<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ACEHKITA.COM : Aceh News Agency</title>
	<atom:link href="http://www.acehkita.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.acehkita.com</link>
	<description>acehkita.com : Aceh News Agency</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Feb 2010 17:59:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>ACEHKITA.tv &#124; Ribuan Massa Dukung Irwandi</title>
		<link>http://www.acehkita.com/tv/acehkita-tv-ribuan-massa-dukung-irwandi/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/tv/acehkita-tv-ribuan-massa-dukung-irwandi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 17:59:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[TV]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/?p=9954</guid>
		<description><![CDATA[Ribuan massa pro Irwandi Yusuf-Muhammad Nazar, beraksi di Kantor Gubernur dan DPR Aceh, Senin (8/2). Mereka meminta agar tidak ada yang menggoyang kepemimpinan Irwandi. [Teuku Zulfan/ACEHKITA.tv]
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ribuan massa pro Irwandi Yusuf-Muhammad Nazar, beraksi di Kantor Gubernur dan DPR Aceh, Senin (8/2). Mereka meminta agar tidak ada yang menggoyang kepemimpinan Irwandi. [Teuku Zulfan/ACEHKITA.tv]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/tv/acehkita-tv-ribuan-massa-dukung-irwandi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bebaskan Tapol/Napol Aceh: Perempuan Aceh</title>
		<link>http://www.acehkita.com/berita/bebaskan-tapolnapol-aceh-perempuan-aceh/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/berita/bebaskan-tapolnapol-aceh-perempuan-aceh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 12:59:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/?p=9950</guid>
		<description><![CDATA[BANDA ACEH &#124; ACEHKITA.COM &#8212; Selain menyatakan dukungannya terhadap jalannya pemerintahan Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar, aktivis Perempuan Aceh mendesak upaya pembebasan tahanan dan narapidana politik yang hingga kini masih ditahan di penjara di Pulau Jawa.
alam aksi di depan gedung Parlemen Aceh, Nurmasyitah Ali, koordinator aksi, meminta agar pihak eksekutif dan legislatif bersama-sama berjuang mengupayakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANDA ACEH | ACEHKITA.COM &#8212; Selain menyatakan dukungannya terhadap jalannya pemerintahan Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar, aktivis Perempuan Aceh mendesak upaya pembebasan tahanan dan narapidana politik yang hingga kini masih ditahan di penjara di Pulau Jawa.<span id="more-9950"></span></p>
<div id="attachment_9952" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://www.acehkita.com/wp-content/uploads/2010/02/3-Demo.jpg"><img src="http://www.acehkita.com/wp-content/uploads/2010/02/3-Demo-200x300.jpg" alt="Ucok Parta/ACEHKITA.COM" title="3-Demo" width="200" height="300" class="size-medium wp-image-9952" /></a><p class="wp-caption-text">Ucok Parta/ACEHKITA.COM</p></div>Dalam aksi di depan gedung Parlemen Aceh, Nurmasyitah Ali, koordinator aksi, meminta agar pihak eksekutif dan legislatif bersama-sama berjuang mengupayakan pembebasan tahanan dan narapidana politik Aceh seperti diamanatkan dalam Nota Kesepahaman Perjanjian Damai antara Pemerintah Jakarta dengan Gerakan Aceh Merdeka di Helsinki, lima tahun silam.</p>
<p>&#8220;Kalau anggota dewan mau terpilih untuk kedua kalinya, upayakan pembebasan tapol dan napol Aceh,&#8221; kata Nurmasyitah Ali di hadapan sejumlah anggota Parlemen dari Partai Aceh, Senin siang.</p>
<p>Anggota Parlemen dari Partai Aceh yang menemui peserta aksi di antaranya Teungku Adnan Beuransyah dan Teungku Ridwan Abubakar alias Nek Tu. Kepada anggota dewan ini, massa perempuan mewanti-wanti agar mengupayakan pembebasan tapol dan napol. &#8220;Ini tuntutan kami yang paling penting,&#8221; kata Masyitah.</p>
