Connect with us

Film Dokumenter Lewa di Lembata

Laporan Khusus

Film Dokumenter Lewa di Lembata

[vc_row][vc_column width=”1/1″][vc_column_text]LEMBATA — Menceritakan tentang kehidupan para nelayan pemburu paus dan pari di Desa Lamalera, pulau Lembata (NTT) dan sistem ekonomi barter yang masih dijalankan di zaman di mana uang telah ditempatkan di puncak sistem ekonomi.

Semua ikan dan mamalia laut yang dilindungi, justru diburu di sini. Uang yang menjadi alat tukar utama dalam sistem ekonomi, justru dihindari.
Bagaimana semua bisa bertahan dan terjadi?

Lamalera juga menyajikan cerita soal pasar rakyat, pasar barter.

etika peluit ditiup jam 11 Wita, uang Anda tak laku lagi. Inilah saat kami merasakan betapa pangan sangat esensial dalam hidup manusia. Uang tak lagi berkuasa.

Manusia dinilai dari ketekunannya memproduksi dan mengusahakan bahan pangan agar dapat ditukar dengan bahan pangan lain. Bukan dari kehebatannya mengelola investasi sektor keuangan (fund managing).

Masyarakat pesisir membawa ikan (protein) yang ditukar dengan hasil bumi masyarakat pegunungan seperti jagung atau ubi (karbohidrat).

Sepotong ikan asin, misalnya, setara 5 tongkol jagung kering.

Inilah pasar barter Leworaja, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten (pulau) Lembata, NTT. []

VIDEOGRAFER:
Dandhy Dwi Laksono
Suparta Arz[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Continue Reading
Baca juga...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Laporan Khusus

To Top