Connect with us

Kenapa Ribut Sesama Aceh…?

Berita

Kenapa Ribut Sesama Aceh…?

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Laga Persiraja Banda Aceh vs PSAP Sigli berlangsung di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Selasa (30/3) sore berakhir rusuh. Pendukung kedua kubu sempat adu fisik dan saling lempar. Tiga bocah luka-luka.

Laga ‘derby’ adalah ajang penuh gengsi. Ingin menjadi yang terbaik di daerah sendiri adalah sesuatu yang ingin dipersembahkan para pemain. Tak pelak, tiap ‘derby’ pasti berlangsung panas, bahkan berujung ricuh.

Inilah yang menodai stadion terbesar di Aceh petang tadi. Laga belum usai, bibit kericuhan sudah tercium dari gelagat suporter. Berawal di tribun C, tempat pendukung fanati Persiraja, SKULL dan sporter PSAP Laskar Aneuk Nangroe bersorak sorai, di pertengahan babak pertama. Kedua kelompok penonton dibatasi pagar tribun.

Sorakan mulai mengarah kepada saling ejek, berlanjut saling lempar. Laga di lapangan pun sempat terhenti beberapa saat akibat ulah suporter. Aksi ini menimbulkan korban tiga bocah. Ketiganya dilarikan ke rumah sakit karena luka-luka terkena lemparan batu antar pendukung. Salah satu diantara mereka bernama Aulia, warga Ateuk Jawo, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh.

Reda sesaat. Di lapangan pun skor masih imbang; 0-0. Memasuki babak kedua, ulah kedua suporter kembali menyorot perhatian penonton lainnya. Saling lempar kembai terjadi.

Puncaknya, saat wasit mengkartu merahkan Muhammad Ali, pemain PSAP, karena mengganjal keras Mukhlis, gelandang Persiraja. Protes pengurus PSAP mengalir ke wasit Hadi Suroso, asal Semarang, Jawa Tengah.

Di tribun, pendukung kedua tim ternyata tak tinggal diam. Saling lempar dan ejek kembali terjadi, hingga ada yang berupaya masuk ke lapangan dan ingin tawuran secara fisik. Polisi menghalau.

Celakanya, kondisi rusuh itu mengalir ke tribun B, yang bersebelahan dengan tribun C. Dalam sekejap, satu stadion itu memanas. Aparat keamanan pun kerepotan melerai. Di sini belum kelar, di titik lainnya sudah tegang lagi.

Situasi tak memungkinkan, memaksa panitia mengakhiri laga tanpa pemenang, skor 0-0.

Ternyata itu tak membuat suporter diam. Kericuhan masih terus berlangsung. Bahkan saat keluar stadion, kedua tim masih terlibat saling lempar. Polisi menyita sejumlah balok dan linggis dari para pendukung kedua tim.

Kericuhan saat laga derby Persiraja vs PSAP ini adalah kali kedua dalam musim ini. Sebelumnya, pada pertandingan awal Liga Indonesia 2009/2010 di Stadion Kuta Asan, Sigli 25 November 2009, juga berakhir ricuh, skor kacamata.

Pemicunya saat itu adalah ketidak tegasan inspektur pertandingan Surya Bakti, sehingga menyulut amarah penonton. Juga ada korban kritis dan harus dirujuk ke RSU Zainal Abidin Banda Aceh karena dipukul oleh Polisi. Komisi disiplin kemudian menjatuhkan denda, laga Persiraja vs PSAP digelar di Stadion Cot Gapu, markas PSSB Bireun tanpa penonton.

Bergerak dari pengalaman buruk itu, dua hari sebelum pertandingan sore tadi, kedua kesebelasan sudah komit bermain damai. Pelatih Persiraja Anwar dan arsitek PSAP Bambang Nurdiansyah alias Banur, sepakat agar suporter kedua tim tak rusuh.

Tapi, petang yang mendung. Semua berkata lain. Kedua suporter hanya mengandalkan emosi. Semuanya berakhir tanpa hasil, tak ada yang menang, rusuh dan melukai tiga bocah yang tak berdosa, yang hanya datang untuk menikmati laga.

