwait, orang-orang datang berbagai negara untuk melakukan umrah atau hanya sekedar salat di Masjid Nabawi. Tak terkecuali Indonesia. Di bulan Ramadan, Nabawi bersimbah doa.  </p>
<p>Ini adalah buka puasa pertamaku di Masjid Nabawi. Ketika pertama tiba di Arab, kami berbuka di pesawat dengan hati bimbang. Ceritanya, jam di lengan sudah pukul 18.50 ketika awak pesawat mengumumkan  waktu  berbuka puasa telah tiba. Di Aceh, itu saatnya berbuka. Tapi, di luar pesawat, matahari masih terik. Jeddah, ibukota Arab Saudi, masih dua setengah jam lagi. Di monitor terpampang waktu Saudi: pukul 14.45. Indonesia empat jam lebih cepat dibanding Saudi. Artinya, jika mengikut waktu Saudi, buka puasa masih empat jam lagi. </p>
<p>Perbedaan waktu membuat matahari masih terik. Orang-orang mulai bimbang, sementara pramugari mulai beredar menawarkan makanan.  Hasilnya, sebagian besar penumpang memilih menerima tawaran pramugari. Walhasil, di ketinggian 38 ribu kaki, di bawah siraman cahaya matahari, kami berbuka dengan menyantap nasi ayam tumis dan segelas juice apel yang disajikan pramugari berkerudung merah.  </p>
<p>Tak semua penumpang berbuka puasa. Seorang ibu asal Aceh yang duduk di sebelah saya memilih tidak berbuka saat itu. &#8220;Saya berbuka ikut waktu Arab saja,&#8221; ujar perempuan asal Krueng Geukuh, Aceh Utara, itu.  </p>
<p>Dia yakin, jika berbuka sekarang, puasanya tidak sah karena matahari masih tinggi. Itu artinya, si ibu baru akan berbuka empat jam lagi  Saya sendiri ikut  waktu Indonesia.  Memang, terasa aneh berbuka di terik matahari. Namun, berhubung perut sudah tak bisa kompromi, saya ikut golongan mayoritas. </p>
<p>&#8220;Ada dispensasi untuk musafir.  Tuhan tahu kita berpuasa,&#8221; ujar seorang anggota rombongan&#8211; yang wajahnya penuh janggut&#8211; sambil tersenyum. </p>
<p>***   [bersambung]<br />
Baca juga: <a href="http://www.acehkita.com/berita/berbagi-kurma-di-masjid-nabi/">Berbagi Kurma di Masjid Nabi [2]</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/berita/berbagi-kurma-di-masjid-nabi-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berbagi Kurma di Masjid Nabi [2]</title>
		<link>http://www.acehkita.com/berita/berbagi-kurma-di-masjid-nabi/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/berita/berbagi-kurma-di-masjid-nabi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Aug 2010 09:17:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Feature]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/?p=12586</guid>
		<description><![CDATA[KINI, di Masjid Nabawi, suasana kembali normal. Tepat pukul 19.00, azan berkumandang, pertanda waktu berbuka telah datang. Tak ada pukulan beduk atau sirene meraung-raung seperti kebiasaan berbuka puasa di Aceh. Pria Tunisia di hadapan saya memulai berbuka dengan melahap beberapa butir kurma. Berikut, giliran yogurt masuk  mulut. Melihat si Tunisia tampak  menikmati menunya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KINI, di Masjid Nabawi, suasana kembali normal. Tepat pukul 19.00, azan berkumandang, pertanda waktu berbuka telah datang. Tak ada pukulan beduk atau sirene meraung-raung seperti kebiasaan berbuka puasa di Aceh. Pria Tunisia di hadapan saya memulai berbuka dengan melahap beberapa butir kurma. Berikut, giliran yogurt masuk  mulut. Melihat si Tunisia tampak  menikmati menunya, saya pun tergoda mencoba.  <span id="more-12586"></span></p>
<p>Baru saja sendok yogurt  masuk ke mulut, saya tercekat. Rasanya, asam minta ampun. Melihat wajahku seasam yogurt, si Tunisia menahan tawa. sambil mengucapkan sesuatu dalam bahasa yang tak kupahami, ia menyerahkan mangkuk kurma. Lumayan, manis kurma langsung menghapus rasa asam di lidah. Rupanya, lidah Aceh-ku masih kaget dengan menu Arab. Yang terbayang adalah boh rom-rom atau timun suri yang dipenuhi es kristal.  </p>
