Connect with us

Gajah Liar di Pidie Belum Ditanggapi Serius

Idris melihat sawah miliknya yang rata dengan tanah setelah diinjak gajah liar, Jumat siang | HABIL RAZALI

Lingkungan

Gajah Liar di Pidie Belum Ditanggapi Serius

KEUMALA | ACEHKITA.COM – Keberadaan sekitar 25 ekor gajah liar sudah dilaporkan kepada dinas terkait. Bahkan jauh-jauh hari sebelum kawanan gajah tersebut mengobrak-abrik puluhan hektar areal persawahan di kawasan Blang Lhok, Desa Jijiem, Kecamatan Keumala, Pidie, namun sampai kini tidak ada tanggapannya.

Hal itu disampaikan camat Keumala, Basri Yusuf, Jumat, 17 Maret 2017. Basri mengaku pihaknya sudah melaporkan keberadaan hewan dilindungi itu kepada dinas terkait, namun hingga kini belum ada tindak lanjut sama sekali.

“Masyarakat Keumala sudah sangat kecewa dengan persoalan gajah liar, karena tidak ada tindak lanjut dari dinas terkait dari provinsi atau yang berwenang untuk itu,” ujar Basri.

Namun, kata Basri, warga sudah melakukan upaya penghalauan gajah liar dengan membakar petasan. Tetapi, binatang bertubuh besar itu sepertinya sudah kebal suara petasan, sehingga masih tetap mendiami kawasan perkebunan dan areal persawahan.

“Kami sudah melakukan upaya pengusiran secara tradisional bersama masyarakat. Tapi gagal dan gagal lagi. Para kawanan gajah liar malah semakin brutal dan tetap merusak tanaman warga,” lanjut Basri.

Konflik gajah liar dengan warga di Pidie terus terjadi berulang kali. Bahkan, saban bulan gajah liar mengganggu dan merusak kebun serta sawah warga.

Bukan hanya Keumala, tiga Kecamatan lain juga turut diganggu oleh kawanan gajah liar yang sama. Di antaranya, Kecamatan Sakti, Mila dan Padang Tiji. Konflik satwa ini telah terjadi sejak Desember 2015. []

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Lingkungan

To Top