Connect with us

Jalan Alternatif Krueng Tingkeum Berdebu, Warga Mengeluh

Kondisi jalan alternatif di sekitar Krueng Tingkeum | Foto: Halim

Aceh

Jalan Alternatif Krueng Tingkeum Berdebu, Warga Mengeluh

BIREUEN | ACEHKITA.COM – Pascapenutupan total jembatan Krueng Tingkeum, Kecamatan Kutablang, Bireuen sejak Senin 13 Maret 2017, warga dari tiga desa di sepanjang jalan alternatif sebelah utara jembatan, minta agar jalan yang belum teraspal tersebut untuk bisa disiram minimal dua kali sehari.

“Sebab jika tidak disiram, jalanan penuh debu, dan kami yang tinggal di sepanjang jalan alternatif sangat terganggu,” ungkap Jumiati (32 tahun), warga Cot Mee kepada acehkita.com Kamis 16 Maret 2017.

Sehari sebelumnya, warga dari desa Cot Mee, Babah Suak, dan Pulo Nga, Kecamatan Kutablang sempat memblokir jalan selama dua jam lebih mulai pukul 15.00 WIB hingga 17.30 WIB, untuk memprotes pihak rekanan, karena jalan alternatif belum juga diaspal.

“Kami sangat memahami jika arus kendaraan harus dialihkan ke wilayah desa kami, tapi kami juga minta pihak terkait, agar jalan diaspal terlebih dulu, agar tidak berdebu, dan mengganggu kesehatan warga, terutama anak-anak,” ingat Syukri, warga Babah Suak yang rumahnya berada di sisi jalan alternatif.

Amatan acehkita.com, jalan alternatif sebelah utara jembatan Krueng Tingkeum, yang dijadikan arus masuk kendaraan arah Banda Aceh ke Medan hanya berupa jalan pengerasan, dan baru dua kilometer yang teraspal. Sementara jalan alternatif sebelah selatan yang dilintasi kendaraan dari arah Medan ke Banda Aceh, sudah teraspal seluruhnya. Kedua ruas jalan tersebut berstatus jalan kabupaten, masing-masing panjangnya tujuh hingga delapan kilometer dengan lebar empat sampai enam meter.

Akibatnya, sejumlah kendaraan pribadi dan angkutan penumpang umum jenis L300 yang harusnya lewat jalur utara, lebih memilih jalan alternatif sebelah selatan. Sehingga menimbulkan kemacetan terutama pada jam sibuk.

Kapolres Bireuen, AKBP Heru Novianto, mengingatkan agar para pengemudi taat pada peraturan lalu lintas, untuk tidak mengambil jalan alternatif sebelah selatan bagi kendaraan dari arah Banda Aceh menuju Medan, karena ruas jalannya yang sempit.

“Marilah kita sama-sama menjaga ketertiban berlalu lintas, dan patuhi semua rambu-rambu yang ada,” ingat Heru Novianto.

Jembatan Krueng Tingkeum yang baru rencananya selesai dibangun akhir 2017.

“Pembongkaran butuh waktu sekitar 45 hari, yang dimulai sejak Senin. Proses tendernya sedang dilakukan di Jakarta,” kata Amri, Pejabat Pembuat Komitment Satker Pelaksana Jalan Nasional I Aceh, Wilayah Bireuen. []

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Aceh

To Top