Connect with us

Gangguan Gajah di Keumala Belum Tertangani

Aceh

Gangguan Gajah di Keumala Belum Tertangani

KEUMALA | ACEHKITA.COM — Puluhan gajah liar yang mendiami area perkebunan warga di kawasan Glee Barat Kecamatan Keumala, Pidie, sejak tiga bulan terakhir dinilai tidak ditangani serius oleh pemerintah. Akibatnya seluas 69 hektar kebun produktif milik 44 warga porak-poranda dirusak gajah. Sejumlah tanaman diamuk gajah, di antaranya pisang, tebu, kelapa, kacang tanah, coklat, pinang dan nangka.

Tokoh muda Keumala Indra P Keumala kepada acehkita.com Rabu (16/12/2015) mengatakan 44 pemilik kebun telah menyampaikan secara tertulis surat permintaan agar DPRA melalui komisi II bidang pertanian, kehutanan dan perikanan untuk menyelesaikan persoalan gangguan gajah di Keumala.

Indra mengaku juga telah menemui Kepala Dinas Kehutanan Aceh membahas gajah di Keumala. “Pada saat menyampaikan langsung pesan tertulis warga, kadis kehutanan mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa karena keterbatasan anggaran,” kata Indra yang juga Koordinator Badan Pekerja Forum Anti-Korupsi dan Transparansi Anggaran.

Razali, warga Keumala, juga mengatakan kurang seriusnya pemerintah dalam hal ini Dinas Kehutanan dan BKSDA Aceh untuk mengatasi gajah liar yang telah lama mendiami perkebunan warga. Menurutnya, pemerintah sampai sekarang masih sekedar membakar mercon untuk mengusir gajah dari area perkebunan. Hasilnya siang hari pergi malamnya gajah kembali lagi ke perkebunan.

“Kami tidak berani lagi untuk pergi ke kebun, padahal pendapatan kami hanya dari hasil perkebunan,” kata Razali kepada acehkita.com

Di kawasan tersebut juga tinggal 3 kk petani miskin. Sejak gajah datang ke sana, mereka pindah ke rumah kerabat. Dikabarkan, kemarin gajah mulai memasuki persawahan. Jaraknya ke pemukiman warga hanya terpaut 1km. Ditakutkan gajah akan memasuki perkampungan.

Razali berharap pemerintah harus serius melakukan upaya untuk mengusir gajah dari perkebunan dan jika nanti gajah telah pergi, ia meminta pemerintah harus memberi bantuan kepada warga atas tanaman yang dirusak. Karena menurutnya ada petani miskin yang saat menanam tanaman modalnya pinjaman dari kerabat.

“Sekarang tanaman dirusak gajah, bagaimana menanam yang lain, modal yang dulu saja belum mampu dikembalikan,” ujar Razali. Sampai berita ini ditulis gajah masih mendiami kawasan perkebunan Keumala, Pidie. []

HABIL RAZALI | FOTO ILUSTRASI: Chaideer Mahyuddin/ACEHKITA.COM

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Aceh

To Top