<p>Sebelum membubarkan diri, aktivis perempuan menghadiahkan baju kaos putih bergambar Ismuhadi di balik terali besi.</p>
<p>Saat ini masih ada tiga narapidana politik Aceh yang ditahan dalam penjara di Pulau Jawa. Mereka adalah Ismuhadi bin Jafar (LP Cipinang Jakarta), Irwan bin Ilyas (LP Narkotika Jakarta Timur) dan Ibrahim bin Hasan (LP Narkotika Jakarta Timur).</p>
<p>Ismuhadi berharap agar pemerintahan Irwandi dan Nazar bisa menggunakan sisa waktu dua tahun lagi untuk merealisasikan visi dan misi yang pernah diucapkan sebelum terpilih. &#8220;Meski maju dari jalur independen, namun figur perjuangan rakyat Aceh telah melekat pada diri mereka berdua,&#8221; kata Ismuhadi kepada acehkita.com, Senin. &#8220;Kegagalan mereka adalah kegagalan perjuangan panjang rakyat Aceh.&#8221;</p>
<p>Ismuhadi sendiri berhadap segera dibebaskan atau ditahan di Aceh. &#8220;Doakan saja semoga saya dibawa pulang ke Aceh,&#8221; pintanya. []
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/berita/bebaskan-tapolnapol-aceh-perempuan-aceh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendemo Tumbang Usai Makan Nasi Gurih</title>
		<link>http://www.acehkita.com/berita/pendemo-tumbang-usai-makan-nasi-gurih/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/berita/pendemo-tumbang-usai-makan-nasi-gurih/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 12:47:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/?p=9948</guid>
		<description><![CDATA[BANDA ACEH &#124; ACEHKITA.COM &#8212; Sejumlah peserta aksi memperingati tiga tahun kepemimpinan Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar mengaku mual dan mulas setelah menyantap nasi gurih yang disediakan panitia. Namun panitia menolak mengakui itu massanya.
Menurut Lisa, 25 tahun, ia mengalami mual-mula dan muntah usai menyantap nasi gurih yang disediakan panitia. &#8220;Saya cuma makan nasi gurih, tadi,&#8221; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANDA ACEH | ACEHKITA.COM &#8212; Sejumlah peserta aksi memperingati tiga tahun kepemimpinan Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar mengaku mual dan mulas setelah menyantap nasi gurih yang disediakan panitia. Namun panitia menolak mengakui itu massanya.<span id="more-9948"></span></p>
<p>Menurut Lisa, 25 tahun, ia mengalami mual-mula dan muntah usai menyantap nasi gurih yang disediakan panitia. &#8220;Saya cuma makan nasi gurih, tadi,&#8221; kata Lisa saat ditemui di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin Banda Aceh, Senin siang.</p>
<p>Hal senada dikemukakan Hasanah, 33 tahun. Anak warga Peudada, Bireuen, ini juga tumbang usai makan nasi gurih.</p>
<p>&#8220;Memang telurnya sudah berbau. Kami yang besar-besar tidak makan nasi itu, tapi anak-anak sudah lapar, jadi makan terus,&#8221; kata Hasanah.</p>
<p>Putranya, Munawar, 15 tahun, terpaksa harus dirawat di IGD karena keracunan makanan.</p>
<p>Pihak RSUZA menyebutkan telah merawat 45 pasien keracunan makanan. “Kami mulai kedatangan pasien dengan keluahan mual, dan muntah sejak pukul 10.30 WIB. Jumlahnya 45 pasien,” kata Kepala Instalasi Gawat Darurat RSUZA, Iskandar.</p>
<p>Pada tahap awal katanya tujuh pasien terpaksa diinfus karena tidak mampu berdiri. Sementara pasien lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan apakah perlu dirawat intensif. ”Kami sudah membawa sampel makanan yang dikonsumsi ke Balai POM,” ujarnya.</p>
<p>Sebahagian besar pasien sebut Iskandar berasal dari Bireuen dan sekitarnya. ”Ada 30 perempuan, 15 laki-laki dan lima di antaranya anak-anak. Dari indikasi awal mereka mengalami radang lambung dan pencernaan,” ujarnya. []</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/berita/pendemo-tumbang-usai-makan-nasi-gurih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panitia Bantah Pasien Keracunan Massanya</title>
