Connect with us

Ikan Paus Ditemukan Mati di Pantai Alue Naga

Radzie/ACEHKITA.COM

Aceh

Ikan Paus Ditemukan Mati di Pantai Alue Naga

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Seekor ikan paus jenis sperma (physeter macrocephalus) ditemukan mati di pantai Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.

Ikan paus sepanjang tujuh meter itu terdampar di bibir pantai sejak pukul 21.30 WIB, Rabu (3/8/2016). Belum diketahui penyebab kematian ikan paus kepala kotak itu.

Misran, anggota Koramil Syiah Kuala, menyebutkan, ikan paus itu awalnya ditemukan oleh warga yang sedang memancing di kawasan itu.

“Kemarin sore menjelang magrib, warga melihat ikan paus ini bermain di kuala Alue Naga,” kata Misran saat dijumpai di lokasi paus terdampar, Kamis (4/8/2016) pagi. “Warga menyangka itu ikan lumba-lumba.”

Ikan paus sperma merupakan hewan terbesar dalam kelompok paus bergigi dan sekaligus hewan bergigi terbesar di dunia. Paus ini memiliki panjang maksimal 12 meter dengan bobot 28 ribu kilogram. Diperkirakan, ia bisa bertahan hidup hingga 70 tahun.

Misran menyebutkan, bangkai ikan paus ini akan dievakuasi siang atau sore ini. Saat ini, otoritas di Banda Aceh tengah berembuk apakah bangkai ini akan ditenggelamkan ke laut atau dikuburkan di darat.

Beberapa jam setelah terdampar, keberadaan ikan paus ini mendapat perhatian luas dari masyarakat Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Warga terlihat berbondong-bondong mendatangi lokasi paus terdampar, di ujung pantai Alue Naga.

Untuk mencapai lokasi ini, warga harus berjalan kaki sejauh 500 meter.

Keberadaan paus ini digunakan warga untuk berfoto mandiri (selfie) di dekat paus. Sebelum bangkai paus berada di air, warga sempat memegang atau menyentuhnya. Bahkan, ada yang memanfaatkan untuk mengambil gigi.

“Banyak gigi paus yang sudah diambil warga,” kata Misran.

Saat ini, otoritas dan sejumlah mahasiswa Kedokteran Hewan terlihat berada di lokasi untuk mengambil sampel bangkai paus. []

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Aceh

To Top