Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Bali

0
830
Ibnu GP/ACEHKITA.COM

BALI | ACEHKITA.COM — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncangkan Denpasar, Bali, pada pagi ini, Kamis (23/8). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa Bali tersebut terjadi pada pukul 05.48.40 WIB.

“Lokasi gempa berada di 9.48 Lintang Selatan dan 114.75 Bujur Timur atau 103 km Barat Daya Denpasar, Bali, dengan kedalaman 10 km,” tulis BMKG di akun twitter resminya, Kamis (23/8).

Belum ada laporan kerusakan dampak gempa tersebut.

Sementara itu, dua hari lalu Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan, pemerintah memulai rehabilitasi rumah rusak pascagempa Lombok seiring Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mengunjungi para penyintas yang masih bertahan di pos penampungan di Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, NTB, pada Selasa (21/8).

Saat bertemu warga, JK mengajak mereka untuk membangun kembali. Membangun kembali merupakan pernyataan Wapres JK bahwa Pemerintah memulai proses rehabilitasi rumah warga yang rumahnya rusak pascagempa yang berturut-turut mengguncang Lombok dan sekitar sejak 29 Juli 2018 lalu.

“Saat bertemu warga, JK berpesan bahwa pembangunan rumah rusak sepenuhnya menjadi tanggung jawab warga penerima bantuan. JK juga menyampaikan merekalah yang akan membangun dan tidak ada kontraktor,” sebut Sutopo.

Dijelaskannya, pemerintah akan memberikan bantuan dana untuk pembelian material bangunan dan Kementerian PUPR akan memberikan pendampingan cara pembangunan rumah.

JK mengingatkan dana bantuan jangan digunakan untuk membeli kebutuhan lain seperti rokok, sepeda motor atau televisi, tetapi dimanfaatkan secara baik untuk membeli material bangunan, semen, seng, kayu atau paku. Ibu-ibu juga diharapkan untuk membantu proses pembangunan rumah, seperti mengangkat kayu.

Lebih lanjut disebutkan menanggapi penanganan darurat pascagempa, JK menyampaikan bahwa cara penanganan pemerintah sama dengan cara penanganan bencana nasional. Saat bencana Aceh, pemerintah pusat belum mampu dalam penanganan sehingga membutuhkan dukungan internasional.

Namun saat ini disebutkan pemerintah mampu untuk melakukan penanganan dan telah mengerahkan sumber daya kementerian/lembaga seperti Kementerian PUPR, Kesehatan, Sosial, Pendidikan dan BNPB.

Sutopo mengatakan, Wapres JK mengakhiri kunjungan tersebut dengan melakukan rapat tertutup yang dihadiri oleh Menteri PUPR, Menteri Sosial, Menteri Pendidikan, Kepala BNPB, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Gubernur Jawa Timur, Komandan Posko Penanganan Darurat Bencana Gempa Lombok, dan perwakilan organisasi perangkat daerah Provinsi NTB.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.