		<link>http://www.acehkita.com/berita/panitia-bantah-pasien-keracunan-massanya/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/berita/panitia-bantah-pasien-keracunan-massanya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 12:39:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/?p=9946</guid>
		<description><![CDATA[BANDA ACEH &#124; ACEHKITA.COM &#8212; Koordinator Keamanan Pusat Panitia Pelaksana Aksi Propemerintah, Iswadi M. Jamil, mengatakan, sebanyak 45 pasien keracunan makanan yang dirawat di Rumah Sakit Umum Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh, bukan massa propemerintah Irwandi-Nazar. Menurutnya pasien yang  dirawat di Instalasi Gawat Darurat itu, massa lain yang masuk saat aksi mendukung pemerintahan sedang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANDA ACEH | ACEHKITA.COM &#8212; Koordinator Keamanan Pusat Panitia Pelaksana Aksi Propemerintah, Iswadi M. Jamil, mengatakan, sebanyak 45 pasien keracunan makanan yang dirawat di Rumah Sakit Umum Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh, bukan massa propemerintah Irwandi-Nazar. Menurutnya pasien yang  dirawat di Instalasi Gawat Darurat itu, massa lain yang masuk saat aksi mendukung pemerintahan sedang berlangsung.<span id="more-9946"></span></p>
<p>“Itu hanya orang yang tidak senang karena peringatan ulang tahun ketiga pemerintahan Aceh sukses. Satu dua itu memang ada tapi tak perlu saya sebutkan orangya,” kata Iswadi kepada wartawan, Senin (8/2).</p>
<p>Pernyataan itu disampaikan menanggapi dirawatnya sekitar 45 peserta aksi mendukung pemerintahan Irwandi, yang berlangsung di Kantor Gubernur dan DPR Aceh, Senin pagi. Puluhan peserta terpaksa dilarikan ke RSUZA untuk mendapat perawatan karena merasa mual, mules dan muntah usai menyantap makanan yang disediakan panitia.</p>
<p>&#8220;Itu tidak mungkin karena sampai saat ini saya tidak pernah menerima laporan bahwa ada yang keracunan. Jadi itu tidak benar,” tegas Iswadi. &#8220;Masalah biaya kami juga tidak mungkin menanggungnya karena tidak ada yang keracunan.”</p>
<p>Menurut Iswadi, sejak massa propemerintah Aceh tiba di Banda Aceh hanya tiga peserta yang mengeluhkan pusing dan itu pun karena usia yang telah lanjut. ”Makanan ini semua sumbangan dari orang yang bersimpati pada pemerintah dan kalau sumbernya tidak jelas saya tidak terima,” katanya.</p>
<p>Sementara itu hingga pukul 14.00 wib Senin siang sejumlah pasien yang mengeluhkan mual maupun pusing-pusing  setelah menyantap makanan dari panitia tampak menjalani perawatan di IGD RSUZA. Mereka bahkan terpaksa dirawat di lantai rumah sakit karena pasien terus berdatangan.</p>
<p>Lisa (25), seorang pasien yang dirawat mengaku mual-mual dan muntah usai menyantap nasi gurih. ”<i>Gak tau lah</i> kenapa. Tapi yang ada saya makan cuma nasi gurih yang disediakan panita,” kata warga Geurugok itu. []<!--more--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/berita/panitia-bantah-pasien-keracunan-massanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>45 Pendukung Pemerintah Aceh Keracunan</title>
		<link>http://www.acehkita.com/berita/45-pendukung-pemerintah-aceh-keracunan/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/berita/45-pendukung-pemerintah-aceh-keracunan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 11:31:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/?p=9944</guid>
		<description><![CDATA[BANDA ACEH &#124; ACEHKITA.COM – Sebanyak 45 orang dari massa  pro Pemerintah Aceh yang datang untuk berdemo di Banda Aceh, mengalami keracunan makanan, Senin (8/2). Tujuh diantaranya terpaksa di rawat di Rumah Sakit Zainal Abidin (RSUZA).

