Connect with us

Kerugian Banjir Bima Capai Rp1 Triliun

Nasional

Kerugian Banjir Bima Capai Rp1 Triliun

BIMA | ACEHKITA.COM – Kerugian akibat banjir yang melanda Kota Bima pada 21 Desember lalu ditaksir mencapai Rp1 triliun lebih. Untuk memulihkan kondisi tersebut, pemerintah bekerjasama dengan lintas lembaga dan kementerian terus memacu proses pembersihan lokasi dan rekonstruksi paska-banjir.

Sementara itu, hingga sepekan usai bencana, aktivitas masyarakat berangsur normal penanganan pengungsi dilaporkan semakin membaik dan listrik di Kota Bima sudah kembali menyala. Hanya satu gardu di Kapanta Kelurahan Nungga Kecamatan Rasanae yang belum menyala karena longsor.

Willem Rampangilei, Ketua BNPB, menyebutkan, Presiden Jokowi langsung memerintahkan agar semua kebutuhan masyarakat dipenuhi dengan cepat.

“Fasilitas publik harus segera berfungsi. Rehabilitasi dan rekonstruksi pasca banjir juga harus dipercepat. Dampak ekonomi yang ditimbulkan banjir lebih dari Rp 1 trilyun. Untuk itu pemulihannya harus dilakukan bersama kementerian, lembaga, pemda, dunia usaha dan partisipasi masyarakat,” ujar Willem, dalam pernyataan pers yang dikirim ke media pada Rabu (28/12/2016).

Willem menyebutkan, Wakil Presiden Jusuf Kalla akan berkunjung ke lokasi bencana pada Kamis hari ini. Kepada Kalla, Willem akan melaporkan berbagai penanganan yang sudah mereka lakukan dalam sepekan terakhir.

Dilaporkan bahwa layanan kesehatan sudah membaik. TNI juga membangun rumah sakit lapangan di Conventional Hall di Kota Bima yang didukung 80 petugas medis dan 205 personil serbaguna. RS lapangan tersebut juga menyediakan fasilitas untuk rawap inap.

Sementera itu, jalan-jalan protokol sudah bersih dari genangan dan lumpur. Untuk mempercepat pembersihan posko mengerahkan 70 truk dan 5 excavator untuk mengangkut sampah serta sudah dibuka lokasi TPA baru. Di samping itu Posko juga akan mendistribusikan peralatan pembersihan seperti sekop, karung, karbol dan peralatan lainnya.

Pembersihan sekolah dilaporkan juga sudah mencapai 50 persen. Ditargetkan sepekan ke depan, semua sekolah sudah siap untuk kembali difungsikan.

Seperti diketahui, banjir melanda Kota Bima, pada Rabu 21 Desember 2016 lalu. BNPB menyebutkan, banjir tersebut terjadi akibat hujan deras yang disebabkan oleh basai siklon yvette.

Siklon tropis Yvette yang berposisi di Samudera Hindia, sekitar 620 kilometer sebelah selatan Denpasar dengan arah gerak utama timur laut menyebabkan hujan deras di wilayah Indonesia bagian selatan, khususnya di wilayah NTB, Bima dan Sumbawa.

Kota Bima yang berada pada topografi cekungan mengalami dampak terparah dari banjir tersebut. Puluhan ribu orang dilaporkan mengungsi. []

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Nasional

To Top