“Kenapa sesama orang Aceh, sama-sama orang Islam bisa rebut..?” pernyataan itu mengalir dari lelaki asal Papua. Arifin Genuni, yang tak lain pemain PSAP. Ia ikut berlaga dalam lagi ‘derby’ itu. “Saya malu,” katanya.

“Ini sepakbola, zaman sudah 2010. Kenapa kita masih otot, ga pake otak. Otak di sini (dia menunjuk kepalanya) bukan di sini (dia menunjuk dengkulnya),” ujarnya. “Kenapa kita menaruk otak di sini (dengkul) bukan di sini (kepala).”

Sepak bola, kata dia, adalah seni. “Kita tidak perlu rebut di sini,” ujarnya. Andai semua kita sepaham dengan kalimat ‘sepakbola adalah seni’, mungkin sepakbola Indonesia akan lebih maju.[]

Continue Reading
Advertisement
You may also like...
32 Comments

32 Comments

  1. juventus

    Dec 13, 2010 at 9:36 am

    go. persiraja……. oranye warna ku,…..

  2. Dhani

    Jun 6, 2010 at 7:46 am

    Mantong ata2 sot lagoe, jigob kadicok juara ISL, promosi u ISL, ka meuso tim terbaik, top skor dll. Pakon tanyo mantong ta meulo sama2 keudro? Pajan ek maju menyo meunan. Persiraja tom berjaya jeut keu juara PSSI thn 1981, aci contoh lagee nyan.
    Utk ka teupeu lon pih bijeh pidie cit tp malee teuh watee takalon kejadian uroe nyan ka lagee ureunhg pungo bahkan leubeh lom ka ilhap. Meunoe keuh termasuk masa perjuangan ureung tanyo plg berani tp plg carong cit berkhianat utk keuntungan droe teuh.
    Jd syedara mandum mari keuh ta peugadoh hai2 yg lageenyan bek na le utk musim kompetisi musim ukeu. Mari tanyo bangun sepak bola Aceh yg hebat dan bermartabat serta termasyhur ke seantero nusantara ato mendunia, Siapa takut….
    Meuah meunyo na yg teupeh2 bacut demi kemajuan daerah tanyoe syit.

  3. adien

    Apr 13, 2010 at 9:20 pm

    di banda aceh pih rame bijeh pidie,.meunye hana awak pidie hana maju aceh ,.

  4. Apa Lam Bak di Cot Keung

    Apr 3, 2010 at 6:46 pm

    iiiihhhhhhhh cereeeeeem ?!!!

  5. anta skuller

    Apr 2, 2010 at 7:39 pm

    Hai aneuk…slama prtandingan 90 meunet kreuh…lon awak pidie cit tapi lon ka malee…ngon kjadian wate nyan…LAN peu male2 awak pidie mantong…

  6. Fraternize

    Apr 2, 2010 at 2:39 pm

    Karena kamu tulis artikel ini, makin berkelahi kita sesama Aceh…..
    Hana mupu pieh…!

  7. jamal

    Apr 2, 2010 at 1:16 pm

    Ah gak jga zaelani… bonek sama arema sering bentrok fisik, rumah hancur dilempari batu, mobil dibakar, stadion rusak tp org malang dan surabaya akur2 aja umunya.
    Jangan gampang menilai daerah dari perilaku suporter bola 🙂

  8. Zaelani

    Apr 2, 2010 at 1:35 am

    Aceh masih ribut menandakan orang2 nya suka ribut,,,,,,,
    hiiii

  9. Awak Aceh

    Apr 2, 2010 at 12:31 am

    hanco lheuh….subhanallah.

  10. Awak Aceh

    Apr 2, 2010 at 12:30 am

    yg mulai memang awak PSAP dijak u Bireun pih di peugot karu…sporter hana dewasa, ofiial jih pih hana dewasa masak awak skull ba bendera pih di pitrok lee oficial…jak maen bak tempat gop keupue jak ba sporter hana bak gop nyan teungku…memang awak PSAP nyan tempat profokator menuyoe tamaen ideh ngoen2 panitia jih profokator..aneh bin ajaib..

