Connect with us

Ini Alasan Muncul Tagar Koin untuk Australia

Teknologi

Ini Alasan Muncul Tagar Koin untuk Australia

[vc_row][vc_column width=”1/1″][vc_column_text]BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Gerakan mengumpulkan koin untuk Australia menggema di jagat Twitter sejak Jumat (20/2/2015) pagi. Ini sebagai bentuk protes terhadap Perdana Menteri Australia Tony Abbott yang mengungkit bantuan negara itu bagi korban tsunami 2004.

Tagar #KoinUntukAustralia diinisasi pertama sekali oleh Mustaqim Adamrah melalui akun @MAdamrah pada 18 Februari 2015, pukul 04:19 PM. Pada cuitan perdana itu, Mustaqim mengunggah sebuah foto tumpukan uang receh pecahan 100 hingga 1.000 Rupiah yang disertai tulisan Koin untuk Australia.

Gerakan itu menemukan momentum dua hari kemudian, ketika ramai-ramai netizen di Indonesia jengkel dengan pernyataan Abbott. Di Aceh, #KoinuntukAustralia berdengung sejak Jumat pagi hingga Sabtu pagi ini.

Penelusuran acehkita.com pada situs Topsy, dalam 16 jam tagar #KoinuntukAustralia telah dicuit sebanyak 3.178 kali (sejak 18 Februari telah didengungkan 4.030 kali) oleh netizen di Banda Aceh, Medan, Pekan Baru, Palembang, Jakarta, Surabaya, Bandung, Kalimantan, dan Sulawesi. Cuitan tagar ini juga sempat muncul di Barcelona, Milan, dan Jepang, meski dalam jumlah sedikit. Banda Aceh dan DKI Jakarta menjadi dua daerah yang paling banyak mendengungkan tagar kekecewaan terhadap Abbott ini.

Selain itu muncul pula cuit dengan tagar #CoinForAbbott (145 cuit) dan #CoinForAustralia (849 cuit), serta #ShameOnYouAbbott (11 kali).

Lalu, apa alasan Mustaqim Adamrah membuat cuitan #KoinUntukAustralia? Kepada acehkita.com, Mustaqim menyebutkan bahwa ini sebagai protes terhadap Abbott.

Menurut Mustaqim, jika Australia mengaku sebagai negara sahabat Indonesia, seharusnya tidak menjadikan bantuan kemanusiaan yang pernah diberikan untuk menekan Indonesia.

“Awalnya sebagai bentuk protes terhadap pernyataan Abbott. Sahabat memang harusnya saling bantu. Dan bantuan gak boleh digunakan untuk mendikte kebijakan negara lain,” ujar Mustaqim, Jumat (20/2/2015) malam.

Pemerintah Australia meminta dua warga negaranya yang terlibat jaringan narkoba Bali Nine tidak dieksekusi mati. Perdana Menteri Abbott mengungkit bantuan senilai A$1 juta yang diberikan saat tsunami dan meminta Indonesia untuk mengingat kebaikan Australia serta membatalkan eksekusi mati tersebut. Namun, Indonesia berkukuh bahwa dua jaringan Bali Nine asal negeri Kanguru itu dihukum mati. []

FG[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Continue Reading
Baca juga...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Teknologi

To Top