HAkA Kampanye Selamatkan Leuser di Banda Aceh Car Free Day

0
1027

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Selamatkan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) dikampanyekan di Banda Aceh Car Free Day, Ahad 16 Desember 2018, oleh pegiat lingkungan yang tergabung dalam Yayasan Hutan Alam Lingkungan Aceh (HAkA). Mereka mengajak masyarakat untuk menjaga Leuser.

Ketua Yayasan HAkA, Farwiza Farhan, menyebutkan kampanye selamatkan KEL di Banda Aceh Car Free Day bertujuan untuk mensosialisasikan pentingnya KEL dalam menyediakan fungsi lingkungannya, untuk keberlangsungan hidup sekitar empat juta masyarakat Aceh di sekitar KEL.

“Kawasan Ekosistem Leuser merupakan Kawasan Strategis Nasional karena fungsi lingkungannya. Sangat penting menjaga KEL karena fungsinya yang menyediakan air dan udara bersih, juga untuk mitigasi bencana alam, erosi, penanggulangan hama dan penyerapan karbon (perubahan iklim),” ujar Wiza.

Ia menyebutkan, acara tersebut juga diramaikan oleh maskot satwa kunci yang berada di KEL seperti gajah, harimau dan badak sumatera. “KEL merupakan tempat terakhir di dunia dimana gajah, orang utan, harimau dan badak sumatera hidup bersama di alam.”

“KEL merupakan harapan terakhir kita untuk melestarikan satwa-satwa tersebut. Jika KEL terus dihancurkan dengan pembukaan lahan untuk perkebunan, pembangunan industri dan pembukaan jalan, maka sangat besar kemungkinan mereka akan punah,” kata Wiza.

Dalam keterangan kepada Acehkita.com disebutkan, HAkA juga turut mengajak Band Apache13 tampil dalam kampanye selamatkan KEL di Banda Aceh Car Free Day. Para peserta CFD juga diajak untuk mengikuti senam gembira, talkshow, bazaar umum, lomba mewarnai, donor darah, dan ngopi bareng.

“Kami sadar tidak banyak masyarakat, khususnya Banda Aceh, yang tahu apa itu KEL, sehingga kami tergerak untuk memperkenalkan bentang alam yang luar biasa ini ke masyarakat luas di Banda Aceh Car Free Day, dimana masyarakat berkumpul bersama keluarga,” ujar Wiza.

Menurutnya, masyarakat Aceh sudah berabad-abad hidup berdampingan menggantungkan hidupnya pada Kawasan Ekosistem Leuser. Sebutnya, nenek moyang kita hidup karena air dan udara yang disediakan oleh Leuser. Mereka turut melestarikan Leuser agar anak cucunya bisa melanjutkan hidup dengan sejahtera dan sehat.

“Sekarang adalah giliran kita untuk menjaga Leuser, untuk anak cucu kita ke depannya,” pungkas Wiza.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.