Informasi yang dihimpun acehkita.com menyebutkan, keseluruhan korban adalah warga asal Kabupaten Bireun. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Sebanyak 45 orang dari massa  pro Pemerintah Aceh yang datang untuk berdemo di Banda Aceh, mengalami keracunan makanan, Senin (8/2). Tujuh diantaranya terpaksa di rawat di Rumah Sakit Zainal Abidin (RSUZA).<br />
<span id="more-9944"></span><br />
Informasi yang dihimpun acehkita.com menyebutkan, keseluruhan korban adalah warga asal Kabupaten Bireun. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, saat mereka hendak bergabung dengan peserta lainnya untuk berdemo.</p>
<p>Ketika itu, mereka baru saja menyantap nasi gurih yang diberi oleh Panitia aksi di Asrama Haji, Banda Aceh. Sesaat kemudian, mereka mengeluh mual-mual dan merasa pusing.</p>
<p>“Setelah itu tiba-tiba terasa mual-mual, kepala pusing gitu,” kata Lisa, asal Geureugok, Kecamatan Gandapura, Bireun. Hal sama juga diungkap korban lainnya Khaidir, yang mengaku usai makan nasi itu terasa badannya tidak lagi imbang.</p>
<p>Para korban diantaranya Irwanti, Amriadi, Safitriana masing-masing 15 tahun dan Rian serta Munawarsyah (15).</p>
<p>Kepala Unit Gawat Darurat (IGD) RSUZA, dr. Iskandar mengatakan, pihaknya belum bisa menyimpulkan mereka keracunan. “Kita belum bisa menyebut ini keracunan, karena sampelnya masih diperiksa oleh BPOM,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, dari sekian korban hanya tujuh yang dirawat. Sedang 38 orang lainnya belum bisa dipastikan perlu dirawat.</p>
<p>Usai menjalani perawatan di Rumah Sakit, kondisi korban mulai membaik.[]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/berita/45-pendukung-pemerintah-aceh-keracunan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tarik Pukat</title>
		<link>http://www.acehkita.com/foto/tarik-pukat/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/foto/tarik-pukat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 10:29:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/?p=9938</guid>
		<description><![CDATA[Warga menarik pukat darat di pantai Kuala Daya Kecamatan Jaya, Aceh Jaya. Kegiatan menarik pukat dilakukan lagi setelah vakum hampir lima tahun. Tsunami 2004 silam, menggerus pantai dan menghilangkan lahan pertapakan desa di daerah itu.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Warga menarik pukat darat di pantai Kuala Daya Kecamatan Jaya, Aceh Jaya. Kegiatan menarik pukat dilakukan lagi setelah vakum hampir lima tahun. Tsunami 2004 silam, menggerus pantai dan menghilangkan lahan pertapakan desa di daerah itu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/foto/tarik-pukat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ada Massa Propemerintah Merasa Dibohongi</title>
		<link>http://www.acehkita.com/berita/ada-massa-propemerintah-merasa-dibohongi/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/berita/ada-massa-propemerintah-merasa-dibohongi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 09:46:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/?p=9935</guid>
		<description><![CDATA[BANDA ACEH &#124; ACEHKITA.COM – Sebagian massa yang datang dari berbagai daerah untuk mendukung pemerintahan Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar, Senin, tak semuanya mengetahui tujuan mereka ke Banda Aceh. Malah, ada yang mengaku merasa dibohongi panitia.
