Connect with us

Karena Gempa, ‘Manohara’ Dihukum Warga

Habil Razali | ACEHKITA.COM

Aceh

Karena Gempa, ‘Manohara’ Dihukum Warga

MEUREUDU | ACEHKITA.COM – “Dilarang masuk, sudah ditutup,” tegas seorang pria bertopi di tepi jalan. Dia dan tiga warga lain berjaga melarang sejumlah orang yang hendak memasuki kawasan wisata Pantai Manohara, saat acehkita ke sana, Ahad 11 Desember 2016.

Pantai Manohara terletak di Desa Meuraksa Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya. Pantai Manohara sebelumnya bernama pantai Meuraksa atau pantai Meureudu.

Pantai itu menjadi favorit warga Aceh serta wisatawan sepuluh tahun belakangan, Setelah konflik bersenjata dan tsunami menyapu pesisir Aceh 26 Desember 2004 lalu, pantai ini perlahan mulai hidup.

Kafe kecil mulai berdiri di area pantai dan sering dijadikan tempat nongkrong muda-mudi kampung.

Nama Manohara diambil dari nama artis Manohara Odelia Pinot, yang sempat dipersunting oleh Tengku Muhammad Fakhry Petra, putra mahkota Kerajaan Klantan, Malaysia. Rumah tangga mereka kisruh dan nama Manohara melambung.

Seorang pemilik kafe di pantai itu kemudian menamakan Manohara sebagai nama kafenya. Lambat laun orang-orang mulai menyebut pantai ini sebagai Pantai Manohara.

Dari mulut ke mulut, Pantai Manohara kemudian terkenal dan banyak warga dari kabupaten-kabupaten tetangga berkunjung ke sana.

Gempa berkekuatan 6,5 Skala Richter mengguncang Aceh Rabu lalu berpusat 18 kilometer dari timur laut Manohara berkedalaman 10 kilometer. Pantai itu daratan paling dekat dengan pusat gempa. Namun, kafe-kafe di sana tak berdampak hebat. Karena umumnya terbuat dari kayu.

Hanya saja di beberapa titik, tanah terbelah. Garisan lobang terbentuk dengan kedalaman semeter. Meskipun tak berdampak serius terhadap keelokan Manohara, paska gempa pantai ini direncanakan akan ditutup dari kunjungan wisatawan.

Penutupan ini beralasan tempat wisata alam itu selama ini menjadi sarang maksiat. “Pusat gempanya kan di sini, jadi ini sebuah peringatan untuk kita. Karena selama ini, pantai Manohara jadi tempat pasangan nonmuhrim berduaan,” ujar warga setempat yang tak ingin namanya ditulis.

Menurutnya, walaupun pihak aparatur gampong selama ini telah mengelola pantai Manohara sesuai syariat Islam, tetapi ada juga perbuatan melanggar ketentuan. “Berduaan saja, kalau bukan muhrim sudah salah.”

Soal berapa lama penutupan, aparatur desa akan menggelar rapat. Sejumlah warga di sana menginginkan pantai itu ditutup selamanya.

Penutupan wisata pantai Manohara akan berdampak dalam segi pendapatan warga. Jika pantai itu ditutup, pemilik kafe akan kehilangan pendapatan sehari-hari.

“Walaupun tidak banyak, sehari 100-150 ribu selalu ada. Cukuplah untuk keperluan sehari-hari,” kata M Jakfar (37 tahun), salah seorang pemilik kafe.

Jika memang hasil rapat nantinya Manohara ditutup dari wisatawan selamanya, lanjut Jakfar, pihaknya berharap bangunan kafe di sana jangan dibongkar.

“Bangunannya jangan dibongkar. Kami nanti bisa berternak di sana,” sambungnya.

Modal tentu saja akan dikeluarkan kembali oleh Jakfar jika beralih ke usaha ternak. “Barangkali kami akan melaut lagi jika tak sanggup berternak.”

Manohara, objek warga menghabiskan akhir pekan. Namanya telah terdengar hampir semua telinga warga Pidie dan Pidie Jaya.

Penutupannya di satu sisi memberi efek positif bagi warga setempat yang baru saja dihentak gempa. Aktivitas wisatawan di sana kerap disebut warga penyebab terjadi gempa. “Perbuatan maksiat dipastikan akan mengundang bala. Nah, di Manohara ini apalagi,” begitulah warga mengeluarkan kalam.

Kini, pintu masuk Manohara dipagari bambu. Dahan-dahan ditabur di atas jalan. Selembar karton ditempelkan. “Pantai Manohara Ditutup.”

Angin berhembus. Karton itu melambai-lambai. Manohara, keelokanmu kini tak dapat lagi dinikmati. []

HABIL RAZALI

2 Comments

2 Comments

  1. Redaksi

    Redaksi

    Dec 13, 2016 at 9:31 am

    baik makasih koreksinya, akan kami perbaiki

  2. Jong Atjeh

    Dec 13, 2016 at 9:21 am

    Yth admin itu bukan Teungku tetapi Tengku. Teungku itu Teungku imuem dan lain-lain yang biasa di ucapkan oleh masyarakat Aceh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Aceh

To Top