<div id="attachment_12590" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.acehkita.com/wp-content/uploads/2010/08/photo1.JPG"><img src="http://www.acehkita.com/wp-content/uploads/2010/08/photo1-300x224.jpg" alt="Kompleks Makam Rasulullah. Yuswardi A. Suud/ACEHKITA.COM" title="photo" width="300" height="224" class="size-medium wp-image-12590" /></a><p class="wp-caption-text">Kompleks Makam Rasulullah. Yuswardi A. Suud/ACEHKITA.COM</p></div>Saat azan tanda salat magrib dimulai, dalam hitungan detik, keluarga Arab penyumbang makanan  melipat plastik yang berisi sampah berbuka, lalu memasukkannya dalam plastik karung sehingga sampah tak tercecer. </p>
<p>Hasilnya, cling, masjid kembali bersih dan siap dipakai salat tanpa ada sampah tercecer.  Cara ini mengundang decak kagum Jufrizal, pria asal Krueng Geukueh yang jadi teman sekamar di penginapan. &#8220;Kalau di kampung kita, abis makan main lempar aja sampahnya,&#8221; kata honorer di Puskesmas Cunda, Aceh Utara itu.  </p>
<p>Jufrizal masih muda. Usianya 24 tahun. Ia datang bersama ibunya.  Sama seperti saya, ini adalah kedatangan pertamanya ke tanah suci.  &#8220;Kalo nunggu haji sepuluh tahun lagi belum tentu lolos. Mumpung masih muda dan sehat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Di Madinah, ia tak henti menadahkan tangan. Mengadukan cita-cita, ambisi dan harapan kepada sang pencipta. Baginya, Madinah adalah hotel dan masjid. Hampir setiap hari ia berkunjung ke Raudhah, salah satu bagian depan masjid yang bersebelahan dengan makam Nabi Muhammad. </p>
<p>Di Raudah, orang-orang meyakini doanya makbul. Itu sebabnya, dari pagi hingga malam, Raudah jadi rebutan. &#8220;Rasulullah berkata, antara  rumahku dan mimbarku adalah taman surga. Itulah Raudah,&#8221; ujarnya.  </p>
<p>Selain Raudah, tempat yang tak pernah sepi adalah makam Nabi Muhammad yang terletak di bagian depan masjid, persis di sebelah Raudah. Di sini, dimakamkan pula Abu Bakar dan Umar bin Khatab, dua orang terdekat Rasulullah. Di depan makam,  tiga petugas keamanan disiagakan. Orang-orang hanya bisa melihat makam sambil tetap berjalan. Sempat kulihat beberapa pengunjung menangis terisak menahan haru.  </p>
<p>Di luar masjid, masih ada makam para sahabat nabi. Salah satu sahabat yang dimakamkan di sini yaitu Usman bin Affan. Tapi, jangan coba-coba mengunjunginya di siang hari jika tak ingin kulit seperti dipanggang. Sebab, di bulan Agustus, matahari di atas Madinah belum bersahabat. </p>
<p>&#8220;Sekarang masih musim panas, nanti musim haji baru masuk musim dingin,&#8221; ujar Ustad Iwan Harahap, pemdamping kami.  </p>
<p>Iwan berasal dari Medan, Sumatera Utara. Ia sudah dua tahun tinggal di Madinah. Sambil kuliah di salah satu perguruan tinggi di Mekkah, ia merangkap sebagai pemandu jemaah. &#8220;Lumayan untuk nambah-nambah uang kuliah,&#8221; ujarnya yang mengaku mendapat penghasilan 200 &#8211; 300 Riyal per hari atau setara 500-750 ribu Rupiah.  </p>
<p>Iwan pulalah yang mengantar kami ke sejumlah tempat bersejarah di Madinah seperti masjid Kuba yang didirikan Nabi Muhammad, Jabal Uhud bukit tempat nabi bertempur melawan kaum kafir dan Masjid Kiblatain tempat turun wahyu mengubah arah kiblat dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram. </p>
<p>&#8220;Peninggalan bersejarah ini benar-benar dirawat untuk menjaga asal-usul Islam,&#8221; ujar Iwan.  </p>
<p>Waktu berbuka hampir tiba ketika kami kembali ke penginapan. Ini hari ke delapan kami di Madinah sebelum bertolak ke Mekkah. Dari hotel, kami bergegas menuju masjid yang hanya berjarak dua tiang listrik. Di jalanan, panas masih meruap meski matahari hampir menghilang. Rasanya, persis seperti di ruang sauna. Untungnya, lama-lama saya mulai beradaptasi.  Lidah pun mulai akrab  dengan menu berbuka ala Arab. </p>
<p>Sore itu, di Masjid Nabawi,  tangan  saya kembali ditarik anak muda yang menawarkan berbuka bersamanya. Menunya tetap sama: semangkuk yogurt, sepotong roti, air zamzam dan beberapa butir kurma.  []
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/berita/berbagi-kurma-di-masjid-nabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