  11. aneuk

    Apr 1, 2010 at 2:23 pm

    jadi muno syiara…
    lon hana ku pu butoy but awak LAN tau siapapun yang membuat rusuh..
    cuman per masalahan nya…
    pakon PIDIE yang Kunong..
    Butoy hana semua awak PIDIE setuju dengan ulah lage barosa..
    lon tanyong bakgata…
    Tarmizi rasyid nyan awak pane?
    zullkarnein awak pane??
    dan hana kusebut kanyang laen2 le ..
    munyo di kheun ke PIDIE..
    secara automatis awak nyan kon kunong cit tungku…

  12. Agam Sloe

    Apr 1, 2010 at 1:55 pm

    MARI SAMA2 AMBIL HIKMAH DAN MUDHARATNYA, DIMANA2 SESAMA DERBY PASTI BENTROK ANTAR SUPORTERNYA SEBAB ADA NAFAS ‘GENGSI’ DAERAH YG MELATAR BELAKANGI. NEGATIFNYA SUATU SAAT NANTI SEPERTI PERSIJA VS PERSIB YG MANA SUPORTER KEDUA KE-IX-AN DILARANG BERTANDANG KE KANDANG LAWAN.
    UNTUK LAN PSAP HENDAKNYA BERSIKAP HORMAT DAN DEWASA BILA BERKUNJUNG KE KANDANG LAWAN KARENA ANDA ADALAH TAMU PENDATANG, SEBALIKNYA SKULL PERSIRAJA SELAKU YG LEBIH SENIOR APALAGI PERNAH MENYANDANG PREDIKAT JUARA PSSI DI TAHUN 80-AN SELAYAKNYA SABAR DAN BERJIWA BESAR BILA TAMU YG DATANG TIDAK PUNYA ETIKA. WASSALAM.

  13. Apa Lam Bak di Cot Keung

    Apr 1, 2010 at 1:30 pm

    Bukan hanya di dalam lapangan yg kemudian dilanjutkan diseputaran stadion, tapi ”perang” pun berlanjut di ruangan maya ini
    innalillahi…..!

  14. Apa Lam Bak di Cot Keung

    Apr 1, 2010 at 1:13 pm

    Hehehehe….

  15. lucky

    Apr 1, 2010 at 12:37 pm

    semua ini pasti da hikmahnya.

  16. aneuk mit

    Apr 1, 2010 at 9:46 am

    Jangan Meupaker mulu2 kawan( berantem). sebaiknya kita pertanyakan kepeda pemain kita masing-masing sejauh mana mereka telah berbuat atau memberikan prestasi untuk kita, sampai sekarang belum ada TIM aceh yang memberikan prestasi untuk kita.jadi nggak usah mati matianlah kita bela mereka.apalagi berantem sesama saudara.salahkan pada pemain, Offisial dan Wasit gara-gara mereka kita jadi berperang,,

  17. ka lom

    Apr 1, 2010 at 2:51 am

    mupake alang tamuprang rugo……,untuk kompetisi musim akan datang para suporter diharapkan membekali diri dengan AK-47, M-16, GLM / Basoka, bedee trieng juga boleh biar seru.

