Gajah Liar di Pidie Belum Ditanggapi Serius

0
1419

KEUMALA | ACEHKITA.COM – Keberadaan sekitar 25 ekor gajah liar sudah dilaporkan kepada dinas terkait. Bahkan jauh-jauh hari sebelum kawanan gajah tersebut mengobrak-abrik puluhan hektar areal persawahan di kawasan Blang Lhok, Desa Jijiem, Kecamatan Keumala, Pidie, namun sampai kini tidak ada tanggapannya.

Hal itu disampaikan camat Keumala, Basri Yusuf, Jumat, 17 Maret 2017. Basri mengaku pihaknya sudah melaporkan keberadaan hewan dilindungi itu kepada dinas terkait, namun hingga kini belum ada tindak lanjut sama sekali.

“Masyarakat Keumala sudah sangat kecewa dengan persoalan gajah liar, karena tidak ada tindak lanjut dari dinas terkait dari provinsi atau yang berwenang untuk itu,” ujar Basri.

Namun, kata Basri, warga sudah melakukan upaya penghalauan gajah liar dengan membakar petasan. Tetapi, binatang bertubuh besar itu sepertinya sudah kebal suara petasan, sehingga masih tetap mendiami kawasan perkebunan dan areal persawahan.

“Kami sudah melakukan upaya pengusiran secara tradisional bersama masyarakat. Tapi gagal dan gagal lagi. Para kawanan gajah liar malah semakin brutal dan tetap merusak tanaman warga,” lanjut Basri.

Konflik gajah liar dengan warga di Pidie terus terjadi berulang kali. Bahkan, saban bulan gajah liar mengganggu dan merusak kebun serta sawah warga.

Bukan hanya Keumala, tiga Kecamatan lain juga turut diganggu oleh kawanan gajah liar yang sama. Di antaranya, Kecamatan Sakti, Mila dan Padang Tiji. Konflik satwa ini telah terjadi sejak Desember 2015. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.