Connect with us

Jembatan Kutablang Bireuen Miring Dihantam Balok

Foto: Halim Mubary

Berita

Jembatan Kutablang Bireuen Miring Dihantam Balok

BIREUEN | ACEHKITA.COM – Jembatan konstruksi baja di lintasan jalan negara Banda Aceh- Medan, di Desa Tingkeum, Kecamatan Kutablang, Bireuen, mengalami kemiringan akibat pilar penyangga jembatan dihantam tumpukan balok dan sampah kiriman dari hulu sungai Peusangan, Jumat dini hari 20 Januari 2017.

Akibatnya, konstruksi jembatan mengalami kemiringan sekitar lima hingga delapan sentimeter di bagian selatan badan jalan.

“Ada suara semacam benturan keras yang disertai deritan besi jembatan sekitar pukul 03.00 WIB,” ungkap Fuad (42 tahun) warga Tingkeum Baro kepada acehkita.com. Tempat tinggalnya hanya berjarak sekitar 50 meter dari pangkal jembatan.

Beberapa menit setelah kejadian, warga sekitar mendatangi lokasi dan mengatur arus lalu lintas. “Sebab setelah badan jembatan miring, dan dikhawatirkan jembatan tidak sanggup menahan beban kendaraan, maka warga mengarahkan kendaraan satu arah, dengan sistem buka tutup,” kata Imran, warga Desa Kulu di lokasi kejadian.

Sementara pihak aparat keamanan dari kepolisian dan TNI setengah jam kemudian tiba di lokasi untuk mengatur arus lalu lintas.

Camat Kutablang, Rusli mengatakan, jembatan yang dibangun pada akhir tahun 1980-an tersebut menjadi urat nadi vital karena berstatus jalan nasional. “Maka pihak terkait agar bisa segera menangani persoalan itu, demi lancarnya arus kendaraan yang menghubungkan Banda Aceh -Medan,” ujar Rusli.

Sementara, Kepala BPBD Bireuen, Farhan Husin kepada jurnalis menyebutkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi, dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional I Banda Aceh, untuk sesegera mungkin mengatasi fisik jembatan yang rawan, sebelum terjadinya gangguan yang lebih besar pada jembatan yang mengalami kerusakan.

“Tadi pihak Balai sedang dalam perjalanan ke lokasi,” kata Farhan.

Amatan acehkita.com, arus lalu lintas sedikit tersendat karena dilakukan sistem buka tutup satu arah di badan jembatan yang lebarnya delapan meter itu.

Sementara konstruksi jembatan pada pilar tiang penyangga yang berjumlah 22 pilar besi itu, sebagiannya sudah mulai miring, dan ada yang lepas dari atas sisi beton penahan jembatan. Sedangkan tumpukan kayu gelondongan dan sampah kiriman dari hulu sungai Peusangan masih bersarang di antara pilar besi penyangga sebelah selatan jembatan. []

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Berita

To Top