  18. S.K.U.L.L

    Apr 1, 2010 at 1:59 am

    @ Yang mengaku bernama ANEUK : Sebenarnya kami enggan dan masih punya malu untuk menanggapi perdebatan dengan kamu di sini, karena ini forum publik, bukan hanya milik kita berdua saja.
    Jadi ini tanggapan terakhir kami, terserah apa pendapat kamu setelah ini.
    Pertama, kami sudah tahu siapa kamu. Maka kami tidak heran lagi membaca tanggapan-tanggapan kamu.
    Kedua, kami hanya ingin memberikan sebuah ilustrasi sederhana. Ilustrasinya seperti ini: ada beberapa orang tamu datang ke rumah kami, dan di saat kami sedang duduk dengan tenang, para tamu itu berteriak di kuping kami, “hei, kamu itu an**ng!”… Maka sebagai manusia biasa, kami pun marah dan membalasnya dengan mengatakan, “keluarga kamu yang an**ng!”
    Ketiga, kami ingin meminjam peribahasa yang kamu tulis dalam jawaban kamu sebelumnya, yaitu: “takkan ada asap bila tak ada api.” Dengan ilustrasi di atas seharusnya sudah jelas buat kita semua, siapa yang telah membakar api sehingga menimbulkan asap. Ada juga peribahasa lain yang cocok untuk hal seperti ini, yaitu: “siapa yang menabur angin, akan menuai badai.”
    Terakhir, kadang beutoi pe kheun droen, le ureung Pidie yang beungeh keu kamoe yang ka berhasil mempertahankan marwah gampong kamoe. Tapi jinoe ka di teupeu, so yang ka geu rhom minyeuk lam apui… Dan beu neuteupu le droen, bahwa lhe syit ureung Pidie yang hana setuju ateuh perbuatan yang ka dipeulaku le supporter dan official PSAP di gampong kamoe… Peu lom ureung Kutaraja dan Aceh Rayeuk.
    Wassalam.

  19. aneuk

    Apr 1, 2010 at 1:33 am

    peu syit…
    lon setuju that nyan…
    ta cok dana nyan tajok keu aneuk2 yatim na syit bermanfaat…

  20. Tgk Agam palsu

    Mar 31, 2010 at 9:13 pm

    ya..bos, ngk perlu lah sumpah serapah, santai aja, toh liga ini juga bukan pertandingan hebat x kok, ngapain saling membenci dan mencaci, santai bro..kerja kita untuk aceh ini bukan cuma maen bola aja., sory malah kalua menurut saya, dana untuk bola ini mending buat lain aja, toh dari zaman ke zaman gini2 aja kan? ngk pernah bola kita mencorong. habisin uang aja.!!

  21. Apa Lam Bak di Cot Keung

    Mar 31, 2010 at 8:45 pm

    MUTU DAN KUALITAS TULISAN INI TAK LAYAK UNTUK MEDIA BERITA ON LINE
    MASUKIN AJA KE FB GEH !

  22. Apa Lam Bak di Cot Keung

    Mar 31, 2010 at 3:31 pm

    PERTANYAAN BUAT PENULIS OPINI INI
    Emangnya kalau bukan sesama aceh boleh ribut……
    Masih banyak tulisan lain yg bisa anda gali dan tulis ! Emangnga seh tdk sesantai ketika menulis model tulisan seperti ini….
    Jadi wartawan dilarang malas ah

  23. aneuk

    Mar 31, 2010 at 12:38 pm

    @SKULL : yang diteriakkan anak LAN SKULL ANJENG
    bukan Persiraja atau Banda aceh kan…
    kenapa anak SKULL mesti meneriakkan PIDIE ANJENG???
    kenapa tidak LAN atau PSAP…
    tidak Semua masarakat PIDIE meneriakkan SKULL Anjeng…
    Tapi mengapa Anak SKULL mesti meneriakkan PIDIE itu Anjeng…
    saya tanya apakah di dalam SKULL itu tidak ada anak PIDIE???
    saya anak SKULL juga..
    tp sekarang memang saya jarang gabung sama anak SKULL karena kesibukan… dan saya ber asal dari PIDIE.

  24. caca

    Mar 31, 2010 at 12:06 pm

    alahai syedara mutuah.. beh peu ta meulhee sabee keudroe droe.. hana payah saleng ta peusalah.. beuh pajan jaya aceh meunyoe bak bola menteng ka lagee nyoe

  25. SKULL

    Mar 31, 2010 at 10:43 am

    @ Aneuk… Mungkin Anda tidak tahu, bahwa lebih dahulu anak-anak LAN yg meneriakkan kalimat “SKULL ANJING” … Dan apakah Anda tidak melihat ada anak LAN yang membuka celananya, lalu mempertontonkan alat kelaminnya sambil menepuk-nepuk kemaluannya itu ke arah penonton Persiraja?
    Nyan ka han ek ta khem lee… Tapi ka luat ta kalon.

