Connect with us

Kapolda: Din Minimi Menyerah karena Terdesak

Aceh

Kapolda: Din Minimi Menyerah karena Terdesak

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Nurdin bin Ismail alias Din Minimi menyerahkan diri kepada Kepala BIN Sutiyoso. Di mata polisi, buron nomor wahid itu menyerah karena terdesak pengejaran aparat keamanan.

Kepala Kepolisian Daerah Aceh Irjen Husein Hamidi menyebutkan, pihaknya menetapkan Din Minimi dan 20 pengikutnya sebagai buronan. Sebab, mereka berada di belakang serangkaian aksi kekerasan dan penculikan yang terjadi di pesisir Timur dan Utara Aceh.

“Mereka sudah terdesak dikejar terus sama polisi dan TNI. Akhirnya mencari perlindungan dan menyerahkan diri kepada kepala BIN,” ujar Husein Hamidi kepada wartawan di Mapolda Aceh, Kamis (31/12/2015).

Polisi sudah lama mendesak Din Minimi menyerahkan diri. Namun imbauan itu tidak ditanggapi sehingga polisi terus menggelar operasi mengejar kelompok bersenjata yang dituding berada di belakang aksi penyanderaan dan pembunuhan dua intel Kodim Aceh Utara di pedalaman Nisam Antara, Maret lalu.

Kapolda menyebutkan, belasan anggota Din Minimi telah ditangkap dan sejumlah senjata disita. Beberapa di antara anggota Din Minimi meregang nyawa.

Seperti diketahui, Din Minimi dan 120 pengikutnya menyerahkan diri kepada Kepala BIN Sutiyoso pada Senin (28/12/2015) malam lalu. Bersama itu, ia menyerahkan 15 pucuk senjata dan sekarung amunisi.

Sutiyoso mengaku membangun komunikasi dengan Din Minimi selama dua bulan, melalui sambungan telepon. Hubungan ini diperlancar oleh Juha Christensen, tokoh di balik perundingan GAM dan Indonesia yang juga pernah menjadi anggota Aceh Monitoring Mission.

Saat penjemputan Din Minimi di hutan pedalaman Julok, Aceh Timur, Sutiyoso didampingi Juha. Mereka ikut menginap di rumah ibu Din Minimi di Desa Lapang Baro.

Sebelum memutuskan turun, Din Minimi mengajukan enam persyarakat, salah satunya pemberian amnesti kepada dia dan anakbuahnya. Sutiyoso menyanggupinya.

Pada hari penjemputan Din Minimi, aparat keamanan tidak melancarkan operasi apa pun. Kapolda Husein Hamidi menyatakan, mereka menghormati kesepakatan kepala BIN dan Din Minimi. Apalagi Sutiyoso meminta dirinya dan Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Agus Kriswanto untuk tidak mengerahkan pasukan.

“Kita menghormati dan tidak melakukan pergerakan,” ujar Husein. []

ATTAYA ALAZKIA

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Aceh

To Top