Connect with us

Kapolda: Saat Diculik Pejabat Aceh tidak Diberi Makanan

Aceh

Kapolda: Saat Diculik Pejabat Aceh tidak Diberi Makanan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Kepolisian Daerah Aceh menyebutkan bahwa Sekretaris Unit Layanan Pengadaan Pemerintah Aceh Kamal Bahri tidak diberikan makanan selama berada dalam sekapan para penculik.

Menurut Kepala Kepolisian Daerah Aceh Irjen Husein Hamidi, para pelaku penculikan sengaja membiarkan Kamal Bahri kelaparan. “Korban sengaja tidak diberi makan agar keluarga segera memberikan uang tebusan yang mereka minta,” ujarnya dalam konferensi pers di Mapolda Aceh, Selasa (2/2/2016) siang.

Pelaku meminta uang tebusan senilai Rp1 miliar. Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Nurfallah menyatakan pelaku meminta uang tebusan Rp3 miliar.

Namun setelah negoisasi disepakati uang tebusan “hanya” Rp700 juta –belakangan dibayarkan di kawasan Geurugok sebelum kedua pelaku ditembak mati polisi.

“Uang yang diserahkan keluarga kepada penculik kemarin hanya sebesar Rp680 juta,” ujar Kapolda Husein. “Tidak sampai Rp700 juta seperti diminta penculik.”

Setelah penyerahan uang tebusan di Keude Geurugok, Bireuen, kemarin, polisi berupaya menyergap pelaku yang mengendarai Avanza. Namun, kata polisi, pelaku memberikan perlawanan dengan melepaskan tembakan ke arah polisi.

Tak ayal, menurut polisi, kontak tembak pun berlangsung hingga 15 menit lamanya. Dua pelaku yaitu Barwami (40) dan Ismuhardi (35) tewas –satu di lokasi kejadian dan satu lagi dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Umum Cut Meutia Lhokseumawe. Tidak ada korban di pihak kepolisian.

Dari tangan pelaku, polisi menyebutkan menyita sepucuk senapan serbu SS1 beserta tujuh magasin lengkap amunisinya dan pistol FN. Polisi juga menyita mobil Avanza dan uang tebusan. []

GHAISAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Aceh

To Top