Jambore Nusantara Digelar di Ketambe Aceh Tenggara 23-26 Juli 2019

0
458
Arung jeram menyusuri Sungai Alas, Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara. (Foto: Gibran/ACEHKITA.COM)

KETAMBE | ACEHKITA.COM – Sebanyak 31 pemimpin perempuan, pemuda masyarakat adat, dan komunitas lokal dari 11 wilayah di Indonesia akan mengikuti Jambore Nusantara yang diselenggarakan di Desa Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, 23-26 Juli 2019.

Mereka akan bergabung dengan peserta dan panitia lokal dari Ketambe Aceh Tenggara dengan total yang hadir di Jambore Nusantara berjumlah 100 orang.

Kesebelas wilayah yang akan mengikuti Jambore Nusantara terdiri dari Papua, Papua Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Maluku, NTB, NTT, Bali, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Aceh. Jambore Nusantara ini diselenggarakan Samdhana Institute berkolaborasi dengan Sekolah Ekologi Leuser (SEL).

Ita Natalia, Head of Capacity Development Program Samdhana Institute, mengatakan Jambore Nusantara di antaranya bertujuan menyediakan kesempatan bertukar cerita, pengalaman, dan keterampilan dalam menghadapi krisis sosial ekologi di kampung dan di sekitar wilayah hidup para peserta.

“Selain itu juga menyusun agenda tindak lanjut dalam rangka mengatasi krisis sosial ekologi,” ujarnya.

Para peserta juga mendapatkan contoh inspirasi melalui praktek cerdas dalam pengelolaan sumber daya alam, pertanian berkelanjutan, pangan lokal, produk herbal dan organik, serta kerajinan dan anyaman.

Kegiatan jambore lainnya adalah memberikan inspirasi dan motivasi, khususnya kepada anak muda dalam membangun kewirausahaan sosial untuk kemandirian komunitas.

“Para peserta juga didorong melakukan inovasi teknologi melalui platform media sosial dalam menumbuh kembangkan budaya dan kearifan lokal dengan memperhatikan dinamika dan perkembangan zaman,” kata Ita.

Selain saling-belajar, para peserta juga akan mendapatkan materi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Desa PDTT, Pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, organisasi pemberdayaan lokal, dan praktisi.

Selama jambore berlangsung, peserta mengikuti ragam kegiatan seperti diskusi dan dialog publik, kelas inspirasi, menyusun cita-cita, malam budaya dan solidaritas, petualangan, olah rasa, karsa, dan karya, serta pameran produk dan kerajinan.

Pada kegiatan petualangan, para peserta akan mengikuti Jelajah Alam Leuser dan menyusuri Sungai Alas. Sedangkan pada acara olah rasa, karsa, dan karya, para peserta akan mengikuti acara kopi ritual, olah produk arkeologi, kerajinan komunitas, dan eco-print.

Jambore Nusantara di Ketambe juga bakal dimeriahkan dengan kenduri adat dan penampilan acara kesenian dan budaya Aceh Tenggara.

Koordinator Sekolah Ekologi Leuser, Tarmizi Alba, menyebutkan kegiatan lapangan dalam Jambore Nusantara sepenuhnya mengandalkan kader-kader lokal Sekolah Ekologi Leuser (SEL) yang terorganisir dan terlatih. SEL sendiri merupakan laboratorium bagi Pengembangan Kawasan di 10 desa di sekeliling wilayah Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara.[RIL]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.