Hj Amaliah (60), seorang warga dari Aceh Barat mengaku, pihaknya diberitahu oleh panitia untuk datang ke Banda Aceh dalam rangka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BANDA ACEH | ACEHKITA.COM –</strong> Sebagian massa yang datang dari berbagai daerah untuk mendukung pemerintahan Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar, Senin, tak semuanya mengetahui tujuan mereka ke Banda Aceh. Malah, ada yang mengaku merasa dibohongi panitia.<span id="more-9935"></span></p>
<p>Hj Amaliah (60), seorang warga dari Aceh Barat mengaku, pihaknya diberitahu oleh panitia untuk datang ke Banda Aceh dalam rangka melakukan zikir akbar dan bertemu ulama. </p>
<p><em>“Bak kamoe dipeugah jak zikir, dan meurumpok ulama di Asrama Haji Banda Aceh, dan diyue pake baje puteh </em>(Kepada kami dibilang pergi berzikir dan bertemu ulama di Asrama Haji Banda Aceh, serta disuruh mengenakan pakaian putih),” katanya. </p>
<div id="attachment_9940" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.acehkita.com/wp-content/uploads/2010/02/Demo_Pro_Gub_Aceh-2.jpg"><img src="http://www.acehkita.com/wp-content/uploads/2010/02/Demo_Pro_Gub_Aceh-2-300x200.jpg" alt="Chaideer Mahyuddin/ACEHKITA.COM" title="Demo_Pro_Gub_Aceh-2" width="300" height="200" class="size-medium wp-image-9940" /></a><p class="wp-caption-text">Chaideer Mahyuddin/ACEHKITA.COM</p></div>Begitu tahu tidak ada agenda zikir akbar dan bertemu ulama seperti dijanjikan panitia, Amaliah yang sempat datang ke kantor gubernur bersama tujuh rekannya, memilih tidak lagi bergabung dengan massa di gedung DPRA. Mereka memilih segera pulang ke daerah asal. “<em>Kamoe kecewa, kareuna ka dipeungeut. Ternyata hana merumpok ngen ulama</em> (Kami kecewa karena sudah ditipu. Ternyata, tidak ada bertemu ulama),” jelasnya.</p>
<p>Hal senada diakui Fauzi, seorang warga adalah Pidie. Menurut informasi yang dia peroleh, mereka diajak karena akan bertemu dengan ulama kharismatik di Banda Aceh.  “Semua akomodasi ditanggung panitia,” jelasnya. Meski sedikit kecewa karena merasa dibohongi, Fauzi mengaku tetap mengikuti seluruh agenda kegiatan yang diarahkan panitia.</p>
<p>Cut Aiman, warga asal Meulaboh, mengaku, senang berangkat ke Banda Aceh karena gratis meski tidak tahu persis tujuan sebenarnya. Dia dan rekannya berangkat dengan menggunakan mobil penumpang yang telah disediakan panitia, tanpa mengeluarkan uang sepeserpun. &#8220;Kami juga disediakan tempat beristirahat dan makan selama di Banda Aceh,&#8221; ungkapnya. </p>
<p>Hal yang sama diungkapkan Rasyidah, warga Aceh Barat. “Kami ikut saja, karena kan ditanggung semuanya.” </p>
<p>Saat ditanya apakah ada janji akan diberikan uang usai ikut dalam aksi mendukung Irwandi, Aiman dan Rasyidah mengaku tidak ada janji seperti itu. “Tidak disinggung soal diberikan uang,” kata mereka. []
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/berita/ada-massa-propemerintah-merasa-dibohongi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyelam Laut Sabang</title>
		<link>http://www.acehkita.com/foto/menyelam-laut-sabang/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/foto/menyelam-laut-sabang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 08:21:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/?p=9932</guid>
		<description><![CDATA[Wisatawan mancanegara akan menyelam, melihat keindahan biota laut di Iboih, Sabang. Pesona terumbu karang menjadi salah satu tujuan wisatawan di Pulau Weh tersebut. Foto direkam, Sabtu (6/2).
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wisatawan mancanegara akan menyelam, melihat keindahan biota laut di Iboih, Sabang. Pesona terumbu karang menjadi salah satu tujuan wisatawan di Pulau Weh tersebut. Foto direkam, Sabtu (6/2).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/foto/menyelam-laut-sabang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Demo Propemerintah Diduga Dibiayai Asing</title>
		<link>http://www.acehkita.com/berita/demo-propemerintah-diduga-dibiayai-asing/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/berita/demo-propemerintah-diduga-dibiayai-asing/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 07:59:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/?p=9929</guid>
		<description><![CDATA[BANDA ACEH &#124; ACEHKITA.COM – Demo ribuan massa propemerintah Aceh, Senin (8/2), dituding dibekingi oleh pihak tertentu, untuk memperbaiki citra Pemerintah Irwandi Yusuf-Muhammad Nazar, yang dinilai gagal. Bahkan, pihak asing diduga ikut memodali aksi ini.