  26. Nyak Raja Nagan

    Mar 31, 2010 at 10:33 am

    Standar Etic yang rendah.
    orang beradab tentu tidak mudah terhasut, orang beradab juga bukan tukang hasut. hasut menghasut hanya dilakukan oleh orang-orang biadab. tak mesti semasa Aceh atau bukan; orang Aceh mestinya memiliki standar etika yang lebih tinggi.

  27. aneuk

    Mar 31, 2010 at 10:22 am

    lage hi aneuk SKULL ka beu toy that…
    syi berkaca diri syit…
    saya tidak membenarkan anak LAN..
    asap timbul karena ada api..
    anak LAN ngamuk pasti duluan anak skull yang ngejek mereka…
    jangan kan anak LAN.
    seluruh masyarakat PIDIE kemaren sumpah serapah untuk anak SKULL..
    lagu dari anak SKULL “PIDIE ITU ANJENG”
    apakah itu bukan memancing..

  28. SKULL

    Mar 31, 2010 at 9:53 am

    Anak-anak Banda Aceh tetap manusia biasa yg punya emosi, nafsu dan harga diri.

    Kemarin sore, suporter Persiraja (SKULL) sudah mencoba untuk sportif dengan mengulurkan tangan kepada tamunya (SUPORTER PSAP).

    Tapi ternyata ajakan damai SKULL itu ditolak & suporter PSAP bertingkah seperti SETAN di dalam stadion, termasuk membuka celana dan memukul-mukul “alat kelaminnya” serta mempertunjukkannya tanpa malu ke arah suporter Persiraja.

    Akhirnya, diluar stadion setelah pertandingan usai, para anggota SKULL yg sudah mati-matian berusaha menahan emosinya selama di dalam stadion, sampai pada batas kesabaran mereka.

    Maka seusai pertandingan, anggota SKULL menyerang SUPORTER PSAP dan membuat beberapa orang babak belur, termasuk salah satu pengurusnya & yang lainnya melarikan diri.

    Citra SKULL yg selama ini dikenal santun, sportif dan anti anarki telah tercoreng karena kejadian kemaren.

    Tapi SKULL tidak menyesal karena demi masa depan yg lebih baik untuk persepakbolaan Aceh.

    Para suporter brutal harus dilawan, kalau tidak mereka akan semakin merajalela dan semakin brutal, yang suatu saat bisa mencoreng nama Aceh secara keseluruhan.

    Jadi SKULL kemarin sebetulnya hanya memberi pelajaran tentang tatakrama pada suporter PSAP tentang sopan santun bertamu ke rumah orang… Tidak lebih dari itu.

  29. Aneuk Gampoeng

    Mar 31, 2010 at 9:22 am

    Alah Hai Adoe Meutuah…
    Manyak manyak jak meuen bola lheuhnyan meulhoe… Malee teuh dikaloen le gob, nyoe eukeu maen loem meulhoe dile digampoeng jadi wate troeh ubanda aceh hana payah meulhoe le karena kalheuh meulhoe digampoeng…
    hahahaaaaaaaaaa

  30. oryza

    Mar 31, 2010 at 7:45 am

    PSAP lah yg mulai duluan

  31. Ferry Ardyansyah

    Mar 31, 2010 at 7:05 am

    Tingkah laku yg dipertontonkan oleh suporter dan ofisial PSAP di stadion tadi, sungguh-sungguh sangat mencengangkan… Mungkin habis minum obat gila mereka semua… Tapi anehnya sehabis pertandingan, diluar stadion pada hilang gilanya… Dengan waras, mereka kaburrrr waktu diburu anak-anak SKULL… Hahaha….

  32. Ir Ridwan Saleh

    Mar 31, 2010 at 2:32 am

    Beutoi that ureueng Aceh ureueng muprang! tapi pakon tamuprang sare keudroe2 teuma?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Berita

ACEHKITA TV

Trending

Kolom

Kuliner

Facebook

To Top