Connect with us

Imjingak, Desa Harapan Sebelum Zona Demiliterisasi Dua Negara Korea

FOTO: KHITHTHATI/ACEHKITA.COM

Travel

Imjingak, Desa Harapan Sebelum Zona Demiliterisasi Dua Negara Korea

BERBICARA tentang hubungan panas dingin dua negara bersaudara Korea Selatan dan Korea Utara bukan hanya tentang politik kedua negara, tapi juga tentang masih adanya harapan tentang perdamaian dan penyatuan. Imjingak misalnya, “desa harapan” yang berada tepat sebelum kawasan DMZ atau Demiliterized Zone kedua negara Korea.

Perbatasan di kawasan DMZ dijaga dengan ketat oleh tentara kedua negara. DMZ adalah garis 38 derajat di tengah Semenanjung Korea yang ditetapkan pada tahun 1945 atas keputusan sekutu sebagai pemenang pada perang dunia ke II melalui Deklarasi Postdam.

Namun, segera setelah pecahnya perang saudara antara Korea pada tahun 1950 garis ini dilanggar. Sehingga dibuat lagi kesepakatan baru lagi setelah perang saudara selesai yang dibantu oleh Cina dan Amerika Serikat.

Zona bebas militer ini menjadi tujuan wisata yang menarik sekaligus mendebarkan. Terletak pada bagian tengah Semenanjung Korea dan memanjang sekitar 155 mil atau 248 kilometer.

Membuat garis antara Seoul dan Gaeseong di Korea Utara pada bagian barat dan mulai dari kota Ganseong di Korsel sampai ke Gunung Geumgan di Korut.

FOTO: KHITHTHATI/ACEHKITA.COM

Imjingak sendiri berada tepat tujuh kilometer dari garis ini, di sebelah Korea Selatan. Kawasan ini kemudian dibangun menjadi ikon terdepan wisata sejarah perang Korea.

Desa ini terletak di tepi sungai Imjin, Kota Paju, sekitar sejam perjalanan darat dari Seoul, ibu kota Korea Selatan.

Imjingak dibangun pada tahun 1972 dengan harapan bahwa suatu saat nanti penyatuan akan mungkin terjadi. Beberapa monumen juga dibangun untuk pelipur lara bagi kedua belah pihak yang terpisah karena perang.

Untuk mengganti kesan perang yang dingin dan horor pada tahun 2005, dibangun Imjingak Resort untuk merayakan festival perdamaian.

Suasana peninggalan perang sekitarnya diganti dengan semangat perdamaian yang lebih ceria dan berwarna. Untuk menganti suasana maka pergelaran seni dan konser juga sering digelar di sini, selain itu juga terdapat taman bermain.

Walaupun peninggalan perang tetap dijaga sebagai pengingat. Di dekat Imjingak Resort juga terdapat jalur Kereta Gyeongui yang hancur selama Konflik Korea pada tahun 1950 yang kemudian telah dibangun kembali sejak tahun 2000.

FOTO: KHITHTHATI/ACEHKITA.COM

Ada beberapa peninggalan penting perang yang masih terjaga dan terawat di sini, salah satunya The Bridge of Freedom. Jembatan ini merupakan bekas jalur kereta api melintasi sungai Imjin dan menghubungkan dengan jalur kereta api Utara-Selatan.

Dulunya jalur ini digunakan untuk mengangkut para tawanan dan tentara yang terjebak di kawasan Utara. Setelah dibom saat perang, sampai sekarang jembatan ini tidak pernah digunakan lagi.

Selain itu, di sini juga ada lokomotif kereta api peninggalan perang dengan banyak lobang mortil di sisi kiri-kanannya. Ruang pameran untuk pengetahuan tentang Perang Korea, lonceng perdamaian yang juga terletak di area yang sama.

Jika ingin meneruskan wisata ke lokasi DMZ atau tempat lainnya di sekitar Imjingak seperti Dora Observatory —tempat di mana para wisatawan dapat menoropong ke arah Korea Utara–, maka wisatawan diminta untuk mengikuti tur yang sudah disediakan dan mematuhi beberapa peraturan termasuk juga membawa pasport bagi turis asing.

FOTO: KHITHTHATI/ACEHKITA.COM

Di sini, wisatawan juga bisa berkunjung ke The Third Tunnel kawasan di mana pada masa setelah perang tentara Korut pernah menggali lubang untuk masuk ke daerah Selatan serta kawasan Joint Security Area (JSA).

Begitu juga jika ingin melihat Bridge of No Return, ini digunakan setelah gencatan senjata tahun 1953, di jembatan ini terjadi pertukaran tahanan perang.

Nama ini berasal dari fakta bahwa para tahanan perang secara sukarela mendukung memilih Korea Utara tidak dapat kembali ke Korea Selatan untuk selamanya. Itulah mengapa itu disebut “Jembatan Tanpa Kata kembali”.

Terakhir kali jembatan digunakan untuk pertukaran tahanan pada tahun 1968, ketika kru dari USS Pueblo dibebaskan dan diperintahkan untuk menyeberang ke Korea Selatan melalui jembatan.

Setelah pembunuhan dua tentara AS pada tahun 1976, jalur ini ditutup. Ujung dari  kedua sisi jembatan adalah rumah penjaga dari masing-masing negara.

Sejarah perang di semenanjung Korea ini seperti bekas luka, Zona Demiliterisasi 160 mil (DMZ) bukan hanya tempat pertemuan politik strategis tetapi tempat ini juga menarik mata yang menyambut lebih dari 1,2 juta wisatawan setahun.[]

KHITHTHATI

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Travel

ACEHKITA TV

Trending

Kolom

Kuliner

Facebook

To Top