Connect with us

LAPAN: Gerhana Bulan Total, Waspadai Efek Gabungan Gelombang Tinggi di Laut

Teknologi

LAPAN: Gerhana Bulan Total, Waspadai Efek Gabungan Gelombang Tinggi di Laut

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengimbau kepada masyarakat Indonesia untuk tetap waspada terkait efek dari gerhana bulan total pada dini hari 28 Juli 2018.

Imbauan tersebut disampaikan oleh LAPAN karena menemukan adanya efek gabungan gelombang tinggi di laut dengan pasang maksimum saat purnama dan gerhana bulan.

“Angin dari selatan-tenggara masih cukup kencang sekitar 30 km/jam menyebabkan gelombang laut lebih dari 3 meter di Samudera Hindia yang mengarah pantai selatan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, serta pantai barat Sumatera,” tulis laman facebook resmi LAPAN RI, Jumat (27/7).

Sementara purnama, khususnya sekitar waktu gerhana bulan, gaya pasang surut (pasut) bulan diperkuat gaya pasut matahari. Akibatnya pasang air laut menjadi maksimum. “Efek gabungan gelombang tinggi dan pasang maksimum bisa menyebabkan banjir pasang (rob) melimpas ke daratan yang lebih jauh,” sebut LAPAN RI.

Dijelaskan, gerhana bulan total pada saat punama terjauh akan terjadi pada dini hari 28 Juli 2018 (malam Sabtu) di langit barat. Fase gerhana sebagian mulai pukul 01.24 sampai pukul 05.19 WIB (untuk WITA dan WIT menyesuaikan). Pada rentang waktu tersebut disunnahkan shalat gerhana bulan. Fase total terjadi pada pukul 02.30-04.13 WIB, selama 107 menit, terlama di abad ini.

Pada saat gerhana bulan total, bulan berwarna merah darah sehingga disebut blood-moon. Warna merah darah tersebut disebabkan oleh pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer bumi sehingga warna merah cahaya matahari yang menimpa purnama. Maka media sering menyebutnya fenomena akhir Juli ini sebagai micro-blood-moon.

Menurut LAPAN, gerhana saat ini menjadi yang terpanjang pada abad ini karena lintasannya dekat dengan garis tengah lingkaran bayangan bumi dan jarak bulan terjauh dari bumi. Dengan dua fator itulah purnama berada dalam kegelapan bayangan bumi lebih lama dari gerhana bulan pada umumnya.

Dilansir LAPAN, pada saat purnama meredup dan memerah, amati bintang terang kemerahan di samping kirinya. “Itulah planet Mars, tetangga bumi yang juga sedang mengalami purnama sehingga tampak seperti bintang yang sangat terang. Amati juga di atas bulan yang memerah. Ada beberapa titik pancar hujan meteor, khususnya yang sedang mengalami saat puncaknya pada malam itu: Southern Delta Aquarids (sekitar 20 meteor per jam) dan Piscis Austrinis (sekitar 5 meteor per jam).”

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) via akun twitternya mengajak kamu yang mau menyaksikan langsung peristiwa gerhana bulan total tapi malas keluar dari rumah, untuk langsung cek di http://www.bmkg.go.id/gbt/ dan pilih sendiri lokasi kamu.

[]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Teknologi

Advertisement

ACEHKITA TV

Trending

Kolom

Kuliner

Facebook

To Top