Connect with us

Jokowi Perintah Kepala Staf ke Aceh, Korban Tewas Jadi 45 Orang

Foto: Habil Razali | ACEHKITA.COM

Aceh

Jokowi Perintah Kepala Staf ke Aceh, Korban Tewas Jadi 45 Orang

MEUREUDU | ACEHKITA.COM – Presiden Joko “Jokowi” Widodo telah memerintahkan Kepala Staf Presiden, Teten Masduki, ke Aceh untuk memantau penanganan korban gempa yang melanda provinsi paling barat Indonesia menjelang subuh tadi.

Sementara itu, jumlah korban yang meninggal dunia dan luka-luka terus bertambah. Hingga siang ini, menurut Kepala Dinas Kesehatan Pidie Jaya, Said Abdullah, korban tewas telah mencapai 45 orang di Pidie Jaya.

“Tadi pagi, saya sudah mendapatkan laporan, dan saya sudah perintahkan seluruh aparat untuk bergerak sesuai dengan otoritasnya,” kata Jokowi kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Rabu, (7/12/2016).

“Sebentar lagi juga Kepala Staf Presiden akan meluncur ke Aceh,” tambahnya seperti dikutip dari situs setkab.go.id.

Presiden mengaku sudah menerima laporan mengenai gempa bumi tektonik berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR) mengguncang Aceh sekitar pukul 05:03 WIB.

Jokowi sudah memerintahkan seluruh aparat untuk bergerak sesuai dengan otoritas masing-masing membantu para korban gempa yang menewaskan sedikitnya 45 orang dan ratusan lainnya luka-luka.

Dia berjanji akan terus mengikuti perkembangan dari penanganan korban gempa di Pidie Jaya.

Menurut Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak pada 5,19 LU dan 96,36 BT, tepatnya di darat pada jarak 106 km tenggara Banda Aceh pada kedalaman 15 km.

Gempa yang tidak memicu tsunami itu mengakibatkan puluhan bangunan, rumah tokoh serta masjid roboh dan rusak berat.

Kepala Dinas Kesehatan Pidie Jaya, Said Abdullah yang dihubungi acehkita.com via telepon menyatakan bahwa hingga siang ini, jumlah korban yang meninggal dunia telah mencapai 45 orang dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.

“Korban meninggal sampai saat ini, 41 orang di Pidie Jaya. Korban luka yang sudah terdata 190 lebih yang masuk Rumah Sakit Umum Meureudu. Belum yang dirawat di Puskesmas-Puskesmas,” katanya.

Sebelumnya, Direktur RSU Tgk Chik Ditiro Sigli, drg. Muhammad Riza Faisal menyatakan bahwa empat korban gempa Pidie Jaya meninggal dunia di rumah sakit tersebut. Selain itu, lebih dari 300 korban lainnya masih dirawat intensif di rumah sakit tersebut.

“Dengan adanya empat orang yang meninggal di RSU Tgk Chik Ditiro Sigli, korban semuanya sejauh ini sudah mencapai 45 orang,” kata Said.

Kirimkan Tagana

Kementerian Sosial bergerak cepat dengan mengerahkan Tagana untuk menyisir dan mengevakuasi korban meninggal maupun luka. Untuk meringankan beban para korban Gempa, telah diterjunkan pula dapur umum lapangan.

“Pembentukan dapur umum ini sangat penting karena para korban gempa di Aceh belum bisa melakukan aktivitas memasak. Untuk satu dapur umum bisa menyediakan hingga 1.000 porsi makanan,” kata Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Adhy Karyono.

Adhy menyampaikan bahwa korban meninggal, akan diberikan santunan kematian sebesar Rp15 juta per orang. Sementara korban luka maksimum Rp5 juta per orang.

“Nanti kita lihat data terakhir dulu, yang jelas Kementerian Sosial telah menyiapkan segala sesuatunya. Saat ini kita fokus pada upaya tanggap darurat, menyisir korban dan penanganannya,” imbuh Adhy.

Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa simpati kepada para korban gempa.

Dia berharap agar seluruh keluarga para korban gempa bumi diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan berat tersebut.

“Saya turut merasakan apa yang saudara-saudara kita di Aceh rasakan. Semoga tidak terjadi gempa susulan. Saya telah perintahkan tim segera gerak cepat,” kata Khofifah.

Mensos menegaskan, Pemerintah Daerah menjadi komandan untuk penanganan bencana.

Sementara Kementerian Sosial mendukung dengan penyiapan logistik jika kondisi sudah darurat dan tidak lagi mampu ditangani daerah.[]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Aceh

Advertisement

ACEHKITA TV

Trending

Kolom

Kuliner

Facebook

To Top