su adanya Rp1,3 milyar uang untuk menggalang aksi dukungan ini, mengalir ke rekening kordinator aksi, Nurmasyitah Ali, merebak di kalangan sebagian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Demo ribuan massa propemerintah Aceh, Senin (8/2), dituding dibekingi oleh pihak tertentu, untuk memperbaiki citra Pemerintah Irwandi Yusuf-Muhammad Nazar, yang dinilai gagal. Bahkan, pihak asing diduga ikut memodali aksi ini.<span id="more-9929"></span></p>
<div id="attachment_9942" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.acehkita.com/wp-content/uploads/2010/02/AE7B8994.jpg"><img src="http://www.acehkita.com/wp-content/uploads/2010/02/AE7B8994-300x201.jpg" alt="Heri Juanda/ACEHKITA.COM" title="AE7B8994" width="300" height="201" class="size-medium wp-image-9942" /></a><p class="wp-caption-text">Heri Juanda/ACEHKITA.COM</p></div>Isu adanya Rp1,3 milyar uang untuk menggalang aksi dukungan ini, mengalir ke rekening kordinator aksi, Nurmasyitah Ali, merebak di kalangan sebagian aktivis dan wartawan. Tak tanggung-tanggung, uang itu disebut-sebut berasal dari kantong Gubernur Irwandi Yusuf.</p>
<p>Namun, ini ditepis oleh Nurmasyitah. “Itu semua adalah fitnah,” katanya.</p>
<p>Ia mengaku tak pernah menerima uang Rp1,3 milyar dari Irwandi, masuk ke rekeningnya. “Kami ikhlas mendukung bapak Irwandi sebagai pemimpin kami,” ujarnya.</p>
<p>“Dana untuk aksi ini adalah murni dari simpatisan dan warga yang mendukung Irwandi. Bahkan ada dari Malaysia, Filipina,” ujarnya dalam orasi di Gedung DPR Aceh. “Jadi tidak ada dibiayai oleh Irwandi. Ini perlu kami sampaikan.”</p>
<p>Meski sudah disebut ada dana dari Malaysia dan Filipina, Nurmasyitah enggan menjelaskannya saat dicegat wartawan. “Tidak ada yang dibiayai asing,” kilahnya.</p>
<p>“Yang dari Malaysia, Filipina gimana,” tanya wartawan. “Ya dari Malaysia orang Aceh yang ada di sana. Bantuannya cuma bantuan makanan,” jawabnya.</p>
<p>Demo ini bertepatan dengan tiga tahun Pemerintah Irwandi-Nazar, setelah ia dilantik menjadi pemimpin Aceh, pada 8 Februari 2007.</p>
<p>Aksi ini, kata dia, tergerak oleh keikhlasan pihaknya. “Kalau ada yang Anda tanya tidak tahu apa-apa mereka ke mari, itu bukan orang kami. Itu provokator,” ujar Nurmasyitah.</p>
<p>Sebelumnya, <i>acehkita.com</i> sempat menanyakan kepada beberapa kaum ibu, peserta aksi yang datang dari daerah mengaku tak tahu pasti tujuan mereka ke Banda Aceh. “Pokoknya sudah disuruh ya kami pergi,” kata Nuramala, warga asal Peudada, Bireun. “Lagian kapan lagi ke Banda Aceh, kalau bukan begini,” sebutnya yang disambut tawa beberapa rekan di sampingnya.[]
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/berita/demo-propemerintah-diduga-dibiayai-asing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rumah Terbakar</title>
		<link>http://www.acehkita.com/foto/rumah-terbakar-2/</link>
		<comments>http://www.acehkita.com/foto/rumah-terbakar-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 06:59:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aceh Kita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Top Foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.acehkita.com/?p=9926</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pekerja menyiram sisa api yang menghanguskan rumah para pekerja perabot di Desa Merduati Banda Aceh, Senin (8/2). Kerugian ditaksir mencapai Rp50juta.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang pekerja menyiram sisa api yang menghanguskan rumah para pekerja perabot di Desa Merduati Banda Aceh, Senin (8/2). Kerugian ditaksir mencapai Rp50juta.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.acehkita.com/foto/rumah-terbakar-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
