Connect with us

Gubernur Diminta Copot Kadis Pendidikan Subulussalam

Aceh

Gubernur Diminta Copot Kadis Pendidikan Subulussalam

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Belasan mahasiswa Kota Subulussalam melakukan demonstrasi di Halaman Kantor Gubernur Aceh, Jumat (06/01/2017). Mereka meminta Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, mencopot Kepala Dinas Pendidikan Kota Subulussalam.

“Pak gubernur, tolong perintahkan Wali Kota untuk mencopot Kepala Dinas Pendidikan Subulussalam,” ujar Miswardin Hutabarat, koordinator aksi dalam orasinya.

Miswardin menyebutkan, Kepala Dinas Pendidikan melakukan banyak kegiatan yang berindikasi pelanggaran. Misal saja, katanya, kepala dinas tidak memberikan gaji nonsertifikasi kepada guru selama empat bulan lamanya. Selain itu, status guru honorer juga tidak jelas dan penempatan guru yang tidak merata, padahal para siswa membutuhkan para guru di

“Beasiswa kepada kami mahasiswa untuk tahun 2016 tidak jelas. Anda menghancurkan pendidikan di sana. Kalau anda tidak becus, silakan turun (dari posisi kepala dinas), ujar Miswardin.

Miswardin menambahkan, sejak Irwan Yasin memimpin Dinas Pendidikan, kondisi pendidikan di sana semakin merosot. Di tambah lagi ada indikasi dugaan pungutan liar di dinas setempat. Karena itu, para mahasiswa tersebut mengharapkan agar Irwan segera diganti.

“Kita juga meminta tim saber pungli segera turun ke Kota Subulussalam terkait adanya pungli di Dinas Pendidikan Kota Subulussalam,” ujar Miswardin.

Sementara itu, Kepala Biro Humas Setda Aceh, Frans Dellian yang menjumpai mahasiswa, menyebutkan kewenangan mengganti kepala dinas ada di masing-masing kabupaten dan kota. Namun demikian, kata Frans, pihaknya dari Pemerintah Aceh tetap akan berkoordinasi persoalan tersebut dengan Pemerintah Kota Subulussalam.

Senada dengan Kepala Biro Humas, Asisten III Setda Aceh, Syahrul, menyebutkan mereka tidak dapat mengintervensi kebijakan daerah. Karena itu, ia meminta mahasiswa untuk membuat detail dugaan pelanggaran yang dilakukan Irwan Yasin.

“Nanti teruskan laporan rinci tersebut kepada kami dan juga kepada penegak hukum,” ujar Syahrul.

Pemerintah Aceh bersama petugas kepolisian dan kejaksaan telah sama-sama berkomitmen memberantas korupsi. Karena itu, Syahrul mengapresiasi apa yang dilakukan mahasiswa dengan terus memberikan kontrol pengawasan atas kinerja petugas pemerintahan di kabupaten dan kota di Aceh.

“Saya apresiasi. Jangan hanya memantau kabupaten, kalau di provinsi pun ada penyimpangan laporkan,” ujar Syahrul. []

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Aceh

To Top