Hanyut, Warga Pidie Ditemukan Tewas

1
1706

SIGLI | ACEHKITA.COM – Nasib malang dialami oleh Wardiah. Perempuan berusia 43 tahun ini hanyut terbawa arus sungai Krueng Mane saat hendak mengambil wuduk salat Maghrib, pada Kamis, 19 April lalu. Sungai itu tidak terpaut jauh dari belakang rumahnya di Desa Lhok Jok, Kecamatan Mane, Pidie.

Hingga menjelang Isya, Wardiah belum kunjung sampai di rumah. Sehingga membuat keluarganya mulai timbul curiga dan mencoba mencari Wardiah ke sungai. Setiba di sungai, keluarga hanya menemukan pakaian, kain sarung dan sandal milik Wardiah.

“Keluarga dan warga setempat mencari Wardiah dengan menyusuri aliran sungai. Setelah dua hari pencarian, jasad Wardiah baru ditemukan pada Sabtu kemarin sekitar pukul 19:00 WIB oleh warga yang menyebrang sungai,” kata Komandan Koramil Geumpang, Kapten Inf Jais Harpen saat dihubungi acehkita.com.

Wardiah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi ditemukannya berjarak 20 kilometer dari titik sungai di belakang rumahnya. Lokasinya pun sangat sulit ditempuh, sekitar empat kilometer dari Jalan Beureunuen – Geumpang, Desa Krueng Meuriam, Kecamatan Tangse, Pidie.

Proses evakuasi jenazahnya memakan waktu lama. Dari tadi malam, jenazah baru berhasil dipulangkan ke rumah duka sekitar pukul 08:00 WIB, Minggu pagi.

“Terlambatnya evakuasi karena lokasi sangat jauh dengan jalan raya, dan medannya sangat sulit dilalui,” pungkas Jais.

1 COMMENT

  1. Hai gam, pakoen meunan katuleh berita, kamoe di lapangan meujungkat jungkat bak meu evakuasi jenazah, awak kah asai kamangat tuleh, meunyoe peurlee berita yg berbobot jak keuno ngat kupeureunoe.
    By.Sektaris SAR Pidie

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.