Connect with us

Kisah Nina, Pasukan Antiteror Berjilbab

Fesyen

Kisah Nina, Pasukan Antiteror Berjilbab

[vc_row][vc_column width=”1/1″][vc_column_text]BRIGADIR DUA Nina Oktoviana menjadi buah bibir di kalangan netizen, setelah fotonya yang berseragam Gegana dan berhijab diunggah ke media sosial. Meski berseragam tempur, Nina tak menanggalkan penutup auratnya.

Tak lazim pula, Nina memilih sebagai personel kesatuan antiteror di Brimob Kepolisian Daerah Aceh. Profesi yang ditekuninya memang tak lazim bagi kaum hawa. Namun, keputusannya itu menjadikan gadis manis ini menjadi satu-satunya polisi wanita di jajaran pasukan antiteror Polda Aceh.

Dara yang satu ini memilih jalan yang berbeda dari polisi wanita pada umumnya. Jika biasanya polisi wanita lebih banyak bertugas di unit lalu lintas atau unit pelaporan dan perlindungan anak, Nina memilih bergabung dengan pasukan Brimob Polda Aceh.

Tak tangung-tangung. Dia juga masuk dalam tim pelawan teror atau wanteror yang tugasnya menangani aksi terorisme. Dia tercatat satu-satunya perempuan dari 45 orang anggota tim wanteror Brimob Polda Aceh.

Gadis kelahiran Samahani, Aceh Besar 22 tahun silam ini bergabung menjadi polisi pada Juli 2014 lalu. Setelah lulus dari Sekolah Kepolisian Negara, Seulawah, Aceh Besar, Nina meminta ditempatkan di kesatuan Brimob.

Jarang-jarang polisi wanita yang meminta ditempatkan di satuan ini. Sebab, sebagai pasukan serbu, Brimob dilatih keras untuk bisa bertempur dan tahan dengan segala kondisi.

Selain lihai mengoperasikan bermacam senjata, Nina juga memiliki kemampuan bela diri yang mumpuni. Nina juga berlatih menjadi penembak jitu. Nina mengaku tertantang untuk menekuni profesi yang terbilang berat bagi perempuan ini.

“Saya suka tantangan. Ilmu wanteror tidak saya dapatkan di polisi umum,” kisah Nina.

Rekan-rekannya mengakui kemampuan fisik Nina. Kemampuannya bertahan di segala medan malah mengimbangi lelaki. Selain itu, Nina juga dikenal sebagai pribadi yang setia kawan dan rajin beribadah.

Jalan Bripda Nina Oktoviana menjadi pasukan anti teror awalnya sempat ditentang keluarganya bahkan diragukan atasanya. Namun berkat usaha dan keyakinannya yang teguh, Nina kini dipercaya menjadi satu-satunya perempuan yang menjadi ujung tombak penanganan terorisme di Aceh. []

RIJA NASSER | ACEHVIDEO.TV[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

Continue Reading
Baca juga...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Fesyen

To Top