KIP Banda Aceh Gencarkan Sosialisasi Pemilu hingga Rumah Singgah dan Pemulung

0
660
KIP Banda Aceh Gencarkan Sosialisasi Pemilu hingga Rumah Singgah dan Pemulung
Komisioner KIP Kota Banda Aceh mensosialisasi tata cara memilih dan tahapan Pemilu 2019 kepada pemulung di TPA Gampong Jawa, Banda Aceh, Sabtu 23 Maret 2019. (Foto: Ucok Parta)

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Meningkatkan partisipasi pemilih Pemilu 2019 pada 17 April mendatang, Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh menggencarkan sosialisasi Pendidikan Pemilih hingga pasien rumah singgah dan pemulung di Tempat Pembuangan Akhir.

Sabtu (23/3), sosialisasi diberikan kepada pasien Rumah Singgah Blood For Life Foundation (BFLF) dan pemulung di Gampong Jawa, Banda Aceh. Di hari yang sama, sosialisasi pendidikan pemilih juga diberikan kepada santri di Dayah Madinatul Fata Banda Aceh.

KIP mengatakan bahwa pasien dan pendamping pasien yang berada di luar daerah pemilihan tetap dapat menggunakan hak pilih mereka ketika berada di Kota Banda Aceh. Pemulung juga punyak hak yang sama untuk memilih dan menentukan nasib bangsa ke depan.

Komisioner Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih KIP Kota Banda Aceh, Yusri Razali, menyebutkan sebelumnya KIP Kota Banda Aceh bersama para relawan demokrasi juga telah menyasar kelompok marginal lainnya seperti di panti jompo, komunitas Tionghoa, serta nelayan. Kepada mereka diperkenalkan tentang tahapan pemilu, bentuk kertas suara, serta tata cara pencoblosan yang benar dan sah sesuai aturan KPU.

“Yang kita jelaskan tantang tata cara memilih yang benar. Jangan nanti mereka sudah memberikan hak pilih, tapi suara mereka tidak sah,” sebutnya.

KIP Banda Aceh Gencarkan Sosialisasi Pemilu hingga Rumah Singgah dan Pemulung
Sosialisasi Pemilu 2019 kepada pasien Rumah Singgah BFLS oleh KIP Banda Aceh. (Foto: Dok. BFLS)

Direktur BFLS Michael Oktaviano menyampaikan bahwa kedatangan KIP Kota Banda Aceh ke tempat mereka di kawasan Lampriek dalam rangka sosialisasi pendidikan pemilih kepada pasien Rumah Singgah BFLF. Dinyatakan, bahwa pasien dan pendamping pasien dapat menggunakan hak pilihnya.

“Informasi pendidikan pemilih terkait pemilu sangat dibutuhkan pasien Rumah Singgah karena mereka semua berasal dari luar Kota Banda Aceh. Hal ini nantinya diharapkan agar pasien dan pendamping pasien tidak kehilangan hak pilih dan hak demokrasinya,” ujarnya.

Meskipun pasien dapat menggunakan hak pilihnya, menurut Michael, hak memilih hanya bisa digunakan untuk dapat memilih anggota DPD, DPR RI, dan Presiden. Sedangkan DPRK dan DPRA, mereka tak mendapatkan hak tersebut.

“Jadi nanti, seminggu menjelang pemilihan, KIP Kota Banda Aceh akan menghubungi pihak Rumah Singgah BFLF, untuk mendata dan memberikan informasi kepada pasien di TPS mana saja mereka bisa memilih,” kata Direktur BFLF.

Dalam sosialisasi yang berlangsung selama hampir dua jam itu, Michael mengatakan, pemilih yang berada di luar dapil, baru bisa memilih di atas pukul 12.00 atau 13.00 WIB. Itu pun, katanya, bila ada surat suara yang berlebih di TPS tempat mereka akan melakukan pemilihan.

“Pasien di Rumah Singgah sangat antusias saat sosialisasi berlangsung. Ini menjawab semua pertanyaan mereka, bagaimana nanti nasib mereka yang tak bisa pulang saat pemilu berlangsung 17 April mendatang. Apakah kami mendapatkan hak pilih kami? Pada saat kami pemilihan kami bisa memilih di mana? Apakah mereka akan datang ke Rumah singgah atau kami yang akan datang ke TPS. Dan itu terjawab,” ujar Michael.

Melihat KIP mulai menyentuh Rumah Singgah sebagai sasaran pendidikan pemilu ini, Michael sangat mengapresiasi kepedulian KIP Kota Banda Aceh saat ini.

“Biasa mereka melakukan itu di tempat umum atau di kampus. Tapi kali ini mereka datang ke Rumah Singgah. Kami benar-benar berterima kasih. Karena sangat jarang yang mau peduli pada rumah singgah ini. Apalagi, mengingat akan ada sekitar 50 orang yang akan kehilangan hak suaranya andai saja mereka tidak dapat sosialisasi dari KIP Kota Banda Aceh,” kata Michael.

Data Pemilih Terbaru
Kamis (21/3), KIP Aceh menetapkan data pemilih terbaru dalam Pleno Rekapitulasi Perbaikan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan Rekapitulasi Daftar Pemilih Tambahan (DPTh) Tahap II, di Banda Aceh.

Sesuai data, ditetapkan jumlah pemilih di Aceh pada Pemilu 2019 berjumlah 3.525.757 jiwa, dengan rincian 1.735.723 pemilih laki-laki dan 1.790.034 pemilih perempuan. Para pemilih tersebar di 23 Kabupaten/Kota, 289 Kecamatan, 6.498 Gampong dan 15.616 TPS.

“Data pemilih terbaru, ada penambahan sedikit dari data sebelumnya,” kata Agusni, Komisioner KIP Aceh.

12 Ribu Personel Gabungan
Di tempat terpisah, pada Apel Pasukan Pengamanan Pemilu 2019 yang digelar di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Jumat (22/3), Kapolda Aceh Irjen Pol. Rio S Djambak menyatakan, personel gabungan TNI – Polri siap mengamankan penyelenggaraan Pemilu 2019 di Aceh.

Dalam mengawal Pemilu di Aceh, Polisi dibantu TNI mengerahkan sebanyak 12 ribu personel untuk pengamanan seluruh Aceh. “Untuk Aceh sekitar 12 ribu, itu gabungan dengan TNI,” ujar Irjen Rio.

Lebih lanjut, Kapolda Aceh menyatakan untuk situasi keamanan secara umum Aceh dikategorikan aman. Sehingga pihaknya tidak membuat pemetaan kerawanan layaknya Pilkada 2017 lalu.[]

HABIL | HUSAINI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.