FLASH Allegiance 2019, Sarana Mengembangkan Diri Siswa

0
533
Foto: Humas Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Future Language And Art For Smart Students Of High School (FLASH) Allegiance 2019, salah satu kegiatan sangat baik untuk diikuti para siswa. Mereka diharapkan dapat menjadikan kegiatan tahunan ini sebagai sarana untuk mengembangkan diri.

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Sekda Aceh M Jakfar, saat membacakan sambutan tertulis Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, pada pembukaan acara Future Language And Art For Smart Students Of High School (FLASH) Allegiance 2019, di SMA Negeri Modal Bangsa, Kamis (21/2/2019).

“Kami menyambut baik FLASH Allegiance ini. kami menghimbau agar para siswa menjadikannya sebagai sarana untuk mengembangkan intelektualitas, nilai-nilai keislaman, serta wadah bagi para siswa yang menjunjung tinggi nilai sportivitas dalam bersaing,” ujar Jakfar.

Jakfar mengingatkan, bahwa IPTEK dan IMTAQ merupakan dua hal yang saling mengisi dan melengkapi dalam kehidupan. Sedangkan seni merupakan salah satu daya imajinasi siswa yang harus dikembangkan karena berpengaruh pada sifat kecerdasan manusia.

“Integrasi antara intelegensi, pengetahuan, dan kemampuan spiritual akan menjadikan hidup selaras, serasi dan seimbang. Dengan perpaduan tiga hal ini, maka generasi muda Aceh akan memiliki intelektualitas tinggi, dimensi imajinasi yang luas, serta kemampuan spiritual yang tinggi pula,” kata Jakfar.

Jakfar mengungkapkan, tantangan dunia global saat ini menuntut pengasahan dan pengembangan intelektualitas diri para siswa, namun tetap harus memperhatikan nilai-nilai keIslaman. Selain itu, dalam pengembangan intelektualitas di era globalisasi, kemampuan berbahasa asing khususnya bahasa inggris memiliki peranan yang mutlak dalam berkomunikasi.

Jakfar meniai bahwa Flash Allegiance 2019 merupakan suatu terobosan yang sangat cemerlang dari SMA Modal Bangsa. Pelaksanaan kegiatan ini diyakini akan mampu menjaring dan mengembangkan bakat siswa untuk bersaing secara sportif dalam menghadapi tantangan dunia global.

Kegiatan yang mengangkat tema ‘Modernisasi Kreasi dan Inovasi Karya Siswa Aceh dalam ruang lingkup IPTEK, IMTAQ, Bahasa dan Seni Bernilai Islami’ ini diikuti oleh 740 peserta dan diselenggarakan selama 6 hari (21-26 Februari). []

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.