Connect with us

Kemesraan Linto Siuroe

Suparta Arz/ACEHKITA.COM

Aceh

Kemesraan Linto Siuroe

“APA,” panggil Irwandi Yusuf. Pria yang dipanggil Apa tak menoleh. Irwandi memanggil lagi, kali ini suaranya agak keras. “Apaa..”

Nyan Ampon,” celetuk Zaini Abdullah yang duduk di samping Irwandi Yusuf.

Pada panggilan kedua itu, pria yang akrab disapa Apa Karya menoleh. “Keunoe neujak dilei,” panggil Irwandi.

Apa Karya yang memiliki nama lengkap Zakaria Saman, beranjak dari tempat duduknya, yang terpaut dua kursi dari posisi Irwandi Yusuf.

Zakaria Saman menebar senyum. Ia menjabat tangan Nasaruddin, yang duduk di sebelahnya. Ia berjalan dan menjabat erat Zaini Abdullah, lalu –sambil terus menebar senyum– bersalaman dengan Irwandi Yusuf.

Pewarta dan juga simpatisan para calon gubernur, berdesak-desakan mengabadikan momen penuh kemesraan ini. Aroma kontestasi merebut kursi Aceh-1 seakan tidak mereka hiraukan. Mereka terlihat akrab, sebagai murid-guru dalam organisasi Gerakan Aceh Merdeka.

Ketiga orang ini, merupakan mantan elite GAM. Zakaria Saman dikenal berjabatan Menteri Pertahanan, Zaini Abdullah punya jabatan kunci di tubuh GAM, yaitu Menteri Luar Negeri dan kerabat Hasan di Tiro. Sedangkan Irwandi Yusuf merupakan juru propaganda gerakan kemerdekaan itu.

Kehadiran mereka bersama-sama di Gedung DPR Aceh pagi tadi (25/10/2016) adalah untuk menarik nomor urut sebagai calon gubernur dan wakil gubernur yang akan berlaga pada pemilihan kepala daerah Aceh serentak 2017.

Kameunang droeneuh kali nyoe, Apa,” canda Irwandi Yusuf saat mereka berjabat tangan.

Keduanya, disaksikan Zaini Abdullah dan Nasaruddin, terbahak-bahak.

Lagak that bajee lagoe uroe nyoe, Apa?” seorang jurnalis ikut mencandai Apa Karya.

Hai.. uroe nyoe koen linto baro siuroe,” jawab Apa spontan, memancing gelak tawa orang-orang yang menyaksikannya. Linto baro merupakan sebutan untuk pengantin laki-laki.

Nasaruddin, calon wakil gubernur yang berpasangan dengan Zaini Abdullah, meraih tangan Zaini, Apa Karya, dan mengajak salam “komando” dengan Irwandi Yusuf. Lantas mereka bertiga bersalaman dalam keceriaan.

Pagi tadi, Apa Karya jadi bintang. Dia dielu-elukan simpatisan para kandidat. Gerak-geriknya menjadi magnet yang memancing keriuhan massa di ruang sidang utama gedung Parlemen Aceh. “Jangan takut bersaing… Ini pesta demokrasi Aceh. Kalau maki-makilah, tapi jangan marah,” pesan Apa, mengutip filosofi permainan seudati.

Kemesraan juga diperlihatkan calon gubernur lain. Abdullah Puteh, yang tiba setelah Zakaria Saman, terlihat meminta diri bergabung dalam sesi foto bersama Apa Karya dan timnya. Satu per satu calon lain ikut bersalaman, dengan calon yang lebih duluan hadir dalam ruang itu.

Irwandi Yusuf yang tiba di ruangan paling akhir, langsung menghebohkan suasana. Sambil berjalan, ia tiba-tiba menepuk bahu Muzakir Manaf yang duduk di kursi bersama calon wakilnya, TA Khalid. Muzakir terkejut dan menoleh. Mendapati Irwandi yang mengusilinya, ia tersenyum.

Irwandi duduk di kursi yang sudah disediakannya. Posisinya ia tukar dengan Nova Iriansyah. Pasalnya, Irwandi ingin bercengkrama dengan Zaini Abdullah, calon petahana. Mereka terlihat berbisik-bisik. Seketika, menoleh ke arah Muzakir Manaf.

“Mualem,” panggil Irwandi.

Mualem –Muzakir Manaf– menoleh. Namun ia tidak beranjak dari tempat duduknya, pada saat itu. Sebelumnya, Mualem telah menyalami satu per satu kandidat, kecuali Irwandi yang hadir paling terakhir.

Keakraban antarcalon kandidat berlanjut usai penarikan nomor urut. Irwandi dan Muzakir terlihat saling berjabat-tangan-erat, diiringi bisik-bisik penuh kemesraan.

“Kemesraan ini, janganlah cepat berlalu. Kemesraan ini, ingin kukenang selalu. Hatiku damai…” — Iwan Fals (Kemesraan). []

SUPARTA ARZ (@ucokparta)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Aceh

To Top